Cegah Bahaya Ledakan, Polres Kediri Musnahkan 17 Kg Bahan Peledak dan Petasan di Aliran Sungai Kelud
Sudarma Adi April 07, 2026 12:14 AM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Isya Anshori

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Jajaran Polres Kediri bersama Unit Komposit Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur memusnahkan bahan peledak dan ratusan petasan di aliran sungai bekas lahar Gunung Kelud, tepatnya di Desa Plosokidul Kecamatan Plosoklaten, Senin (6/4/2026).

Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah potensi ledakan yang membahayakan masyarakat.

Ratusan Petasan tersebut disita selama operasi Pekat Semeru yang dilaksanakan saat bulan Ramadan 2026 kemarin.

Sejak pagi hari, aparat kepolisian telah bersiaga di lokasi pemusnahan. Sejumlah personel dari berbagai polsek jajaran, di antaranya Plemahan, Papar, Gurah dan Wates, turut dilibatkan dalam pengamanan kegiatan tersebut.

Baca juga: Pemkot Kediri Bangun Semangat Baru, Fokus Tingkatkan Layanan Publik

Hasil Operasi Pekat Semeru Ramadhan 2026

Lokasi pemusnahan dipilih di area aliran sungai yang relatif jauh dari permukiman warga. Hal ini dilakukan untuk memastikan proses pemusnahan berlangsung aman dan tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat sekitar.

Sebelum proses pemusnahan dilakukan, petugas memberikan pengarahan teknis serta melakukan sterilisasi area. Warga yang berada di sekitar lokasi juga diminta menjauh guna menghindari potensi bahaya.

Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Joshua Peter Krisnawan mengatakan bahwa pemusnahan ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah.

"Pada hari ini kami melaksanakan pemusnahan sebanyak 17 kilogram bahan peledak dan 235 petasan yang siap meledak," katanya.

Joshua menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menekan angka kejadian ledakan yang dapat merugikan masyarakat, baik secara materi maupun keselamatan jiwa.

"Ini merupakan bentuk keseriusan dan komitmen kami untuk menghadirkan rasa aman dan nyaman di wilayah hukum Polres Kediri," tegasnya.

Joshua berharap, dengan langkah preventif yang dilakukan secara masif, ke depan tidak ada lagi kejadian ledakan akibat bahan peledak maupun petasan.

"Harapannya ke depan bisa zero accident dan incident terkait bahan peledak maupun petasan," imbuh Joshua.

Baca juga: Ular Bersembunyi di Mesin Mobil Warga Kediri, Damkar Lakukan Evakuasi

Selain penindakan, Polres Kediri juga terus mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui sosialisasi kepada masyarakat. Pihaknya menggandeng tokoh masyarakat, tokoh agama, serta peran keluarga dalam mengawasi penggunaan petasan.

"Beberapa kejadian melibatkan anak di bawah umur. Ini menjadi perhatian serius dan perlu peran bersama, termasuk orang tua," jelasnya.

Kepolisian juga akan meningkatkan patroli di titik-titik rawan serta melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran yang berkaitan dengan bahan peledak ilegal.

"Selain sosialisasi, kami juga melakukan patroli dan penegakan hukum sebagai bentuk komitmen serius kami," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.