BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Bangka Belitung menggelar program Artificial Intelligence (AI) Goes to School sebagai upaya meningkatkan literasi digital di kalangan pendidik, khususnya guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Senin (6/4/2026).
Ketua Mafindo Bangka Belitung, Suryani, mengatakan kegiatan ini bertujuan membekali para guru agar mampu memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara bijak dan bertanggung jawab dalam proses pembelajaran.
Suryani mengungkapkan kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, serta dukungan Asosiasi Pendidik dan Komunikasi (Aspikom) wilayah Bangka Belitung.
Sebanyak 65 guru PAUD dari berbagai lembaga pendidikan mengikuti pelatihan, untuk menambah gerakan literasi digital yang lebih luas.
"Program ini tidak hanya fokus pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga membangun kesadaran kritis para pendidik dalam menyaring informasi. Guru memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam membentuk budaya digital yang sehat, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga," ucapnya.
Dalam pelatihan ini, para guru mendapatkan praktik langsung mengenai cara menggunakan AI untuk menyusun materi ajar, menciptakan media pembelajaran yang menarik, serta meningkatkan efektivitas komunikasi edukatif.
"Kita menekankan pendekatan yang seimbang, antara keterampilan teknis dan pemahaman etika digital. Hal ini sejalan dengan misi organisasi untuk melawan disinformasi, sekaligus membangun ekosistem digital yang cerdas dan berkelanjutan," ucapnya.
Sementara itu Ketua Aspikom Bangka Belitung, Yuli Hidayati mengungkapkan kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah penting dalam menjawab tantangan transformasi digital.
"Melalui program ini diharapkan para guru PAUD dapat menjadi agen literasi digital yang adaptif dan kritis, serta mampu menanamkan nilai penggunaan teknologi yang bijak kepada generasi sejak usia dini," ungkap Yuli.(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)