Banjir Bandang di Lebong, Pemprov Bengkulu Kirim Bantuan Pangan dan Evakuasi Warga
Ricky Jenihansen April 06, 2026 02:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pemerintah Provinsi Bengkulu merespons cepat bencana banjir bandang yang merendam sedikitnya 1.200 rumah di Kabupaten Lebong dengan mengirimkan personel evakuasi dan bantuan logistik pangan.

Bantuan berupa perahu karet, beras, hingga tenaga medis dikerahkan ke enam kecamatan terdampak guna memastikan penanganan darurat bagi warga berjalan optimal.

Hal itu diungkap dalam rapat koordinasi lintas instansi yang dipimpin Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Khairil Anwar, di New Jenggalu Resto, Senin (6/4/2026).

Rapat dihadiri Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny Pebriyanto L. Tobing, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta unsur lintas instansi seperti BPBD, Baznas, Damkar, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, hingga Kominfotik Provinsi Bengkulu.

Dalam arahannya, Khairil Anwar menegaskan bahwa pemerintah provinsi terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota agar penanganan banjir berjalan optimal.

Ia memastikan berbagai kebutuhan darurat telah disiapkan, mulai dari logistik, perahu karet, dapur umum, tenaga medis, hingga posko pengungsian.

“Kami siap mendukung penuh daerah terdampak, sesuai kebutuhan di lapangan,” ungkap Khairil dalam rilis media center Pemprov Bengkulu, Senin (6/4/2026).

Dampak Banjir di Kabupaten Lebong

Sementara itu, dampak banjir di Kabupaten Lebong cukup signifikan.

Data sementara mencatat enam kecamatan dan 15 desa terdampak, dengan sekitar 1.200 rumah terendam.

Sebagai bentuk penanganan awal, pemerintah provinsi telah mengirimkan bantuan berupa personel dan perahu karet melalui Basarnas untuk membantu evakuasi warga.

Baca juga: Breaking News: Banjir Bandang dan Longsor Terjang 3 Kecamatan di Lebong Bengkulu, Warga Dievakuasi

Penyaluran Bantuan dan Tenaga Medis

Selain itu, bantuan logistik seperti beras dan kebutuhan pangan juga mulai disalurkan.

Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu turut memastikan kesiapan tenaga medis dan obat-obatan bagi masyarakat terdampak.

Di Kota Bengkulu, upaya evakuasi terus dilakukan, terutama bagi kelompok rentan yang membutuhkan penanganan khusus.

Khairil Anwar menegaskan bahwa dukungan pemerintah provinsi akan terus diberikan selama masa tanggap darurat, dengan penyesuaian kebutuhan di setiap daerah agar distribusi bantuan merata.

Laporan Insiden Kapal Karam

Tak hanya banjir, rapat tersebut juga menyinggung insiden kapal nelayan yang karam akibat cuaca buruk.

Kapal yang mengangkut dua orang dilaporkan tenggelam setelah dihantam gelombang.

Dari kejadian tersebut, satu orang berhasil selamat, sementara satu lainnya sempat dinyatakan hilang.

Namun, berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban diduga telah meninggal dunia setelah terlihat mengapung di perairan.

Pemerintah Kota Bengkulu pun mendapat apresiasi atas respons cepat dalam melakukan pencarian bersama tim gabungan yang melibatkan BPBD, Basarnas, Polairud, TNI AL, Damkar, hingga Baznas.

Imbauan Informasi Resmi Kominfotik

Ia juga menekankan pentingnya penyampaian informasi yang cepat dan akurat kepada masyarakat.

Melalui Kominfotik, pemerintah akan memanfaatkan berbagai kanal komunikasi seperti media sosial, Telegram, dan WhatsApp untuk menyebarkan informasi resmi.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Selalu ikuti informasi resmi dari pemerintah, BMKG, BPBD, dan instansi terkait,” tutup Khairil.

BANJIR LEBONG - Kolase foto banjir bandang dan pemukiman warga di Lebong, Minggu (5/4/2026). Banjir bandang melanda permukiman warga di Kabupaten Lebong, Minggu (5/4/2026) sore, setelah hujan deras sejak pukul 15.00 WIB, merendam rumah dan jalan.
BANJIR LEBONG - Kolase foto banjir bandang dan pemukiman warga di Lebong, Minggu (5/4/2026). Banjir bandang melanda permukiman warga di Kabupaten Lebong, Minggu (5/4/2026) sore, setelah hujan deras sejak pukul 15.00 WIB, merendam rumah dan jalan. (TribunBengkulu.com/M Rizki Wahyudi)

Banjir Bandang

Banjir bandang dan tanah longsor melanda tiga kecamatan di Kabupaten Lebong, Bengkulu, yakni Lebong Utara, Lebong Tengah, dan Pinang Belapis, pada Minggu (5/4/2026) sore, akibat hujan deras sejak pukul 15.00 WIB, hingga merendam ratusan rumah warga dan memaksa proses evakuasi dilakukan.

Berdasarkan data yang dihimpun wartawan TribunBengkulu.com, bencana terjadi di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Lebong Utara, Kecamatan Lebong Tengah, dan Kecamatan Pinang Belapis.

Ketinggian air banjir dilaporkan bervariasi di tiap lokasi.

Kapolres Lebong, Agoeng Ramadhani melalui Kasubsi PIDM Humas, Syaiful Anwar, menjelaskan bahwa hujan deras mulai mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu sore.

“Hujan turun sangat deras dan berlangsung lama sejak pukul 15.00 WIB. Akibatnya, sungai dan siring jalan tidak mampu menampung debit air, sehingga meluap ke permukiman warga dan badan jalan,”jelas Syaiful.

Akibat kejadian tersebut, ratusan rumah warga di beberapa titik terdampak banjir.

Selain merendam permukiman, air juga menggenangi jalan sehingga pengendara tidak dapat melintas.

“Perabotan rumah tangga milik warga juga banyak yang terdampak banjir,”tambahnya.

Kondisi Terkini

Hingga Minggu malam sekitar pukul 19.30 WIB, kondisi banjir masih terjadi.

Debit air bahkan dilaporkan masih meningkat karena hujan belum berhenti.

Selain itu, aliran listrik di sejumlah wilayah terdampak juga padam, sehingga kondisi lingkungan menjadi gelap dan menyulitkan proses evakuasi.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lebong, Rengki Anggara, mengatakan bahwa pihaknya masih berada di lapangan untuk melakukan evakuasi serta pendataan terhadap warga terdampak.

“Petugas masih terus melakukan evakuasi dan pendataan. Banjir dan longsor ini terjadi akibat cuaca buruk yang berlangsung beberapa hari terakhir,” kata Rengki.

Ia memperkirakan jumlah rumah yang terdampak mencapai ratusan unit yang tersebar di sejumlah titik di tiga kecamatan tersebut.

Saat ini, tim gabungan dari BPBD, kepolisian, dan instansi terkait masih bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan maupun longsor tambahan.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.