TRIBUNNEWS.COM - Persaingan di papan bawah Super League 2025/2026 semakin memanas menjelang akhir musim.
Setelah pekan ke-26 Super League, sebanyak enam tim papan bawah masih terancam degradasi dengan selisih poin yang sangat tipis.
Berdasarkan klasemen terkini, PSBS Biak berada di posisi paling buncit dengan 18 poin dari 26 pertandingan.
Di atasnya, Madura United dan Semen Padang sama-sama mengumpulkan 20 poin.
Sementara di zona aman, Persis Solo (21 Poin) dan Persijap Jepara (22 poin).
Sementara itu PSM Makassar berada di posisi paling mending, duduk di peringkat 13 dengan 25 poin namun juga belum aman dari ancaman degradasi.
Jarak poin yang tipis membuat setiap pertandingan sisa menjadi krusial, dengan ancaman tiga tim terbawah bakal terdegradsi ke Liga 2 ke musim depan.
Dari keenam tim yang masih terancam degradasi, posisi PSBS Biak menjadi tim yang paling rawan saat ini.
Kekalahan telak 6-1 dari Bali United di laga pamungkas pekan ke-26, Senin (6/4/2026) malam ini menjadi bukti betapa rapuhnya PSBS Biak.
Pada laga ini, PSBS sempat unggul lebih dulu lewat gol penalti Mohcine Hassan pada menit ke-30.
Namun, Serdadu Tridatu langsung bangkit. Teppei Yachida menyamakan kedudukan pada menit ke-37, diikuti gol Joao Ferrari menit ke-40.
Di babak kedua, Bali United benar-benar ngamuk. Ferrari mencetak gol keduanya pada menit ke-48, kemudian Diego Campos (63'), Jordy Bruijn (81'), dan Boris Kopitovic (90+2') melengkapi pesta gol tuan rumah.
Kekalahan ini semakin memperburuk posisi PSBS Biak di dasar klasemen dengan 18 poin. Situasi PSBS Biak kini terlihat sangat suram karena selisih gol yang buruk dan performa inkonsisten.
Kini PSBS Biak tercatat gagal menang dalam sembilan pertandingan terakhir (7 kalah, 2 imbang).
Terakhir kali PSBS mampu menang saat mengalahkan Bhayangkara FC 4-1 pada 12 Januari 2026 silam.
Selain itu, isu soal keterlambatan gaji para pemain belakangan ini juga memperburuk situasi PSBS Biak.
Jika tam mampu bangkit di delapan pertandingan terakhir, bukan tidak mungkin PSBS Biak menjadi tim yang pertama kali terdegradsi dari Liga 1.
Baca juga: Hitung-hitungan Poin Persib Juara Super League 2025/2026: Jalan Menuju Hattrick Penuh Tantangan
Sementara itu baik Persijap dan Persis Solo berhasil sama-sama menunjukkan kebangkitan di putaran kedua ini.
Sama-sama sempat mendekam di dasar klasemen, keduanya melakukan rombakan skuad besar-besar di jeda paruh musim kemarin.
Buktinya, kini baik Persijap dan Persis mampu keluar dari zona merah namun juga masih belum aman.
Persis menunjukkan perkembangan yang paling signifikan. Tercatat tim asuhan Milomir Seslija itu kini tak terkalahkan dalam tujuh pertandingan terakhir (lima imbang, 2 menang).
Sementara itu, Persijap juga tak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir (1 menang dan empat imbang).
Menarik dinantikan, persaingan papan bawah klasemen di susa putaran kedua Super Laegue ini.
Jumat, 3 April 2026
Arema FC 1-1 Malut United
Dewa United 1-0 PSIM Yogyakarta
Sabtu, 4 April 2026
PSM Makassar 1-1 Persis Solo
Persebaya Surabaya 1-0 Persita Tangerang
Minggu, 5 April 2026
Bhayangkara FC 3-2 Persija Jakarta
Madura United 1-3 Borneo FC
Semen Padang 0-2 Persib Bandung
Senin, 6 April 2026
Persik Kediri 0-0 Persijap Jepara
Bali United 6-1 PSBS Biak


















(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)