TRIBUNNEWS.COM - Indonesia sebagai negara maritim terus memperkuat industri kemaritiman untuk menghadapi tantangan global.
Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi, maritim, dan keamanan kawasan Indo-Pasifik.
Hal ini terungkap saat pertemuan bilateral dengan Sanae Takaichi di Istana Akasaka pada Selasa, 31 Maret 2026.
Untuk memperkuat industri maritim, Indonesia juga bersiap mencatat sejarah baru melalui ajang Mermaid & Merman Indonesia yang akan digelar dalam rangka Marine Actions Expo 2026.
Kompetisi nasional ini merupakan kolaborasi antara El John Pageants dan Marine Actions Expo 2026, yang berlangsung pada 24–26 April 2026 di Balai Kartini.
Production Manager MAX 2026, Andreas Boediman, menyatakan bahwa ajang ini menjadi momentum penting dalam pengembangan industri mermaiding sebagai bagian dari ekosistem blue economy.
“Ajang ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga langkah besar untuk mengembangkan industri kreatif berbasis laut di Indonesia,” ujarnya.
Rangkaian Mermaid & Merman Indonesia akan diawali dengan sesi Wet Performance pada 23 April 2026 yang menampilkan pertunjukan bawah air dengan kombinasi teknik freediving, koreografi, dan seni visual mermaid.
Selanjutnya, Grand Final akan digelar pada 24–26 April 2026 sebagai bagian utama MAX 2026.
Untuk menjaga standar internasional, ajang ini didukung sejumlah tokoh profesional seperti Imela Kei dan Noni Pingkan Bera sebagai konsultan, serta menghadirkan juri internasional Ahke.
Mermaiding bukan sekadar hobi, tetapi perpaduan olahraga air, seni pertunjukan, dan gaya hidup premium.
Bahkan, untuk menjadi profesional, peserta membutuhkan investasi besar, termasuk kostum ekor duyung yang bisa bernilai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Sebagai bentuk apresiasi, pemenang kompetisi ini akan mendapatkan hadiah utama berupa perjalanan eksklusif 7 hari 6 malam liveaboard di Maldives.
Ajang ini diharapkan mampu membuka peluang baru di sektor pariwisata, hiburan, dan komunitas, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat inovasi industri kreatif berbasis laut.
Sementara itu, dalam pernyataan pers bersama, PM Jepang Sanae Takaichi menegaskan pentingnya kemitraan strategis Indonesia–Jepang di tengah dinamika global.
“Ini sangat baik bahwa diskusi intensif diadakan dengan Presiden Prabowo yang mencakup berbagai bidang dan konfirmasi dibuat tentang hubungan kerja sama untuk membuat kawasan ini lebih kuat dan lebih makmur,” ujarnya.
Di sektor ekonomi, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama konkret, termasuk pengembangan industri dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang teknologi.
“Dukungan berkelanjutan untuk pengembangan industri Indonesia dan kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia termasuk sektor AI,” ungkapnya.
Selain itu, kerja sama diperluas ke sektor maritim dan penanggulangan bencana.
“Sebagai dua negara maritim yang rentan terhadap bencana alam, pandangan disepakati tentang kerja sama maritim termasuk promosi industri perikanan dan penguatan kerja sama dalam manajemen risiko bencana, termasuk langkah-langkah pengendalian banjir,” tuturnya.
Di bidang pertahanan, kedua negara juga memperkuat kolaborasi untuk menjaga stabilitas kawasan.
“Kami menyambut baik bahwa setelah pertemuan 2 plus 2 tahun lalu, diskusi tentang pengaturan kerja sama pertahanan antara otoritas pertahanan sedang berlangsung. Melalui upaya-upaya ini, kedua negara kita akan bekerja sama untuk lebih mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan dan dunia,” lanjut PM Takaichi.
Kedua negara juga menegaskan pentingnya kerja sama dalam menjaga keamanan energi global.
“Dari sudut pandang keamanan energi, kedua negara kita menegaskan untuk bekerja sama secara erat,” katanya.
Dengan komitmen tersebut, Indonesia dan Jepang menunjukkan langkah konkret dalam memperkuat kemitraan strategis di kawasan Indo-Pasifik, sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan ekonomi maritim dan industri kreatif berbasis laut di masa depan.