Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Proyek Aceh Production Operation – Optimization & Revamping Project (APO ORP) di Lapangan Arun, Aceh Utara saat ini terus menunjukkan kemajuan yang signifikan. Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama PT Pema Global Energi (PGE) terus mempercepat pengerjaannya demi meningkatkan penjualan gas dan kondensat.
Proyek strategis ini juga bertujuan untuk memperkuat keandalan fasilitas produksi di Wilayah Kerja B, yang dioperatori oleh Pema Global Energi.
Dalam proyek itu, dilakukan sejumlah optimalisasi melalui pembaruan sejumlah fasilitas utama, meliputi Gas Compressor, Gas Processing Facility (GPF), dan Power Plant. Bahkan, pembangunan GPF berkapasitas 60 MMSCFD hingga saat ini telah mencapai 70 persen.
Proyek ini merupakan bagian dari upaya peremajaan fasilitas. Karena sejumlah processing unit lama yang telah beroperasi melampaui design lifetime akan digantikan dengan fasilitas baru yang lebih andal, efisien, dan sesuai dengan kondisi operasi saat ini. Optimalisasi dilakukan melalui pembaruan sejumlah fasilitas utama, meliputi Gas Compressor, Gas Processing Facility (GPF), dan Power Plant.
Kepala Divisi Perawatan Fasilitas dan Pengendalian Proyek BPMA, Helmi, Selasa (7/4/2026) menyampaikan, bahwa progres pembangunan GPF berkapasitas 60 MMSCFD hingga saat ini telah mencapai 70 persen.
"GPF ditargetkan mulai beroperasi (on-stream) pada Agustus 2026. Aktivitas konstruksi terus berjalan, dengan sebagian besar peralatan utama telah selesai difabrikasi dan terpasang di lokasi. Sementara itu, fasilitas Gas Compressor masih dalam tahap fabrikasi dan dijadwalkan dikirim ke lokasi pada Mei 2026," ujar Helmi.
Setelah beroperasi, GPF diharapkan menjadi tulang punggung produksi migas di Wilayah Kerja B dengan tingkat keandalan, efektif dan efisiensi yang lebih tinggi. BPMA menyatakan, jika optimalisasi merupakan upaya untuk mencapai kondisi terbaik, dimana kondisi terbaik adalah memenuhi prinsip efektif dan efisien.
Fasilitas ini diproyeksikan mampu meningkatkan penjualan gas sebesar 12 MMSCFD dari kondisi eksisting, serta menambah produksi kondensat sekitar 300 barel per day/BPD (dari 1.000 BPD menjadi 1.300 BPD).
Baca juga: DPRK Aceh Utara Perkuat Pembahasan Qanun Participating Interest, Libatkan Multi Pihak hingga BPMA
Kepala BPMA, Nasri Djalal, menyampaikan apresiasinya terhadap percepatan proyek ini. Katanya, proyek ini akan memberikan kontribusi yang besar terhadap peningkatan lifting migas Aceh maupun nasional.
"Perkembangan proyek ini akan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan lifting migas di Aceh, sekaligus memperkuat ketahanan energi daerah dan nasional. Proyek ini menjadi tonggak penting dalam menjaga keberlanjutan operasi, mengoptimalkan produksi, serta memperkuat ketahanan infrastruktur hulu migas di Wilayah Kerja B. Di samping itu, proyek ini juga diharapkan memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap peningkatan penerimaan negara," ujar Nasri.(*)