Baca juga: SPPG di Balikpapan Disetop Sementara, Wawali Bagus Susetyo Tekankan Kewajiban IPAL dan Higienisitas
1. Enam SPPG Kukar Dihentikan Sementara, Sekda Sunggono Ungkap Penyebabnya
SPPG Kukar dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN) setelah hasil inspeksi menemukan ketidaksesuaian standar instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Kebijakan ini tertuang dalam surat bernomor 1204/D.TWS/3/2026.
Penghentian operasional ini menyasar enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.
Hasil Inspeksi dan Temuan
Langkah penghentian diambil setelah inspeksi menunjukkan bahwa sejumlah SPPG belum memenuhi standar teknis pengolahan limbah yang dipersyaratkan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Satgas MBG Kukar, membenarkan adanya penghentian tersebut.
“Iya, memang ada penghentian sementara. Dari enam SPPG tersebut, memang ada yang belum memiliki instalasi IPAL sesuai standar yang ditetapkan,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, pada tahap awal pelaksanaan program, regulasi terkait pengolahan air limbah masih berkembang.
Namun demikian, seluruh pengelola SPPG sebenarnya telah diingatkan untuk memenuhi kewajiban tersebut sejak awal.
“Memang dari awal sudah diinformasikan bahwa setiap SPPG harus memiliki IPAL. Tapi ada yang belum menyelesaikan, atau desain awalnya belum menyesuaikan dengan ketentuan terbaru. Saat inspeksi, keenamnya dinyatakan belum memenuhi kaidah SPAL,” jelasnya.
Dampak pada Layanan Gizi
Terkait dampak penghentian, Sunggono menegaskan bahwa distribusi layanan pemenuhan gizi tidak dapat dialihkan ke SPPG lain.
Hal ini disebabkan setiap SPPG telah memiliki wilayah layanan dan target masing-masing, seperti di Tenggarong, Loa Kulu, hingga Muara Badak.
“Tidak bisa dialihkan ke SPPG lain karena masing-masing sudah punya target dan wilayah layanan. Ada persyaratan teknis yang harus dipenuhi,” katanya.
Kondisi ini berpotensi memengaruhi sementara distribusi layanan gizi kepada penerima manfaat di wilayah terdampak.
Tanggung Jawab Mitra
Sunggono juga menegaskan bahwa persoalan ini tidak berkaitan dengan kinerja pejabat pengelola SPPG.
Ia menyebut penyediaan fasilitas dapur dan IPAL merupakan tanggung jawab pihak mitra atau yayasan yang bekerja sama dalam pelaksanaan program.
“Yang bertanggung jawab adalah mitra atau yayasan, bukan pengelola dari BGN,” tegasnya.
Upaya Perbaikan dan Evaluasi
Penghentian operasional bersifat sementara hingga perbaikan fasilitas dilakukan sesuai standar yang berlaku.
Pemerintah Kabupaten Kukar melalui Satgas MBG akan terus melakukan pendampingan dan evaluasi terhadap proses perbaikan.
Jika seluruh persyaratan telah dipenuhi, operasional SPPG dapat kembali berjalan setelah melalui proses verifikasi.
“Nanti perbaikannya didokumentasikan, dilaporkan melalui portal, lalu ada tim penilai dan asistensi. Satgas juga akan turun langsung memastikan semuanya sudah sesuai ketentuan,” katanya.
2. Enam Fakta Kecelakaan yang Tewaskan Pelajar SMA di Balikpapan, Laka Libatkan Motor, Mobil dan Truk
Pelajar SMA Negeri 6 Balikpapan, Dimas Satria Bintoro (17) meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Soekarno Hatta, Km 7, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (6/4/2026) sekitar pukul 06.40 Wita.
Dari pantauan TribunKaltim.co di lokasi kejadian, Dimas Satria Bintoro mengendarai sepeda motor Honda CBR hendak berangkat ke sekolah mengenakan seragam putih abu-abu.
Usai kecelakaan, Dimas Satria Bintoro sempat dibawa ke Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD).
Namun, setibanya di RSKD Dimas Satria Bintoro sudah dalam kondisi meninggal dunia atau Death on Arrival (DoA).
Fakta Kecelakaan Maut di Balikpapan hari ini, Senin (6/4/2026)
Berikut sejumlah fakta yang dirangkum dari penelusuran jurnalis TribunKaltim.co:
Kasatlantas Polresta Balikpapan, Kompol MD Djauhari menyebutkan kecelakaan di Jalan Soekarno-Hatta Balikpapan hari ini, Senin (6/4/2026) melibatkan tiga kendaraan.
“Peristiwa ini melibatkan sepeda motor, mobil Daihatsu Sigra, dan truk Mitsubishi Fuso,” ujarnya.
Ia memaparkan, sebelum kejadian korban melaju dari arah Samarinda menuju Balikpapan.
Setibanya di lokasi, korban mencoba mendahului kendaraan truk yang berada di depannya dengan mengambil jalur kanan.
Namun, pada saat bersamaan, dari arah berlawanan datang mobil Daihatsu Sigra sehingga kecelakaan tidak dapat dihindari.
“Pengendara motor diduga kurang berkonsentrasi dan mengambil jalur yang bukan peruntukannya. Korban sempat terjatuh sebelum akhirnya membentur kendaraan dari arah berlawanan,” jelasnya.
Akibat kecelakaan tersebut, korban meninggal dunia. Sementara itu, tidak ada korban luka dari pengendara lain, dengan kerugian material diperkirakan sekitar Rp2 juta.
Kompol MD Djauhari juga menyebut kondisi jalan di lokasi kejadian berupa jalan beraspal dengan dua jalur tanpa median, berada di kawasan permukiman, dengan arus lalu lintas sedang.
Saat kejadian, cuaca dalam kondisi cerah.
Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta mengamankan barang bukti.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berkendara dan tidak memaksakan diri mendahului kendaraan di lokasi yang tidak memungkinkan,” katanya.
Kepala Instalasi Kedokteran Kehakiman RSKD Balikpapan, dr. Heryadi Bawono Putro, Sp.FM, melalui hasil pemeriksaan luar menjelaskan korban datang ke rumah sakit dalam kondisi Death on Arrival (DOA).
“Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, korban merupakan laki-laki usia 17 tahun lebih, dengan sejumlah luka akibat benturan keras,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan berbagai luka pada tubuh korban, terutama di bagian kepala dan wajah. Di antaranya luka lecet disertai memar di dahi kanan, bawah alis kanan, serta pipi kanan.
Selain itu, korban juga mengalami patah tulang pada hidung, rahang atas, dan rahang bawah. Bahkan, terdapat tanda patah tulang pada lengan kanan atas serta paha kanan atas.
“Ditemukan juga luka memar dan lecet pada bagian leher hingga bahu kiri, serta luka pada bibir bagian luar dan dalam,” jelasnya.
Wali kelas XI G SMA Negeri 6 Balikpapan, Adnan Hasan Basri, mengaku sangat terkejut saat pertama kali menerima kabar duka tersebut. Ia bahkan mendapat telepon langsung dari ibu korban saat hendak berangkat ke sekolah.
“Saya shock, pagi ibunya telepon sambil nangis menanyakan apakah Dimas sudah sampai sekolah. Saya bilang belum tahu karena saya juga baru mau berangkat,” ungkapnya.
Setibanya di sekolah, Adnan memastikan kepada teman-teman sekelas bahwa korban memang belum hadir. Kecurigaan muncul setelah ia mendengar informasi adanya kecelakaan di kawasan KM 7.
“Saya dengar ada kecelakaan, lalu saya tanya ciri-cirinya. Katanya pakai almamater biru donker dan motor CBR merah. Saya langsung konfirmasi ke ibunya, dan benar Dimas berangkat pakai motor itu,” jelasnya.
Adnan kemudian langsung menuju rumah sakit untuk memastikan kondisi korban.
“Saya ke rumah sakit dan memastikan, ternyata benar itu Dimas, anak kami,” ujarnya dengan nada sedih.
Dimas dikenal sebagai sosok siswa yang baik, ceria, dan aktif di sekolah. Ia juga tercatat sebagai anggota OSIS serta pernah mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN), khususnya di bidang Matematika atau Informatika.
“Anaknya baik, tidak pernah punya masalah yang aneh-aneh. Dia juga aktif di sekolah dan bergaul dengan teman-temannya,” tambah Adnan.
Sebelum kejadian, tidak ada tanda-tanda atau firasat aneh yang ditunjukkan korban. Dimas tetap menjalani aktivitas seperti biasa dengan penuh keceriaan.
Dimas Satria Bintoro dimakamkan di TPU Km 15 Balikpapan, Senin (6/4/2026) setelah dhuhur sekitar pukul 13.07 Wita.
Tangis keluarga pecah saat prosesi berlangsung.
Ibunda Dimas terdengar berulang kali memanggil anaknya dengan suara lirih penuh kesedihan.
“Yah, anak kita… yah, mau lihat anak kita,” ucapnya sambil menangis.
Sementara itu, ayah Dimas terlihat turun langsung ke liang lahat.
3. DPRD Kota Soroti Kinerja PDAM Balikpapan, dari Sambungan Rumah hingga SDM Titipan
Kinerja Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) kembali menjadi sorotan, terutama dalam hal penambahan sambungan rumah (SR) yang dinilai belum optimal.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono setelah mendengarkan paparan Wali Kota Balikpapan saat kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) 2027.
Cakupan layanan SR di Balikpapan yang baru mencapai 79 persen menjadi tantangan besar dari keinginan pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan yang mengejar capaian hingga 99 persen pada 2027.
“Yang jadi pertanyaan, kan bahan bakunya belum tercukupi. Karena saat ini kita hanya bergantung Waduk Manggar, Bendungan Teritip dan beberapa sumur dalam,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Belum lagi, kondisi jaringan distribusi juga menjadi perhatian. Bahwa masih banyak pipa yang telah berusia tua dan rawan keropos, sehingga dapat mengurangi efisiensi distribusi air ke pelanggan.
Budiono menilai, target ambisius tersebut menghadapi tantangan serius, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga menyangkut fondasi manajemen yang perlu segera dibenahi.
“PDAM (PTMB) harus evaluasi diri,” tandasnya.
Ia menyoroti dua aspek penting, yakni terkait kualitas layanan air yang belum konsisten, dan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dalam lingkup internal.
Budiono membeberkan informasi dari serikat buruh mengenai proses rekrutmen karyawan yang dinilai tidak transparan.
Menurutnya, praktik penerimaan karyawan tanpa mekanisme terbuka berpotensi menurunkan profesionalisme di tubuh perusahaan.
Ia menilai pembenahan SDM menjadi kunci penting untuk memperbaiki kinerja secara keseluruhan.
“Yang saya lihat belum profesional, dalam tanda kutip ada titipan. Artinya ini soal manajemen dan SDM,” ucapnya.
Budiono berharap agar PDAM Balikpapan segera membenahi profesionalisme SDM melalui proses rekrutmen yang transparan dan berbasis kualifikasi, guna memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat Balikpapan berjalan optimal.
Baca juga: PDAM Balikpapan Siapkan Penggiliran Air, Hadapi Kemarau Panjang dan Debit Air Waduk Manggar Menyusut
(TribunKaltim.co/Patrick Vallery Sianturi/Dwi Ardianto/Ary Nindita Intan RS)