Owner Jas Hujan Sultan Kebumen Naikkan Harga 10 Ribu, Imbas Harga Plastik
Daniel Ari Purnomo April 07, 2026 06:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Denyut nadi perekonomian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, tengah diuji.

Kawasan yang dikenal luas sebagai sentra produksi jas hujan ini mulai dilanda kecemasan menyusul adanya sinyalemen lonjakan harga bahan baku plastik jenis PVC di pasaran.

Mufti Hadiqul Fuadi (34), salah satu perajin sekaligus owner dari merek dagang 'Jas Hujan Sultan', mengaku harus segera memutar otak.

Baca juga: Musim Hujan, Perajin Jas Hujan Kebumen Banjir Order 10 Kali Lipat

Ancaman membengkaknya ongkos produksi di depan mata memaksanya menyiapkan skenario terburuk agar usahanya tetap bisa bernapas panjang.

Selama ini, Mufti menggantungkan pasokan bahan baku dari Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Bojongsari dengan harga beli normal Rp330 ribu per rol.

Beruntung, hingga saat ini harga di tingkat koperasi desa tersebut masih stabil.

Namun, kabar kurang sedap sudah terendus dari para pemasok (supplier) di luar kawasan.

"Informasi dari supplier luar, ada kenaikan harga bahan baku sekitar 15 persen, atau melonjak Rp50 ribu per rol PVC dari kondisi normal," ungkap Mufti kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (7/4/2026).

Siasat Menaikkan Harga Jual

Kenaikan harga bahan mentah yang mencapai puluhan ribu rupiah per rol jelas sangat memukul margin keuntungan para perajin. Untuk menyiasati agar dapur produksi tetap mengepul, Mufti dengan berat hati mulai merancang penyesuaian harga jual jas hujan ke konsumen.

Langkah ini dinilai sebagai satu-satunya jalan keluar paling realistis, ketimbang harus menurunkan kualitas bahan dasar jas hujan buatannya yang sudah memiliki pasar langganan.

"Penyesuaian harga jual mungkin ada kenaikan Rp5.000 hingga Rp10 ribu untuk setiap potong jas hujan," terangnya merinci kalkulasi bisnisnya.

Sebagai perajin yang cukup produktif, dalam sehari Mufti beserta para pekerjanya mampu memproduksi rata-rata 100 potong jas hujan.

Untuk memenuhi kapasitas produksi harian tersebut, ia rutin menyerap sekitar 100 rol plastik PVC setiap bulannya.

Melihat kondisi yang semakin menghimpit para pelaku UMKM pedesaan, Mufti menaruh harapan besar kepada para pemangku kebijakan.

Ia berharap pemerintah bisa segera hadir melakukan intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga komponen plastik, sehingga para perajin jas hujan di Kebumen tidak gulung tikar akibat tingginya biaya modal. (Ais)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.