Selidiki Ledakan Maut Pabrik PT Great Wall Steel Sidoarjo, Labfor Polda Jatim Dilibatkan
Cak Sur April 08, 2026 01:04 AM

 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Anggota Satreskrim Polresta Sidoarjo berencana melibatkan Anggota Tim Labfor Polda Jatim, dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan di bekas area ledakan pabrik PT Great Wall Steel.

Lokasi TKP berada di kawasan Industri Jalan Brigjen Katamso, Desa Janti, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim).

Penyelidikan ini dilakukan, untuk mendalami insiden ledakan maut yang dilaporkan menyebabkan satu orang pekerja meninggal dunia dan dua orang lainnya terluka.

Berikut adalah data korban dalam insiden tersebut:

  • RO (17), warga Wonosobo, Jawa Tengah. Korban meninggal dunia yang bekerja sebagai sopir.
  • M Zainal Abidin (40), korban luka yang kini menjalani perawatan medis.
  • Prayono (27), korban luka yang juga masih dalam perawatan.

Para korban luka, saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS Mitra Keluarga Pondok Tjandra Sidoarjo hingga Selasa (7/4/2026).

Baca juga: Ledakan Maut PT Great Wall Steel Sidoarjo Seperti Bom, Serpihan Besi Melesat Sejauh 1 Kilometer

Penyelidikan Polisi dan Kondisi Korban

Kasi Humas Polresta Sidoarjo, AKP Tri Novi Handono, mengatakan bahwa penyelidikan atas insiden tersebut masih terus bergulir hingga saat ini.

Pihak Polresta Sidoarjo sedang berkoordinasi untuk melakukan olah TKP lanjutan di lokasi bekas insiden ledakan tersebut, guna mencari penyebab pasti.

"Rencananya, penyidik kami akan berkoordinasi dengan Tim Labfor Polda Jatim untuk melakukan olah TKP lanjutan," ujarnya saat dihubungi SURYA.co.id pada Selasa (7/4/2026).

Namun, mengenai jadwal pelaksanaan olah TKP tersebut, Novi mengaku belum mengetahui secara detail kapan bakal dilangsungkan.

Baca juga: Kronologi Ledakan Maut di PT Great Wall Steel Sidoarjo, Seorang Pekerja Tewas

TKP - lokasi ledakan di pabrik PT Great Wall Steel yang berada di Desa Janti, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (6/4/2026). Dikabarkan satu orang meninggal dan dua luka akibat peristiwa tersebut.
TKP - lokasi ledakan di pabrik PT Great Wall Steel yang berada di Desa Janti, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (6/4/2026). Dikabarkan satu orang meninggal dan dua luka akibat peristiwa tersebut. (Surya.co.id/M Taufik)

Begitu juga dengan jumlah saksi yang sudah diperiksa, pihak Humas masih menunggu laporan detail dari Satreskrim Polresta Sidoarjo.

"Masih dalam pendalaman. Intinya masih penyelidikan," ungkap Novi.

Ia menjelaskan, bahwa dua orang pekerja yang terluka masih mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

"Kemarin 3 orang. 1 meninggal dunia. Lalu 2 orang lainnya luka-luka, dan masih menjalani perawatan di RS Mitra Keluarga. PRA dan MZA masih luka. Kalau jenis lukanya saya belum update," pungkasnya.

Baca juga: Ledakan Maut di PT Great Wall Steel Sidoarjo, Tim Jibom Polda Jatim Sisir TKP

LEDAKAN MAUT - Polisi saat masuk ke pabrik untuk melakukan olah TKP ledakan di pabrik PT Great Wall Steel, di Desa Janti, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (6/4/2026). Tim Jibom Polda Jatim juga dikerahkan ke lokasi kejadian .
LEDAKAN MAUT - Polisi saat masuk ke pabrik untuk melakukan olah TKP ledakan di pabrik PT Great Wall Steel, di Desa Janti, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (6/4/2026). Tim Jibom Polda Jatim juga dikerahkan ke lokasi kejadian . (Surya.co.id/M Taufik)

Penjelasan Manajemen Perusahaan

Sementara itu, HRD General Affair PT Great Wall Steel, Heri Prasetyo, mengatakan jika perusahaan telah menerapkan standar keselamatan kerja (K3) dan penggunaan alat pelindung diri (APD) sesuai prosedur ISO.

Perusahaan menempatkan bahan baku besi tua (scrap) yang berpotensi mengandung zat berbahaya atau tekanan tertentu di area terbuka (scrapyard), untuk menekan risiko.

"Barang-barang berisiko kami taruh di luar, di scrapyard atau lapangan terbuka, agar bagian grading dapat memisahkan material yang mengandung zat tertentu dari suplai besi tua," ujar Heri pada Selasa (7/4/2026).

Baca juga: Pihak PT Great Wall Steel Sidoarjo Buka Suara Soal Ledakan di Pabrik yang Menewaskan Pekerja

KETERANGAN - HRD General Affair PT Great Wall Steel, Heri Prasetyo, saat memberikan keterangan kepada awak media di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (6/4/2026). Dia menyebut, ledakan terjadi saat pemotongan besi tua.
KETERANGAN - HRD General Affair PT Great Wall Steel, Heri Prasetyo, saat memberikan keterangan kepada awak media di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (6/4/2026). Dia menyebut, ledakan terjadi saat pemotongan besi tua. (Surya.co.id/M Taufik)

Ia menambahkan, saat ledakan terjadi, dua karyawan berada tepat di lokasi dan sedang memotong besi tua sebelum proses peleburan.

Keduanya selamat tanpa luka serius, karena mengenakan APD lengkap sesuai standar keselamatan perusahaan.

"Dua orang yang bekerja di lokasi tidak mengalami kondisi separah korban meninggal. Kesimpulan awal kami, mereka sudah menjalankan standar K3," tutur Heri.

Ia memastikan, korban meninggal merupakan sopir logistik yang sedang menunggu proses bongkar muat.

Saat kejadian, korban berada lebih dari 50 meter dari pusat ledakan dan terhalang oleh tiga hingga empat truk.

"Beliau bukan pekerja, melainkan sopir. Saat itu sedang istirahat dan makan. Posisinya cukup jauh, lebih dari 50 meter, serta terhalang beberapa truk," jelas Heri.

Manajemen juga mewajibkan setiap karyawan dan tamu yang masuk area pabrik mematuhi aturan keselamatan, termasuk mengenakan helm pelindung.

"Setiap orang yang turun dari kendaraan wajib memakai helm safety. Jika tidak membawa, kami pinjamkan dari sekuriti. Minimal mereka terlindungi saat berada di area pabrik," tuturnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, PT Great Wall Steel menyatakan akan menanggung seluruh biaya pengobatan, memberikan santunan, hingga memperbaiki rumah warga yang rusak.

"Kami sudah menghubungi Pak Kades untuk mendata dan mengidentifikasi rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan. Yang jelas, kami bertanggung jawab terhadap kerusakan tersebut," tegas Heri Prasetyo.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.