TRIBUNPALU.COM, TOLITOLI - Harga Cengkih di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, mencapari Rp 115 ribu per Kilogram untuk kualitas premium atau super.
Harga Cengkih itu tergolong naik dibanding periode Maret 2026, berkisar Rp 110 ribu per Kg.
Sementara untuk kualitas standar di kisaran Rp Rp48 ribu hingga Rp95 ribu.
Kabupaten Tolitoli yang juga dikenal sebagai Kota Cengkih merupakan sentra produsen rempah di Sulawesi Tengah.
Tolitoli secara konsisten menghasilkan rata-rata 10 ribu hingga 11 ribu ton cengkih per tahun.
Total lahan perkebunan cengkih di Tolitoli sekitar 25 ribu hektare, didominasi Perkebunan Rakyat.
Baca juga: Dulu Dianggap Sampah, Petani di Sulteng Garap Komoditas Tangkai Cengkih
Komoditas Cengkih di Sulteng tersebar di hampir seluruh kabupaten.
Berikut daerah penghasil cengkih utama di Sulawesi Tengah:
1. Kabupaten Tolitoli
Memiliki luas lahan perkebunan cengkih yang paling masif dibandingkan daerah lain.
Hampir seluruh kecamatan di Tolitoli memiliki perkebunan cengkih, yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat.
2. Kabupaten Sigi
Sigi juga menjadi produsen yang sangat signifikan, terutama di wilayah pegunungan.
Wilayah seperti Kecamatan Palolo dan Nokilalaki dikenal memiliki produktivitas cengkih yang tinggi karena didukung oleh iklim yang sejuk.
3. Kabupaten Banggai Kepulauan & Banggai Laut
Cengkih dari wilayah Banggai seringkali memiliki kualitas pengeringan yang baik karena pengaruh hembusan angin laut dan intensitas cahaya matahari yang stabil.
4. Kabupaten Donggala
Sebagai daerah yang bertetangga langsung dengan ibu kota provinsi, Donggala memiliki persebaran perkebunan cengkih yang cukup luas di sepanjang pesisir pantai barat.
5. Kabupaten Parigi Moutong
Sepanjang garis pantai Teluk Tomini, banyak petani yang mengandalkan cengkih sebagai komoditas unggulan selain kakao dan kelapa.(*)