Sebagian Truk Sampah di Samarinda Telah Dipasang GPS, DLH Target Efisiensi BBM 10 Persen
Nur Pratama April 07, 2026 10:19 AM

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda mulai menerapkan sistem pemantauan berbasis GPS pada armada truk angkutan sampah sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional, khususnya dalam penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Samarinda, Muhammad Taufiq Fajar, menjelaskan bahwa selama ini setiap unit truk telah memiliki alokasi BBM yang berbeda, yang dihitung berdasarkan jarak tempuh dari Tempat Penampungan  Sementara (TPS) menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Sambutan.

“Kenapa harus ada aplikasi ini yaitu sebagai bentuk tanggung jawab DLH dalam melakukan pemantauan dan pengawasan pelaksanaan kegiatan pengangkutan sampah. Terutama ditengah kondisi fiskal pemerintah daerah pada saat ini, maka DLH berupaya melaksanakan pengangkutan sampah secara efektif dan efisien,” ujarnya Selasa (7/4/2026). 

Baca juga: Pemkot Samarinda Siapkan GPS untuk Truk Sampah, Bidik Efisiensi BBM dan Transparansi Operasional

Ia menegaskan bahwa jumlah armada dan pengemudi yang cukup besar membuat pengawasan secara manual tidak lagi memungkinkan dilakukan secara optimal.

Sebagaimana diketahui bahwa saat ini DLH memiliki 73 unit truk dan 89 sopir, maka dengan jumlah sebanyak itu mustahil pengawasan dilakukan secara manual. 

“Maka dibutuhkan GPS Tracker tadi sebagai salah satu program kami di DLH untuk mentransformasikan pola kerja manual yg selama ini berjalan menjadi digital,” jelasnya.

Untuk mendukung pengembangan sistem tersebut, DLH telah melakukan koordinasi awal dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bersama Tim Walikota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), termasuk menyiapkan kebutuhan data sebagai dasar perancangan aplikasi.

Sebagai langkah jangka pendek, DLH juga telah bekerja sama dengan pihak penyedia perangkat GPS Tracker.

Hingga akhir Maret 2026, pemasangan perangkat tersebut, termasuk sensor BBM, telah mencapai hampir 50 persen dari total armada yang dimiliki.

“Sambil menunggu Diskominfo menyiapkan aplikasi tersebut kami untuk jangka pendek telah bekerjasama dengan vendor perangkat GPS Tracker. Kerja sama ini juga menjadi benchmark serta gambaran untuk Diskominfo mengenai kebutuhan aplikasi yang akan dibuat untuk DLH,” terangnya.

DLH menargetkan, setelah seluruh armada terpasang sistem GPS dan sensor BBM, efisiensi penggunaan bahan bakar dapat ditekan hingga minimal 10 persen. Namun, besaran penghematan secara nominal belum dapat dipastikan karena fluktuasi harga BBM jenis Dexlite.

“Jika sudah terinstalasi di seluruh unit DLH maka kami targetkan paling tidak 10 persen BBM bisa kita efisiensikan. Secara angka rupiah kami tidak bisa menyebutkan karena harga Dexlite mengalami perubahan setiap bulannya,” pungkasnya. (*)

 

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.