Salvo Iringi Pemakaman Serka Ichwan, Gugur Saat Bertugas di Misi Perdamaian Lebanon
Irfani Rahman April 06, 2026 11:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, MAGELANG - Prosesi pemakaman Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon Selatan, berlangsung haru.

Jenazah personel pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tersebut dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giridharmoloyo, Kota Magelang, Minggu (5/4) pagi.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, upacara pemakaman anggota United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang tewas diserang militer Israel itu, dilangsungkan secara militer.

Prosesi berlangsung khidmat, dipimpin oleh Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, dengan diiringi tembakan salvo serta penghormatan dari rekan-rekan sesama prajurit. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam istri, anak dan keluarga besarnya.

Suasana duka juga tampak saat upacara pelepasan tiga jenazah anggota TNI korban zionis di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4). Sejumlah anggota keluarga almarhum tampak tak kuasa menahan tangis.

Mereka merupakan keluarga dari Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon. Ketiga prajurit tersebut gugur dalam dua insiden berbeda di Lebanon Selatan.

Baca juga: Geger di Acara Pernikahan, Orang Tua Pengantin Tewas Dikeroyok Sang Ibu Pingsan, Ini Penyebabnya

Baca juga: Pecatan Polisi Pembunuh Mahasiswi ULM Terancam Hukuman Mati, Didakwa Pasal Berlapis

Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kepada para prajurit TNI yang bertugas di Lebanon untuk menjaga diri baik-baik. SBY mengingatkan para prajurit bahwa keluarga menanti mereka pulang ke Indonesia.

"Sebagai seorang sesepuh dan senior TNI, saya sampaikan kepada para prajurit Kontingen Garuda XXIII/S yang masih berada di Lebanon untuk tetap bersemangat dalam mengemban tugas mulia. Do your best dan jaga diri baik-baik. Keluarga yang mencintai kalian menunggu kehadiran kembali di Tanah Air," tulis SBY dalam akun X-nya, Minggu.

SBY mengatakan, dirinya merasa punya kewajiban moral untuk ikut memperjuangkan keadilan bagi prajurit TNI yang menjadi korban di Lebanon. Ketika masih menjabat Presiden, SBY berinisiatif dan mengusulkan kepada PBB untuk mengirimkan satu batalion pasukan Indonesia sebagai bagian dari pasukan perdamaian di Lebanon.

Pengiriman pasukan itu dilakukan pertama kali ketika perang antara Israel dan Lebanon pecah pada Agustus 2006. SBY mengenang, DK PBB kala itu belum melakukan langkah-langkah yang efektif untuk menghentikan peperangan tersebut, apalagi banyak korban berjatuhan dari Lebanon.

Walhasil, kontingen Indonesia pertama, Garuda XXIII/A, bisa berangkat ke Lebanon pada November 2006, atau 3 bulan setelah perang Israel versus Lebanon pecah.

 “Hingga tahun 2026 ini, sudah 19 kali kontingen kita bertugas di Libanon dengan masa penugasan rata-rata satu tahun. Mungkin, ini yang terlama dalam misi PBB yang diemban oleh pasukan Indonesia," imbuh SBY. (tribunnews/kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.