TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Kegelisahan mendalam masih menyelimuti keluarga Pujiyanto (55), warga Desa Kedunggong, Kecamatan Sadang, Kabupaten Kebumen.
Memasuki hari keenam sejak ia dikabarkan raib tertelan arus saat mencari ikan pada Rabu (1/4/2026) lalu, keberadaan pria paruh baya tersebut masih menjadi misteri.
Harapan keluarga sempat membuncah sekaligus diselimuti kepiluan ketika Tim SAR Gabungan berhasil menemukan sejumlah barang yang identik dengan barang bawaan korban.
Baca juga: Dua Anak Pejagoan Meninggal Terseret Ombak Pantai Gajah Kebumen
Benda-benda saksi bisu tersebut meliputi caping penutup kepala, sepasang sepatu karet, seser atau jaring ikan, hingga wadah hasil tangkapan yang ditemukan tertinggal dalam proses penyisiran sebelumnya.
Menolak menyerah pada keadaan, Koordinator Lapangan Tim SAR, Rowidin, menegaskan bahwa kekuatan penuh telah dikerahkan pada pencarian hari keenam ini.
Koordinasi lintas instansi yang melibatkan BPBD, Basarnas Cilacap, TNI-Polri, serta para relawan potensi SAR terus dimatangkan.
Melihat lamanya waktu korban menghilang, tim mengambil keputusan krusial untuk memperluas jangkauan operasi secara masif.
Titik pencarian yang semula terpusat di area awal hilangnya survivor, kini ditarik menjauh hingga ke hilir.
"Pencarian sampai dengan muara di pinggir pantai, semoga hari ini ada hasil," ujar Rowidin penuh harap saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Senin (6/4/2026).
Penyisiran panjang tersebut menempuh jarak sekitar 50 kilometer, yang membelah kawasan perairan hingga berujung di muara dekat pantai, tepatnya di area jembatan yang memisahkan Kecamatan Klirong dan Kecamatan Buluspesantren.
Rowidin membeberkan, pergeseran fokus pencarian ke area muara selatan ini didasari oleh analisis cuaca dan kondisi alam.
Hujan lebat yang rutin mengguyur wilayah Kebumen pada sore hari selama sepekan terakhir menyebabkan debit air Sungai Kretek terus bergolak naik.
Kuatnya dorongan arus sungai ini diyakini telah menggeser tubuh korban semakin jauh ke arah samudera.
Untuk menembus medan muara yang cukup berbahaya dan berbatasan langsung dengan ombak pantai selatan, armada khusus terpaksa diturunkan.
"Ada dua perahu karet yang dikerahkan pada pencarian hari ini di muara," pungkas Rowidin menerangkan skema pencarian.
Seluruh anggota tim masih terus berjibaku dengan doa dan harapan agar korban dapat segera ditemukan dan dipulangkan ke pangkuan keluarganya. (Ais)