WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG – Suasana di Terminal 3 Keberangkatan Internasional Bandara Soekarno-Hatta berubah mencekam pada Senin (6/4/2026) siang.
Hujan dengan intensitas ekstrem yang mengguyur wilayah Kota Tangerang memicu jebolnya plafon di area Boarding Lounge Gate 7.
Hal ini mengejutkan ratusan penumpang yang tengah menunggu jadwal penerbangan.
Baca juga: Bandara Soetta Siapkan 4 Posko Terpadu, 15 Ribu Personel Kawal Mudik Lebaran 2026
Peristiwa ini bermula sekira pukul 13.30 WIB ketika petugas Aviation Security (Avsec) mendeteksi tetesan air dari langit-langit gedung.
Beruntung, kesigapan petugas dalam mensterilkan area di bawah plafon yang bocor berhasil mencegah timbulnya korban jiwa.
Tak lama setelah penumpang dipindahkan, material atap ambruk dan menumpahkan air dalam volume besar ke lantai terminal, merendam barang-barang milik pelaku usaha di lokasi tersebut.
"Kami menerima informasi plafon bocor dan langsung meminta area disterilkan. Penumpang diminta pindah lebih dulu sebelum plafon akhirnya ambruk," ungkap Asisten Deputi Komunikasi dan Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudis Tiawan, Senin (6/4/2026).
Lalu Lintas Udara Lumpuh Sesaat
Dampak cuaca buruk ini ternyata jauh lebih luas.
Sebanyak 31 jadwal penerbangan terdampak, di mana 10 pesawat terpaksa dialihkan (divert) ke bandara lain seperti Yogyakarta, Palembang, Semarang, Lampung, hingga Changi Singapura.
Bahkan, satu penerbangan internasional dilaporkan melakukan Return To Base (RTB) karena kondisi landasan yang tidak memungkinkan untuk pendaratan.
Baca juga: Rute Baru Transjakarta Rute Blok M-Bandara Soetta, Beroperasi Mulai Pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB
General Manager Airnav Indonesia JATSC, Widodo, menjelaskan bahwa pihaknya harus menerapkan strategi holding di delapan titik langit Jabodetabek.
"Kami memberlakukan pre-departure clearance secara berkala untuk memberi ruang bagi pesawat yang sedang berputar di atas langit Jakarta agar bisa mendarat dengan aman," jelasnya.
Meski sempat terjadi kekacauan jadwal, pihak Angkasa Pura memastikan area terdampak di Gate 7 telah dibersihkan dan operasional bandara kini berangsur kondusif.
Ketangkasan petugas ATC dan tim operasional darat menjadi kunci dalam memastikan keselamatan ribuan penumpang di tengah cuaca ekstrem yang melanda gerbang utama Indonesia tersebut.