BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Serpihan kendaraan sepeda motor dan mobil tercecer hingga semak-semak, dekat lokasi kecelakaan maut di Jalan Lintas Barat, Desa Bintan Buyu, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (7/4/2026).
Lokasi kecelakaan maut ini berada di ruas jalan utama yang menghubungkan Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.
Kondisi jalan termasuk mulus, namun cukup menantang bagi pengendara yang melintas.
Tadi pagi sekira pukul 08.00 WIB, sebuah mobil dan motor terlibat kecelakaan di lokasi.
Kecelakaan ini menewaskan pengendara motor berinisial Mih, warga Bintan Timur. Sedangkan sopir mobil berinisial S, alami memar di jidat dan nyeri di bahu belakang sebelah kiri.
Kedua kendaraan alami kerusakan parah di bagian depan.
Polisi tengah sibuk mengukur jalan, dan membuat sketsa terkait kecelakaan di atas aspal.
Kini lokasi itu menjadi perhatian publik. Pengendara yang melintas pada umumnya menoleh ke arah lokasi kecelakaan.
Kasi Humas Polres Bintan, AKP Bako mengatakan, dua kendaraan yang terlibat kecelakaan yakni sepeda motor Honda Supra GTR 150 BP 2847 MB dan mobil Toyota Innova BP 1759 YP.
"Pengemudi mobil berinisial S, sementara pengendara motor berinisial Mih," kata Bako.
Sopir mobil mengalami jidat memar dan nyeri dibahu belakang sebelah kiri setelah kejadian.
Sementara pengendara motor, Mih mengalami luka di wajah, patah di pergelangan tangan kanan dan kiri, luka lecet di mulut dan hidung mengeluarkan darah.
"Mih meninggal dunia di tempat," katanya.
Sebelum tabrakan, sepeda motor melaju kencang dari arah Tanjungpinang hendak menuju ke Tanjunguban.
Sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tiba-tiba datang dari arah berlawanan mobil Toyota Innova warna hitam.
Berdasarkan hasil olah TKP, mobil itu melaju masuk lajur lawan dan menabrak bagian depan sepeda motor.
Hal ltu membuat Mih terpental dan jatuh di depan bengkel ban mobil Enduro, sebelah kiri dari arah Tanjungpinang.
Korban tak berdaya usai kejadian. Pihak kepolisian lalu mengevakuasi korban ke RSUD RAT Tanjungpinang menggunakan mobil.
"Namun korban dinyatakan sudah meninggal dunia," kata Bako.
Akibat tabrakan ini, kedua kendaraan alami kerusakan berat masing-masing di bagian depan.
"Kerugian akibat kerusakan kendaraan kurang lebih Rp 20 juta," bebernya.
Di lokasi kejadian seorang warga, Amin menyebut kedua kendaraan sama-sama melaju kencang sebelum kecelakaan terjadi.
"Mobil Toyota Innova tiba-tiba oleng dan masuk ke lajur kanan dan menabrak sepeda motor," kata Amin.
Ia mengaku kaget karena saat kejadian ada bunyi benturan keras.
"Bunyi itu mengundang perhatian pengendara lain. Saya pun langsung keluar rumah," katanya.
Pengendara sepeda motor seorang pria dewasa. Dari KTP-nya, korban merupakan warga Kecamatan Bintan Timur.
"Kasihan abang itu, saat dievakuasi kondisinya memprihatinkan. Darah segar keluar di kepalanya. Dugaan kuat sudah meninggal di lokasi kejadian," katanya. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)