Berita Populer Palangka Raya, CJH Kota Mulai Berangkat Akhir April 2026, Kesiapan 99 Persen
Sri Mariati April 07, 2026 10:19 AM

2 Pekan Harga Cabai di Palangka Raya Bertahan Diangka Rp100 Ribu per Kg, Pembeli Kurangi Belanja



 

MELAYANI - Pedagang melayani pembeli di lapak cabai Pasar Besar Palangka Raya, Senin (6/4/2026). Dua pekan usai Lebaran, harga cabai masih tinggi dan belum stabil.
MELAYANI - Pedagang melayani pembeli di lapak cabai Pasar Besar Palangka Raya, Senin (6/4/2026). Dua pekan usai Lebaran, harga cabai masih tinggi dan belum stabil.(Tribunkalteng.com/Arai Nisari)

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Dua pekan setelah Lebaran, harga cabai di Pasar Besar Palangka Raya masih bertahan tinggi dan belum menunjukkan kestabilan, Senin (6/4/2026).

Pantauan di lapangan, harga cabai mengalami fluktuasi dalam beberapa hari terakhir. Sempat turun setelah Lebaran, harga kembali naik di sejumlah jenis dan hingga kini masih berada di kisaran tinggi.

Cabai rawit merah misalnya, saat ini dijual sekitar Rp100.000 per kilogram. Sementara cabai rawit hijau berada di kisaran Rp 80.000 per kilogram, dan cabai merah keriting sekitar Rp60.000 per kilogram.

Salah satu pedagang sayur di Pasar Besar, Rian (28), mengatakan kondisi tersebut sudah terjadi sejak usai Lebaran dan belum stabil hingga sekarang.

“Habis Lebaran ini naik turun. Sempat turun, sekarang naik lagi. Jadi belum stabil,” ujarnya.


Baca Selengkapnya



Sidang Praperadilan Yetri Ludang, Kuasa Hukum Yakin Ada Pelanggaran Prosedur Penggeledahan



 

MEMBERIKAN KETERANGAN - Saksi dari termohon saat memberikan keterangan pada sidang pra peradilan kasus korupsi pada Pascasarjana UPR, Senin (6/4/2026).
MEMBERIKAN KETERANGAN - Saksi dari termohon saat memberikan keterangan pada sidang pra peradilan kasus korupsi pada Pascasarjana UPR, Senin (6/4/2026).(Tribunkalteng.com/Ahmad Supriandi)

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Sidang lanjutan praperadilan terkait sah atau tidaknya perolehan barang bukti dalam dugaan perkara Korupsi Pascasarjana Universitas Palangka Raya (UPR) kembali digelar di Pengadilan Negeri Palangka Raya, Senin (6/4/2026).

Agenda sidang kali ini mendengarkan keterangan saksi dari pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Palangka Raya selaku termohon. 

Dua saksi yang dihadirkan berasal dari unsur Lurah Palangka dan Satuan Pengawas Internal (SPI) UPR.

Dalam sidang ini, pihak pemohon, Yetri Ludang yang merupakan tersangka sekaligus mantan Direktur Pascasarjana UPR periode 2018–2022.

Kuasa hukum Yetri Ludang, Jeplin M Sianturi, menyoroti keterangan saksi yang dinilai justru menguatkan dalil permohonannya, terutama terkait prosedur penggeledahan yang dilakukan penyidik pada 21 Februari lalu.


Baca Selengkapnya



Jemaah Haji Berangkat Akhir April di Tengah Konflik Timur Tengah, Pemko Palangka Raya Siapkan Bus



 

RAPAT - Suasana rapat koordinasi persiapan pemberangkatan jemaah haji Kota Palangka Raya, Senin (6/4/2026). Sejumlah instansi membahas kesiapan bus, kesehatan jemaah, hingga pengaturan pengantar menjelang keberangkatan akhir April.
RAPAT - Suasana rapat koordinasi persiapan pemberangkatan jemaah haji Kota Palangka Raya, Senin (6/4/2026). Sejumlah instansi membahas kesiapan bus, kesehatan jemaah, hingga pengaturan pengantar menjelang keberangkatan akhir April.(Tribunkalteng.com/Arai Nisari)

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Sebanyak 296 calon jemaah haji asal Palangka Raya, dijadwalkan mulai berangkat pada akhir April 2026 menuju Tanah Suci.

Keberangkatan tersebut terbagi dalam tiga kelompok terbang (kloter), yakni kloter 5, 7, dan 8.

Untuk kloter 5, sebanyak 192 jemaah akan diberangkatkan menggunakan lima unit bus menuju asrama haji embarkasi Banjarmasin pada 29 April 2026, sebelum melanjutkan penerbangan ke Tanah Suci pada 30 April 2026.

Sementara itu, kloter 7 yang terdiri dari 102 jemaah akan diberangkatkan menggunakan tiga unit bus, dengan jadwal masuk asrama pada 2 Mei 2026 dan berangkat pada 3 Mei 2026.

Adapun dua jemaah pada kloter 8 akan digabung dengan kloter 7 saat keberangkatan menuju embarkasi.


Baca Selengkapnya



Kesiapan Jemaah Haji Palangka Raya 99 Persen, Ini Opsi Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah



 

WAWANCARA - Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Palangka Raya, Ahmad Fauzi, saat diwawancarai usai rapat persiapan pemberangkatan jemaah haji di Kantor Wali Kota Palangka Raya, Senin (6/4/2026).
WAWANCARA - Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Palangka Raya, Ahmad Fauzi, saat diwawancarai usai rapat persiapan pemberangkatan jemaah haji di Kantor Wali Kota Palangka Raya, Senin (6/4/2026).(Tribunkalteng.com/Arai Nisari)

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Kesiapan calon jemaah haji asal Palangka Raya, untuk keberangkatan tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi disebut telah mencapai 99 persen.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Palangka Raya Ahmad Fauz mengatakan, seluruh tahapan persiapan telah dilalui oleh jemaah, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pelunasan biaya, hingga bimbingan manasik dan vaksinasi.

“Persiapan kita sudah 99 persen. Mulai dari pemeriksaan kesehatan, pelunasan, manasik, sampai vaksinasi sudah berjalan. Jadi tinggal menunggu keberangkatan saja,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Untuk wilayah Kalimantan Tengah, jumlah jemaah haji tercatat sebanyak 1.559 orang, sementara dari Kota Palangka Raya sebanyak 296 jemaah.

Meski kesiapan telah hampir rampung, pihaknya menyampaikan sejumlah opsi yang telah disiapkan sebagai antisipasi kemungkinan yang dapat memengaruhi perjalanan jemaah, seiring dinamika situasi di kawasan Timur Tengah.


Baca Selengkapnya



Jemaah Haji Bisa Gagal Berangkat, Kemenhaj Palangka Raya Ingatkan Pentingnya Pengobatan TBC



 

WAWANCARA - Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Palangka Raya, Ahmad Fauzi, saat diwawancarai usai rapat persiapan pemberangkatan jemaah haji di Kantor Wali Kota Palangka Raya, Senin (6/4/2026).
WAWANCARA - Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Palangka Raya, Ahmad Fauzi, saat diwawancarai usai rapat persiapan pemberangkatan jemaah haji di Kantor Wali Kota Palangka Raya, Senin (6/4/2026).(Tribunkalteng.com/Arai Nisari)

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Jemaah haji berisiko gagal berangkat meski telah dinyatakan sembuh, jika tidak menuntaskan pengobatan, khususnya bagi penderita tuberkulosis (TBC).

Hal ini menjadi perhatian dalam persiapan haji 2026 di Kota Palangka Raya, menyusul adanya kasus jemaah yang tertunda keberangkatannya pada tahun sebelumnya.

Baca juga: Pembangunan Jembatan Garuda, Waket I DPRD Kotim Juliansyah: Permudah Akses Sekolah-Ekonomi Warga

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Palangka Raya, Ahmad Fauzi, mengatakan kasus tersebut terjadi karena jemaah tidak melanjutkan pengobatan hingga tuntas, meski hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi sudah negatif.

“Tahun lalu memang ada yang tertunda berangkat karena tidak menuntaskan pengobatan karena obatnya tertinggal. Ini jadi evaluasi bagi kita,” ujarnya usai rapat persiapan pemberangkatan haji, Senin (6/4/2026).


Baca Selengkapnya



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.