Pemerintah saat ini berupaya mengoptimalkan seluruh rantai produksi pertanian dari hulu hingga hilir, termasuk pemanfaatan teknologi modern

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka memuji sejumlah kelompok tani di Desa Mata Air, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, setelah mendengar laporan hasil garapan mereka disalurkan untuk menjadi bahan baku Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah setempat.

Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Kupang, Senin (6/4), Wapres Gibran turut menemui kelompok tani, yaitu Komunitas Petani Millenial, yang terdiri atas Kelompok Tani Pemuda Sulamanda, dan Kelompok Wanita Tani Cinta Kasih di Agroeduwisata GMIT (Gereja Masehi Injili di Timor) Tarus di Desa Mata Air.

“Tadi saya lihat hasil panen sudah disuplai untuk MBG. Jadi kan untuk offtaker-nya (pembeli hasil panen tetap, red.) sudah jelas, ya, nanti digunakan untuk MBG, termasuk yang perikanan ini disuplai juga,” kata Wapres Gibran saat sesi dialog dengan sejumlah petani sebagaimana dikutip dari siaran resmi Sekretariat Wakil Presiden yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Oleh karena itu, di hadapan para petani, Wapres Gibran meminta Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena untuk ikut mencari solusi atas kendala-kendala yang dialami petani sehingga mereka dapat menjaga besaran dan kualitas hasil panen.

"Jadi nanti PR kita, Pak Gubernur, ya, kita akan tambah alat-alatnya sesuai kebutuhan,” ujar Gibran.

Di tempat yang sama, salah satu petani, Nathalie Marlinche, menyampaikan secara langsung kendala yang dihadapi oleh para petani di Desa Mata Air, di antaranya yaitu keterbatasan air dan penggunaan alat yang masih cukup sederhana dalam pengelolaan lahan.

“Yang pertama, yaitu terkait penyediaan air untuk kami menyiram. Biasanya kami menggunakan dengan cara airnya dipikul. Kemudian yang kedua, yaitu terkait proses pengelolaan lahan yang dimana kami juga masih menggunakan alat sederhana seperti pacul,” ujar Nathalie.

Usai mendengar keluhan dari para petani, Gibran menekankan pemerintah saat ini berupaya mengoptimalkan seluruh rantai produksi pertanian dari hulu hingga hilir, termasuk pemanfaatan teknologi modern.

Akan kita pikirkan dari A sampai Z. Jadi masalah air, masalah benih, bibit, masalah pupuk dan juga yang paling penting peralatan modernnya. Jadi kita nggak bisa lagi pakai tenaga, alat-alat manual, nanti kerja keras kita terbuang,” tegasnya.

“Bapak, Ibu, sekarang kan fokusnya Pak Presiden ada swasembada pangan dan swasembada energi. Jadi Pak Presiden pesan ke kita, produksi pertanian itu benar-benar ingin digenjot,” kata Gibran.