Dharmasraya Catat Pertumbuhan Ekonomi 2025 di Atas Sumbar, Pengangguran dan Kemiskinan Turun
Rahmadi April 07, 2026 10:02 AM

TRIBUNPADANG.COM, DHARMASRAYA - Kabupaten Dharmasraya mencatat lompatan signifikan dalam capaian ekonomi sepanjang tahun 2025. Data terbaru menunjukkan indikator makro daerah ini berhasil melampaui rata-rata pencapaian Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Prestasi ini terungkap dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 yang digelar meriah di Pulau Punjung, Senin (6/4/2026).

Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar, Medi Iswandi, yang hadir langsung memberikan apresiasi setinggi langit atas kinerja moncer tersebut.

Data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sebuah fenomena menarik. Dharmasraya yang pada tahun 2024 masih memiliki beberapa rapor merah di bawah rata-rata provinsi, kini justru berbalik unggul dan meninggalkan daerah lain di Sumatera Barat.

"Capaian makro pembangunan Dharmasraya tahun 2025 sangat menggembirakan. Ini layak menjadi perhatian publik karena mereka berhasil melampaui rata-rata provinsi di hampir semua indikator penting," ujar Medi Iswandi dilansir resmi, Selasa (7/4/2026).

Baca juga: Akses Sembilan Koto Dharmasraya Terbuka, Material Longsor Berhasil Dibersihkan dan Listrik Pulih

Jika menilik ke belakang, pada tahun 2024, Dharmasraya masih terseok-seok pada tiga indikator utama.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) kala itu mencapai 6,02 persen, sementara pertumbuhan ekonomi hanya nangkring di angka 3,86 persen—keduanya masih kalah dari angka rata-rata provinsi.

Namun, hanya dalam waktu satu tahun, peta kekuatan ekonomi berubah total. Memasuki tahun 2025, Dharmasraya tancap gas dengan lima indikator makro yang kini berada di atas rata-rata Sumatera Barat. Sebuah transformasi yang dinilai sangat progresif.

Salah satu yang paling mencolok adalah penurunan angka kemiskinan. Dari semula 5,32 persen, kini turun menjadi 4,61 persen. Angka ini jauh lebih baik dibandingkan rata-rata kemiskinan di tingkat provinsi Sumatera Barat yang berada di kisaran 5,31 persen.

Tak hanya itu, masalah pengangguran juga berhasil ditekan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Dharmasraya kini hanya 5,51 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa lapangan kerja di Dharmasraya terbuka lebih lebar dibandingkan rata-rata daerah lain di Sumatera Barat.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Sumbar 7 April hingga Pukul Pukul 09.00 WIB, Pasaman Barat Diguyur Hujan Lebat

Sektor pertumbuhan ekonomi juga menjadi sorotan. Saat daerah lain di Sumatera Barat cenderung mengalami perlambatan akibat faktor bencana, ekonomi Dharmasraya justru tumbuh solid di angka 3,79 persen, melampaui angka provinsi yang hanya sebesar 3,37 persen.

Kesejahteraan warga pun otomatis naik kelas. Pendapatan per kapita masyarakat Dharmasraya kini tembus di angka Rp62 juta per tahun.

Angka ini meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya Rp58,7 juta, menandakan daya beli masyarakat yang semakin kuat.

Meski hampir menyapu bersih keunggulan, Bupati Annisa Suci Ramadhani mengakui masih ada pekerjaan rumah (PR) besar, yakni Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Walau naik ke angka 75,70, nilai ini masih sedikit di bawah rata-rata provinsi.

Menanggapi tantangan ke depan, Bupati Annisa Suci Ramadhani menyatakan telah menyiapkan jurus jitu untuk target tahun 2027. Apalagi, kebutuhan anggaran pembangunan diprediksi mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp2 triliun.

Bupati Annisa menekankan akan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor-sektor raksasa seperti pertambangan dan perkebunan korporasi. Selain itu, penguatan BUMD di sektor pangan dan pengolahan sawit akan menjadi mesin uang baru bagi daerah.

"Kami optimistis dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan sektor swasta, tren positif ini bisa kita jaga. Fokus kita adalah pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar yang berdampak langsung pada rakyat," pungkasnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.