TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Seorang siswa asal Purwokerto, Kabupaten Banyumas, mencatatkan prestasi menggembirakan di tengah persaingan menembus perguruan tinggi di level global.
Tidak tanggung-tanggung, siswa itu diterima di 10 universitas luar negeri sekaligus.
Saat ini Aflaha Prasetyo masih duduk di bangku kelas 12 SMA Boarding Al Irsyad Al Islamiyah, Purwokerto.
Kelulusan dari jenjang SMA belum lagi di tangan, sedikitnya 10 universitas di luar negeri telah membuka pintu bagi Aflaha.
Di luar itu, Aflaha masih menunggu pengumuman seleksi penerimaaan mahasiswa baru dari beberapa perguruan tinggi lainnya.
Dari 10 perguruan tinggi yang menerima Aflaha, ada yang berasal dari Australia, Selandia Baru, dan Kanada.
Universitas-universitas itu antara lain University of Toronto (Kanada), University of Queensland (Australia), dan Victoria University of Wellington (Selandia Baru).
Di antara pilihan tersebut, University of Toronto menjadi kampus yang paling membanggakan bagi Aflaha.
“University of Toronto itu masuk top 29 QS World di dunia. Itu yang paling saya bangga bisa diterima di situ," kata Aflaha kepada Tribun Jateng, Selasa (7/4/2026).
Meski telah mengantongi banyak penerimaan, Aflaha mengaku masih menunggu hasil dari beberapa kampus lainnya.
Ia pun tengah mempertimbangkan pilihan terbaik untuk melanjutkan studi.
Untuk jurusan, Aflaha memilih bidang yang menantang, yakni Neuroscience dan Teknik di University of Toronto.
Ia berharap, pengalaman studi di luar negeri dapat membuka wawasan dan memperluas sudut pandang.
"Harapannya nanti ilmu yang didapat bisa diterapkan kembali di Indonesia," jelasnya.
Cari informasi
Aflaha mengungkapkan, langkah menuju kampus impian telah ia mulai sejak pertengahan kelas 11.
Ia aktif mencari informasi terkait jurusan dan universitas yang memiliki reputasi global serta kekuatan riset yang unggul.
Tidak hanya fokus pada akademik, Aflaha juga mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris sebagai syarat utama, termasuk mengikuti tes IELTS.
Selain itu, berbagai dokumen penting seperti personal statement dan motivation letter disusun dengan matang.
"Di samping itu juga saya mempertahankan nilai, supaya nanti di transkrip akhir tetap bagus," ujarnya.
Dalam proses pendaftaran, ia menyebut sebagian besar kampus memang mengenakan biaya.
Namun, sejumlah kampus juga menawarkan beasiswa, meski kebanyakan masih bersifat parsial.
"Kalau mau yang full mungkin bisa daftar ke Garuda," katanya.
Di balik keberhasilannya, dukungan keluarga menjadi faktor penting.
Orang tuanya yang tinggal di Karawang disebut selalu memberikan semangat sejak awal.
"Alhamdulillah orangtua sangat senang, karena dari awal mereka juga mendukung penuh," ucap anak pertama dari tiga bersaudara ini.
Budaya prestasi
Kepala SMA Boarding Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto, Sudrajat menyebut, capaian Aflaha merupakan bagian dari budaya prestasi yang dibangun di sekolah.
Ia mengungkapkan, banyak siswa di sekolah tersebut yang berhasil menembus kampus-kampus top dunia, mulai dari Amerika, Kanada, Australia hingga Selandia Baru.
"Anak-anak kami yang berminat ke luar negeri bisa diterima di kampus unggulan dunia. Ada yang diterima di 3, 8, bahkan 10 kampus," kata Sudrajat.
Menurutnya, kunci keberhasilan siswa terletak pada motivasi kuat, kemampuan bahasa Inggris, serta kemandirian dalam belajar.
Selain itu, nilai religius seperti hafalan Al-Qur’an juga menjadi bekal penting.
“Yang membuat kami bangga, mereka juga sudah menyelesaikan hafalan Al-Qur'an. Dan Aflaha ini sudah menyetorkan hafalannya 30 juz,” kata Sudrajat.
“Ini menjadi modal yang bagus hidup di negeri orang,” sambungnya.
Sudrajat menambahkan, sekolah memiliki program khusus pembinaan studi luar negeri yang dimulai sejak kelas 10.
Program tersebut meliputi pemberian wawasan perguruan tinggi, pemilihan jurusan, hingga pendampingan intensif menjelang pendaftaran.
“Lalu ada audiensi dengan siswa dan orang tua, hingga pembinaan intensif di kelas 12, baik bahasa, tes, maupun administrasi sampai pendaftaran,” imbuhnya. (Permata Putra Sejati)