2 Tewas seusai Pesta Miras di Acara Penikahan, sempat Terlihat Sempoyongan Dikira Mabuk
Robertus Didik Budiawan Cahyono April 08, 2026 11:19 AM

Tribunlampung.co.id, Bali - Dua orang meninggal dunia seusai pesta minuman keras ( miras) di acara pernikahan. Salah satu korban sempat terlihat sempoyongan dikira teman-temannya mabuk.

Kondisinya tambah memburuk sehingga dilarikan ke tempat pelayanan kesehatan terdekat oleh keluarga.

Namun upaya medis tidak dapat menyelamatkan nyawa korban, akhirnya meninggal dunia setelah sempat ditangani petugas IGD Rumah Sakit. 

Satu teman korban juga meninggal dunia di acara pesta pernikahan. Kedua pria yang meninggal seusai pesta miras di acara hajatan itu berinisial IKB (33) dan Jro A (33).

Mereka diduga tewas karena over dosis atau kelebihan minum alkohol.

Peristiwa pesta miras berujung petaka ini terjadi di Desa Songan B, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali.

Berdasar informasi yang dihimpun TribunBali, Selasa (7/4/2026), kejadian tersebut bermula pada akhir Maret 2026 di sebuah pesta pernikahan wilayah Songan B.

Saat itu IKB datang saat malam hari. Iapun bergabung dengan sejumlah warga, termasuk Jro A untuk pesta miras.

Adapun miras yang dikonsumsi saat itu berupa arak, tuak, serta mojito. Setelah beberapa saat minum, IKB sempoyongan, oleh teman-temannya ia dikira mabuk.

Saat itu IKB meninggalkan lokasi pesta sendirian, lalu pergi ke rumah kakaknya untuk beristirahat. 

Diduga karena kondisinya memburuk, pada dini hari, keluarganya membawa yang bersangkutan ke salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Karangasem.

Sampai di UGD, IKB sempat mendapat penanganan medis. Namun tak berlangsung lama ia pun tewas. Hasil medis, pasien didiagnosis mengalami overdosis alkohol akut.

Di tempat lain, Jro A, yang saat itu juga ikut pesta miras juga meregang nyawa. Namun bukan di rumah sakit, melainkan tewas di tempat pesta. Namun diketahui, sebelum pesta miras, Jro A ini juga memiliki riwayat penyakit bawaan, sehingga penyebab kematiannya masih simpang siur. 

Kasi Humas Polres Bangli, AKP I Ketut Gede Ratwijaya saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun ia belum bisa berkomentar banyak, karena kasus ini masih dalam penyelidikan. “Kasusnya masih ditangani Satreskrim Polres Bangli,” ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.