SERAMBINEWS.COM - Iran secara resmi mengumumkan dimulainya Fase Kedua Gelombang 99 dalam Operasi True Promise 4, menandai eskalasi besar dalam konflik kawasan, Selasa.
Untuk pertama kalinya, rudal-rudal Iran diluncurkan menggunakan peluncur kembar (twin launchers), memperlihatkan lompatan signifikan dalam kemampuan tempur Teheran.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Komandan Angkatan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Seyed Majid Mousavi, melalui sebuah video yang diunggah di akun Up-scrolled miliknya.
Baca juga: Pesawat “Kiamat” Trump Terbang di Atas Pusat Komando Perang Nuklir AS Jelang Ancaman Neraka di Iran
“Ini adalah fase baru perang,” tegas Mousavi.
“Kami akan menggandakan seluruh serangan sebelumnya dengan platform peluncuran baru untuk rudal Fateh dan Kheibar Shekan.”
Mousavi menekankan bahwa kemampuan militer Iran kini tidak lagi terbatas secara geografis.
“Kekuatan militer Iran kini mampu beroperasi di dalam dan melampaui batas-batas geografis Asia Barat,” ujarnya, mengisyaratkan jangkauan serangan yang jauh lebih luas dibandingkan fase-fase sebelumnya.
Penggunaan peluncur kembar untuk rudal Fateh dan Kheibar Shekan disebut sebagai pesan strategis langsung kepada Amerika Serikat dan Israel: Iran kini mampu meningkatkan volume serangan dalam waktu yang jauh lebih singkat.
Di tengah berlangsungnya serangan rudal ke target Amerika dan Israel, IRGC juga memublikasikan gambar propaganda yang dimodifikasi, menampilkan Donald Trump disamakan dengan Adolf Hitler.
Unggahan tersebut dinilai sebagai pesan psikologis dan simbolis yang sangat provokatif, menyiratkan bahwa Teheran memandang kepemimpinan AS sebagai ancaman ideologis sekaligus militer.
Langkah ini mempertegas bahwa Operasi True Promise 4 bukan sekadar operasi militer, melainkan juga perang pesan, citra, dan psikologis di panggung global.
Dengan deklarasi fase baru perang, peluncur kembar, dan ancaman penggandaan serangan, Iran mengirimkan sinyal tegas bahwa konflik belum mendekati akhir—justru memasuki babak yang lebih berbahaya dan tidak terprediksi.
Para pengamat menilai Gelombang 99 bisa menjadi salah satu fase paling menentukan dalam konfrontasi langsung Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.(*)