AS Ancam Serangan Terbesar ke Iran Jelang 'Deadline' Trump soal Buka Hormuz
GH News April 07, 2026 03:08 AM
Jakarta -

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mengatakan serangan AS terhadap Iran akan mencapai volume tertinggi dalam waktu dekat. Serangan itu akan meningkat esok hari mendekati tenggang waktu atau deadline 48 jam pembukaan Selat Hormuz yang sempat dilontarkan Presiden AS Donald Trump.

Dilansir , Selasa (7/4/2026), Hegseth mengatakan pasukan AS akan melakukan lebih banyak serangan terhadap Iran pada Senin waktu setempat. Serangan itu disebut merupakan terbesar sejak perang dimulai.

"Hari ini akan menjadi volume serangan terbesar sejak hari pertama operasi ini," kata Hegseth, mengulangi klaim yang telah ia buat beberapa kali sepanjang perang.

Ia menyebut serangan direncanakan ditingkatkan lebih lanjut pada keesokannya.

"Besok, bahkan lebih dari hari ini. Saat itu Iran punya pilihan," katanya.

Ultimatum Trump

Trump sebelumnya mengatakan Iran memiliki waktu 48 jam untuk membuka Selat Hormuz. Trump mengancam Iran akan menghadapi neraka jika tidak membuat kesepakatan.

"Ingat ketika saya memberi Iran sepuluh hari untuk MEMBUAT KESEPAKATAN atau MEMBUKA SELAT HORMUZ," tulis Trump di platform Truth Social miliknya, seperti dilansir AFP, Sabtu (4/4).

"Waktu hampir habis -- 48 jam sebelum semua Neraka akan menimpa mereka," kata Trump, menambahkan: "Segala kemuliaan bagi TUHAN!"

Trump awalnya mengancam pada 21 Maret untuk "menghancurkan" pembangkit listrik Iran, dimulai dengan yang terbesar di negara itu, "jika Iran tidak SEPENUHNYA MEMBUKA, TANPA ANCAMAN, Selat Hormuz, dalam waktu 48 JAM."

Namun, dua hari kemudian, ia mengatakan bahwa "percakapan yang sangat baik dan produktif" sedang dilakukan dengan otoritas Iran. Dia kemudian menunda serangan terhadap pembangkit listrik selama lima hari.

Ia kemudian kembali menunda tenggat waktu tersebut, hingga berakhir pada pukul 20.00 Senin (00.00 GMT Selasa) mendatang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.