Harga Plastik Melambung Penjual Ayam Geprek di Pekanbaru Pusing Tujuh Keliling
M Iqbal April 07, 2026 11:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Harga barang berbahan plastik melonjak di pasaran membuat banyak pedagang pusing, kondisi ini sudah dirasakan para pedagang di Kota Pekanbaru sejak beberapa hari terakhir.


Para pedagang yang menggunakan plastik dan bahan sejenis lainnya yang menggunakan plastik semisal cup, styrofoam, kantong kresek penjual minuman dan makanan, mulai bingung menghadapi situasi sulit ini.


Seperti seorang penjual ayam geprek di Jalan Melati Kota Pekanbaru, Ikhwanul mengatakan kenaikan ini cukup dirasakannya karena terjadi kenaikan yang signifikan.


"Kenaikannya mencapai 80 persen dari biasanya ini membuat kami bingung, karena lonjakannya besar dan berpengaruh pada pendapatan kami,"ujar Ikhwanul kepada Tribunpekanbaru.com Selasa (7/4/2026).


Untuk harga styrofoam sendiri yang menjadi kebutuhan tempat kemas ayam geprek miliknya mengalami kenaikan dari biasanya satu pack isi 100 hanya 26 ribu kini sudah 35 ribu.


"Untuk plastik asoi yang kenaikannya lebih parah lagi, sementara untuk bungkus makanan harus pakai itu setiap orang membeli,"ujar Ikhwanul.


Ikhwanul sendiri memang belum berani menaikkan harga ayam geprek nya, takut pelanggan yang selama ini sudah belanja di warungnya lari dan mencari warung lain.


"Mau dinaikkan takut pelanggan lari, jadi serba sulit sekarang ini,"ujar Ikhwanul.


Maka cara dia mensiasati sementara, dengan menggunakan kertas pembungkus nasi sebagai alternatif untuk pembungkus yang khusus membeli ayamnya saja.


"Harus pandai-pandai mensiasati, terpaksa gunakan kertas nasi yang harganya sedikit lebih murah, meskipun naik juga,"ujar Ikhwanul.


Ia berharap situasi ini tidak semakin parah, karena sangat menyulitkan pedagang kecil seperti dirinya yang tidak besar mendapatkan keuntungan.


"Mudah-mudahan saja harga nya bisa cepat normal dan tidak menyulitkan seperti ini,"ujarnya.


Karena selain plastik, Ikhwanul juga mengaku kesulitan mendapatkan minyak goreng khusus minyak kita yang seharusnya diperuntukkan untuk masyarakat menengah kebawah.


"Sudah sulit dapatnya, jikapun dapat harganya mahal, jauh dari HET yang ditetapkan pemerintah,"tegas Ikhwanul.


Sementara pedagang ayam geprek lainnya di Jalan Soebrantas memilih menaikkan harga dari biasanya imbas kenaikan harga plastik tersebut.


Biasanya seporsi pelanggan hanya beli 10 ribu perporsi, sekarang sudah naik menjadi Rp 12 ribu perporsi.


"Naik harganya menjadi 12 ribu seporsi, alasannya karena plastik mahal,"ujar seorang pelanggan ayam geprek di Jalan Soebrantas bernama Hafiz Caniago.

(Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.