TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA — Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) merespons cepat situasi keamanan yang memanas di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.
Menteri HAM Natalius Pigai telah mengirimkan tim khusus ke lapangan guna memantau situasi pasca-insiden penyerangan Markas Kepolisian Resor Dogiyai dan pembunuhan seorang anggota kepolisian pada Selasa (31/3/2026).
"Tim Kementerian HAM sudah berada di lapangan sejak kemarin. Saat ini mereka tengah melakukan pertemuan intensif dengan berbagai elemen, mulai dari masyarakat, korban, kepala suku, tokoh gereja, hingga jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) di Dogiyai," ujar Natalius Pigai kepada wartawan di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Baca juga: Kapolda Papua Tengah Copot Kapolres Dogiyai Mince Mayor Pasca-kericuhan Berdarah
Pigai menegaskan pihaknya masih menunggu laporan komprehensif dari tim tersebut untuk menentukan langkah selanjutnya.
"Kami sedang menunggu laporan lengkap dari tim untuk kemudian kami sampaikan kepada publik," tambahnya.
Kronologi ketegangan
Ketegangan di wilayah pegunungan Papua Tengah ini bermula pada Selasa malam, ketika sekelompok masyarakat mendatangi Mapolres Dogiyai.
Massa yang membawa senjata tradisional berupa panah dilaporkan melakukan penyerangan ke arah markas kepolisian tersebut.
Wakil Kepala Polres Dogiyai Ajun Komisaris Ngarifin mengonfirmasi serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada bangunan mako.
"Atap mako dipenuhi anak panah yang tertancap. Selain itu, sebuah bangunan toko di dekat polres juga hangus dibakar massa," tutur Ngarifin, Rabu (1/4/2026).
Aksi massa ini diduga dipicu oleh peristiwa berdarah yang terjadi sebelumnya pada hari yang sama.
Seorang personel Polres Dogiyai, Bripda Juventus Edowai, ditemukan meninggal dunia dengan luka senjata tajam di bagian leher dan tangan.
Jasad korban ditemukan di sebuah parit di depan Gereja Kingmi Ebenezer, Kampung Kimipugi, Distrik Kamu.
Baca juga: Mabes Polri Pertebal Pengamanan di Papua Tengah dan Maluku Utara, Ada Apa?
"Penyelidikan sementara menunjukkan adanya penganiayaan berat terhadap personel kami oleh orang tak dikenal. Saat ini kami terus mendalami motif dan mengidentifikasi para pelaku," jelas Ngarifin.
Hingga Selasa ini, situasi di Dogiyai dilaporkan berangsur kondusif.
Kendati demikian, aparat gabungan tetap disiagakan untuk mengantisipasi potensi kerawanan susulan.
Patroli skala besar dan penebalan personel keamanan dilakukan di titik-titik rawan untuk menjamin rasa aman bagi masyarakat.
Kehadiran tim Kementerian HAM diharapkan mampu menjadi jembatan dialog untuk meredakan ketegangan antara masyarakat dan aparat, guna mencegah jatuhnya korban lebih lanjut di wilayah tersebut. (*)