Sungai Dangkal Picu Luapan di Wih Porak, Adi Jablay: Normalisasi Bukan Lagi Pilihan Tapi Kebutuhan
Mawaddatul Husna April 06, 2026 10:54 PM

​Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah

TribunGayo.com, REDELONG - Pemerintah Kabupaten Bener Meriah didesak untuk segera melakukan normalisasi sungai yang terdampak banjir bandang pada akhir 2025. 

Langkah ini dinilai krusial guna memutus siklus bencana yang terus mengancam keselamatan warga serta stabilitas infrastruktur daerah.

​Kondisi aliran sungai yang mengalami pendangkalan dan penyempitan akibat tumpukan material sisa banjir memicu kekhawatiran besar. 

Terlebih, intensitas hujan tinggi kembali mengguyur wilayah Bener Meriah dalam beberapa waktu terakhir.

Dampaknya kian nyata pada Senin (6/4/2026) sore.

Akses jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Bireuen dan Takengon, tepatnya di Kampung Wih Porak, Kecamatan Pintu Rime Gayo, kembali lumpuh total.

Air dilaporkan meluap hingga menutupi badan jalan, sehingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

​Tokoh masyarakat Bener Meriah, Adi Jablay, menegaskan bahwa kejadian ini merupakan dampak langsung dari belum adanya tindakan normalisasi yang serius. 

Ia memperingatkan bahwa potensi kerusakan yang lebih besar akan terus mengintai jika pemerintah tidak segera bertindak.

​"Inilah dampak nyata jika sungai tidak segera dinormalisasi. Saat audiensi dengan DPRK sebelumnya sudah kami ingatkan.

Namun banyak yang menganggap sepele. Sekarang terbukti," ujar Adi kepada TribunGayo.com, Senin (6/4/2026).

​Menurutnya, pembiaran terhadap kondisi sungai yang rusak hanya akan menciptakan siklus bencana tahunan yang menempatkan warga di sepanjang bantaran sungai dalam posisi terancam setiap kali hujan deras melanda.

​Tanpa tindakan nyata dari pemangku kebijakan untuk memulihkan fungsi sungai, ancaman banjir bandang dinilai hanya tinggal menunggu waktu. 

Oleh karena itu, ia mendesak pemerintah untuk segera melakukan normalisasi.

Perbaikan di Kawasan Enang-Enang Harus Dipercepat

​Selain itu, ia juga menyoroti jalur lintas nasional Bireuen-Takengon.

Perbaikan di kawasan Enang-Enang harus segera dipercepat agar akses transportasi tidak terus-menerus bergantung pada jalan alternatif di jembatan Wih Porak.

​Persoalan infrastruktur lain yang turut disoroti adalah kondisi beberapa jembatan yang memerlukan penanganan serius, termasuk Jembatan Wih Kanis yang hingga kini masih terbengkalai. 

Akibatnya, akses jalan bagi warga di 14 kampung masih terputus dan mereka terpaksa bergantung pada jembatan bambu darurat yang mulai rapuh.

​"Intinya, perbaikan dan normalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak demi memastikan keamanan infrastruktur dan keberlangsungan hidup masyarakat di kawasan terdampak," pungkasnya. (*)

Baca juga: Delapan Siswa SMAN 2 Bandar Bener Meriah Diterima di PTN Favorit Melalui SNBP 2026

Baca juga: Angin Puting Beliung Rusak 5 Rumah Warga di Wih Pesam Bener Meriah, Ini Nama Korbannya

Baca juga: Harga Emas di Bener Meriah Hari Ini 6 April 2026: Murni Tembus Rp 2,5 Juta

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.