Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Dalam sebuah langkah proaktif untuk menjaga ekosistem sosial dan keamanan daerah, Ketua DPRD Nabire, Nancy Worabay mengeluarkan pernyataan resmi terkait rencana aksi massa yang dijadwalkan pada 7 April 2026 oleh Front Rakyat Papua Bergerak (FRPB).
Dengan nada yang terukur dan visioner, Nancy menekankan, stabilitas adalah fondasi utama bagi kemajuan berkelanjutan di Kabupaten Nabire.
Menanggapi selebaran aksi long march yang beredar luas, Nancy mengimbau warga untuk tidak terjebak dalam arus provokasi.
Baginya, ketenangan masyarakat adalah aset terpenting dalam menghadapi dinamika politik maupun sosial.
Baca juga: Jalan Raya di Sentani Tenggelam Akibat Danau Meluap, Warga Gunakan Perahu di Aspal
Dia menegaskan, operasional kota dan aktivitas ekonomi tidak boleh terganggu oleh ketidakpastian informasi.
Untuk itu dia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang dan fokus pada aktivitas produktif.
"Jangan biarkan isu-isu yang tidak terverifikasi mendikte ritme hidup kita," ujar Nancy dalam videonya yang diperoleh Tribun-Papua.com, di Nabire, Senin, (6/4/2026).
Seperti halnya pemimpin organisasi besar yang mengandalkan tim ahli, Nancy menegaskan dukungannya terhadap TNI dan Polri.
Baca juga: Boaz Solossa Masih Buas, Sang Pembeda Persipura di Usia Senja
Ia memastikan, koordinasi antara Kapolres, Kapolda, hingga Dandim telah dilakukan secara matang melalui protokol antisipasi yang ketat.
"Kita memiliki infrastruktur keamanan yang solid. Kehadiran aparat di lapangan bukan untuk membatasi, melainkan untuk memberikan proteksi dan rasa aman bagi setiap warga negara," ujarnya.
Dia meminta, warga memberikan kepercayaan penuh kepada otoritas terkait untuk menjalankan fungsi pengamanan secara profesional.
Nancy juga mengajak, para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk bertindak sebagai influencer perdamaian.
Baca juga: Boaz Solossa Masih Buas, Sang Pembeda Persipura di Usia Senja
Menurutnya, edukasi publik adalah kunci agar tidak terjadi kepanikan massal hingga menyebabkan penghentian aktivitas ekonomi.
Nancy menekankan juga, menjaga kondusifitas Nabire adalah tanggung jawab kolektif sebuah kerja sama lintas sektor yang membutuhkan keikhlasan dan rasa memiliki yang tinggi terhadap daerah.
Dengan transparansi, tanggung jawab, dan kolaborasi yang kuat, semua pihak harus terus memastikan Nabire tetap menjadi rumah yang aman bagi semua.
Baca juga: Anggota KKB Pulan Wonda Dipindahkan ke Jayapura, Aparat Dalami Potensi Keterlibatan Pihak Lain
"Stabilitas hari ini adalah investasi untuk masa depan kita besok," pungkasnya.(*)