Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara mengapresiasi peluncuran 4 unit bus listrik oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.
Menurutnya, ujicoba yang dilakukan selama tiga bulan dengan menggratiskannya merupakan langkah tepat.
Pasalnya, kata dia, kebijakan ini menjadi solusi di tengah kampanye hemat energi terutama Bahan Bakar Minyak (BBM) dampak konflik global.
"Tentu ini sangat inovatif, masyarakat diberikan solusi yang pasti. Tidak hanya diminta hemat BBM, tetapi diberikan fasilitas yang mumpuni untuk mobilitas masyarakat," ujarnya, Senin (6/4/2026).
Sastra Winara pun berharap Pemerintah Kabupaten Bogor ke depan dapat mempermanenkan bus listrik tersebut.
Ia menilai keberadaan bus listrik ini menjadi masa depan transportasi masal yang modern dan ramah lingkungan di Bumi Tegar Beriman.
"Saya harap ini menjadi transportasi umum yang baik ke depannya dan dapat dipermanenkan di Kabupaten Bogor. Semoga animo masyarakat cukup bagus menyambut operasional bus ini," katanya.
Dua bus listrik bantuan dari Pemprov Jabar kini ditambah lagi dengan dua unit lainnya hasil kolaborasi dengan pihak swasta.
Peluncuran dilakukan langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto bertepatan dengan pelaksanaan car free day (CFD) di Jalan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Minggu (5/4/2026).
Rudy Susmanto mengatakan, kehadiran bus listrik ini merupakan langkah nyata Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mendukung program pemerintah pusat untuk menghemat energi serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.
"Bus listrik ini seratus persen menggunakan tenaga listrik dan seratus persen gratis bagi masyarakat selama masa uji coba. Ini merupakan langkah awal kita untuk menghadirkan transportasi publik yang ramah lingkungan di Kabupaten Bogor," ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Rute layanan bus listrik yang awalnya hanya dari Bojonggede-Sirkuit Sentul pun kini mengalami sedikit perubahan dengan dilakukan penambahan jarak.
Keempat bus tersebut akan melayani perjalanan dari kawasan Bojonggede menuju Sentul City dengan beberapa titik pemberhentian strategis, diantaranya AEON Sentul dan Halte TransJakarta di kawasan Sirkuit Sentul.
Alasan rute tersebut dipilih karena tingginya mobilitas masyarakat di Stasiun Bojonggede yang mencapai sekitar 50 ribu pengguna setiap harinya.
Melalui layanan bus listrik ini, masyarakat yang turun di Stasiun Bojonggede diharapkan tidak lagi bergantung pada kendaraan pribadi untuk melanjutkan perjalanan menuju kawasan Sentul dan sekitarnya.
"Dengan adanya bus ini, masyarakat yang turun di Stasiun Bojonggede tidak perlu lagi menggunakan kendaraan bermotor pribadi karena pemerintah sudah menyiapkan transportasi lanjutan yang lebih ramah lingkungan," katanya.
Pada tahap awal ini empat unit bus listrik tersebut sedang menjalani masa uji coba direncanakan berlangsung hingga tiga bulan ke depan gratis untuk masyarakat.
Jika mendapat respons positif dari masyarakat, jumlah armada akan ditambah dan dioperasikan secara permanen melalui skema Buy The Service (BTS) dengan dukungan subsidi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Apabila antusiasme masyarakat tinggi, Pemkab Bogor pun berencana menambah jumlah armada serta memperluas rute layanan ke sejumlah wilayah lain.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bogor juga tengah mengkaji pengembangan transportasi wisata berbasis ramah lingkungan berupa bus tingkat atau double decker dengan atap terbuka yang direncanakan melayani rute dari Cibinong hingga kawasan Puncak.
Rudy Susmanto berharap berbagai langkah tersebut dapat menjadi awal transformasi sistem transportasi di Kabupaten Bogor menuju konsep mobilitas yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
"Melalui transportasi publik yang ramah lingkungan, kita ingin menghadirkan layanan yang lebih nyaman bagi masyarakat sekaligus menjaga kualitas udara di Kabupaten Bogor," katanya.