SURYA.CO.ID - Puasa Syawal adalah ibadah sunnah yang dilakukan setelah Ramadhan.
Keutamaannya sangat besar, siapa yang berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan akan mendapat pahala seolah berpuasa setahun penuh.
Puasa Syawal dapat dimulai sejak tanggal 2 Syawal (hari setelah Idul Fitri) hingga akhir bulan Syawal.
Tidak ada syarat harus berurutan, sehingga umat Islam bebas memilih hari sesuai kemampuan.
Berdasarkan kalender Hijriah Pemerintah, bulan Syawal 1447 H akan berakhir pada 18 April 2026.
Sementara Muhammadiyah menetapkan akkhir Syawal pada Jumat, 17 April 2026
Artinya, umat Islam memiliki waktu hingga tanggal tersebut untuk menunaikan puasa Syawal.
Baca juga: Niat Puasa Qadha di Bulan Syawal Lengkap dengan Keutamaannya
Tata cara puasa Syawal sama dengan puasa pada umumnya, yaitu menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Berikut adalah lafadz niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatis Syawwali lillahi ta‘ala.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT."
Mengapa puasa ini begitu istimewa? Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh."
Pahala ini dihitung berdasarkan prinsip bahwa setiap satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat.
Puasa Ramadhan (30 hari) setara dengan 300 hari, dan puasa Syawal (6 hari) setara dengan 60 hari.
Jika dijumlahkan, hasilnya adalah 360 hari atau satu tahun penuh.