Harga Plastik Meroket, Pembeli di Bandar Lampung Mulai Mengeluh
Robertus Didik Budiawan Cahyono April 06, 2026 04:39 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung- Harga berbagai jenis plastik di Bandar Lampung naik signifikan. Kenaikan bahkan sampai hampir 100 persen dibanding dengan harga sebelumnya.

Kenaikan harga plastik ini terjadi salah satunya di Pasar Way Kandis, Bandar Lampung. Menurut pedagan plastik di Pasar Way Kandis Bandar Lampung kenaikan harga sejak awal bulan puasa.

Adi pemilik Toko Mitra Gemilang di Pasar Way Kandis mengungkap bahwa kenaikan paling terasa terjadi pada plastik kresek dan plastik jenis PE (kantongan).

"Kalau dibandingkan sebelum puasa, kenaikannya hampir dua kali lipat," ujar Adi saat diwawancarai di kiosnya, Senin (6/4/2026)

Ia mengungkapkan bahwa harga plastik PE per kilogram naik dari sebelumnya Rp 27 ribu kini melonjak menjadi Rp 55 ribu.

Baca juga: Pedagang Menjerit, Harga Kantong Plastik Meroket Imbas Konflik Timur Tengah

Sementara untuk harga eceran per bungkus juga mengalami kenaikan. "Dari Rp 7 ribu menjadi Rp 12 ribu," ucapnya.

Tak hanya itu, harga plastik kresek juga mengalami kenaikan. "Dari Rp 26 ribu per kilogram menjadi Rp 36 ribu," ujarnya.

Menurut Adi, kenaikan harga ini merupakan yang tertinggi selama tiga tahun terakhir menjalankan usaha.

Lonjakan harga dipicu oleh kelangkaan bahan baku plastik. Sejumlah pabrik disebut menghentikan produksi sejak awal Ramadan karena kesulitan mendapatkan bahan baku berupa minyak mentah.

"Katanya bahan baku susah, jadi banyak pabrik stop produksi," ujarnya.

Selain faktor pasokan dalam negeri, kondisi global juga turut memengaruhi. Situasi konflik di Iran disebut berdampak pada distribusi bahan baku plastik di pasar internasional.

Meski harga melonjak tajam, Adi menyebut tingkat penjualan relatif tidak mengalami penurunan signifikan.

Hal ini karena plastik masih menjadi kebutuhan utama bagi pedagang dan masyarakat. "Pembeli memang banyak yang mengeluh, tapi tetap beli karena memang kebutuhan," katanya.

Hingga saat ini, belum ada alternatif pengganti plastik yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan pasar secara optimal, sehingga permintaan tetap tinggi meskipun harga terus meningkat.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.