Cegah 'Curi Start' Keluar Daerah, Pemprov Jambi Buka Opsi WFH ASN Tiap Rabu
Darwin Sijabat April 07, 2026 11:11 AM

 

TRIBUNJAMBI.COM - Pemerintah Provinsi Jambi tengah menseriusi kajian penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Menariknya, Gubernur Jambi Al Haris mengisyaratkan hari Rabu menjadi opsi yang lebih kuat dibandingkan hari Jumat.

Hal itu dilakukannya untuk menghindari potensi ASN yang "curi start" berlibur ke luar daerah.

Gubernur Al Haris menjelaskan pemilihan hari kerja untuk WFH ini sangat krusial guna memastikan kedisiplinan pegawai tetap terjaga. 

Al Haris tidak ingin kebijakan ini justru disalahgunakan untuk memperpanjang waktu akhir pekan di luar kota.

“Kalau Jumat, saya khawatir nanti pejabat keluar daerah semua karena weekend. Tapi kalau Rabu, juga perlu kita pertimbangkan. Ini sedang kita atur,” tutur Al Haris, Senin (6/4/2026).

Pantau Posisi ASN Lewat GPS dan Absen Digital

Untuk mengantisipasi ASN yang nekat bepergian ke luar kota saat jam kerja WFH, Gubernur Jambi mendukung penuh wacana penggunaan sistem pelacakan posisi (GPS) sebagaimana disarankan Mendagri Tito Karnavian. 

Langkah ini diambil agar fungsi pengawasan tetap berjalan meski pegawai tidak berada di kantor.

Baca juga: Pemprov Jambi Kaji Penerapan WFH ASN Tiap Jumat: Efisiensi Tanpa Kurangi Kinerja

Baca juga: Daftar 13 Pejabat Eselon III Pemprov Jambi Dilantik Tadi Malam, 1 Absen

“Saya setuju, supaya dia tidak keluar kota. Berarti kan kalau keluar kota pakai SPPD lagi. Nah, sepanjang tidak ada SPPD-nya, dia dalam kota, kita bisa lacak mereka, GPS-nya. Di mana posisinya,” tegasnya. 

Selain GPS, Pemprov juga menyiapkan sistem absensi jarak jauh berbasis digital seperti scan wajah atau koordinat lokasi.

Efisiensi Anggaran dan Beban Operasional

Selain soal fleksibilitas kerja, kebijakan WFH ini menjadi strategi Pemprov Jambi untuk menekan belanja operasional kantor. 

Al Haris menyebutkan bahwa pengurangan aktivitas di kantor akan berdampak signifikan pada penghematan kas daerah, terutama menyambut aturan komposisi belanja pegawai sebesar 30 persen ke depan.

“Intinya kita mengurangi beban-beban yang ada di kantor, seperti listrik, air, dan BBM kendaraan. Maka ini kita kurangi,” ucapnya. 

Meski bekerja dari rumah, Al Haris menjamin kualitas pelayanan publik tidak akan kendor. 

“Target kinerja tetap jalan, tidak berpengaruh. Hanya saja tidak bekerja di kantor hari itu,” lanjutnya.

Saat ini, draf kebijakan tersebut sedang dimatangkan bersama Sekretaris Daerah. 

“WFH ini kan kami sudah rapat dengan Pak Sekda. Kita sedang mengkaji WFH itu satu hari. Mudah-mudahan minggu ini sudah ada edarannya,” pungkas Al Haris.

Baca juga: Laka Maut Mendalo Jambi: Pria Tanpa Identitas Tewas Terjepit Ban Truk Rusak

Baca juga: Pemprov Jambi Kaji Penerapan WFH ASN Tiap Jumat: Efisiensi Tanpa Kurangi Kinerja

Baca juga: Al Haris Siapkan Uang Pribadi Pulangkan 3 Warga Jambi Korban Loker Scam Kamboja

Baca juga: Gubernur Jambi Imbau Warga Bijak Gunakan Energi: Seperlunya, LPG Jangan Boros

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.