WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Presenter Jessica Iskandar sempat dirawat di rumah sakit setelah merasa demam beberapa hari.
Saat itu Jessica Iskandar didiagnosa mengalamim gejala Hepatitis A.
Jessica Iskandar atau akrab disapa Jedar itu awalnya hanya demam selama beberapa hari.
"Gejalanya aku demam sampai 39,3 (derajat), setiap hari, naik turun selama delapan hari," kata Jessica Iskandar di Pagi Pagi Ambyar TransTV.
Baca juga: Sempat Dirawat di RS, Jessica Iskandar Alami Infeksi Bakteri Usai Kelelahan
Jessica Iskandar baru ke rumah sakit setelah tiga hari demam.
Namun hasil pemeriksaan dari tes darah menyatakan Jessica Iskandar dalam kondisi normal.
"DBD enggak ada, tifus enggak ada, chikungunya enggak ada," jelasnya.
"Aku diinfus vitamin dan obat-obatan buat meriang, enggak lama di rumah sakit, turun demamnya," ujar Jessica Iskandar.
Baca juga: Rahasia Kebugaran Jessica Iskandar, Pola Makan yang Sehat hingga Konsumsi Propolis
Merasa badan sudah lebih sehat, Jessica Iskandar memutuskan untuk pulang ke rumah.
Begitu sampai di rumah, Jessica Iskandar kembali merasa demam dan akhirnya memutuskan ke rumah sakit lagi.
"Sampai CT scan badan, CT scan kepala, ternyata enggak apa-apa, akhirnya tes darah lagi," kata Jessica Iskandar.
Dari hasil tes darah berikutnya itu baru diketahui oleh dokter ada yang tidak normal.
Baca juga: Bukan Memikirkan Cara Langsing, Ini Hal Terpenting Jessica Iskandar Setelah Melahirkan Anak Ketiga
"Baru dilihat kadar hemoglobin apa 'oh ini kenanya ke hati,' prediksi dokter hepatitis A," ucap Jessica Iskandar.
"Tapi masih gejala karena cuma turunnya dikit," jelasnya.
Dokter menanyakan makanan yang dikonsumsi Jessica Iskandar pada dua minggu sebelumnya.
"Katanya (makanan) terkontaminasi virus, tapi mana ingat dua minggu lalu makan apa," kata Jessica Iskandar.
Baca juga: Jessica Iskandar Kenang Peran Ayah yang Setia Bantu Perjuangannya untuk Menjadi Artis di Indonesia
Meski tak ingat pasti makanan yang memicu dirinya terkontaminasi, Jessica Iskandar ingat di waktu itu ada asisten rumah tangga baru yang kurang terjaga kebersihannya.
"Kayaknya (kena) di rumah, soalnya waktu itu ada karyawan baru, dia agak jorok, jarang cuci tangan, dia bikinin aku jus, potongin aku buah, mungkin enggak cuci tangan, aku rasa kotor," imbuhnya.
Hepatitis A
Dikutip dari WHO, Hepatitis A adalah peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV).
Virus ini terutama menyebar ketika seseorang yang tidak terinfeksi (dan tidak divaksinasi) mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi oleh tinja orang yang terinfeksi.
Penyakit ini terkait erat dengan air atau makanan yang tidak aman, sanitasi yang tidak memadai, kebersihan pribadi yang buruk.
Virus hepatitis A terutama ditularkan melalui jalur fecal-oral; yaitu ketika seseorang yang tidak terinfeksi mengonsumsi makanan atau air yang telah terkontaminasi oleh tinja orang yang terinfeksi.
Dalam keluarga, hal ini dapat terjadi melalui tangan yang kotor ketika orang yang terinfeksi menyiapkan makanan untuk anggota keluarga.
Wabah yang ditularkan melalui air, meskipun jarang terjadi, biasanya terkait dengan air yang terkontaminasi limbah atau air yang tidak diolah dengan baik.
Masa inkubasi hepatitis A biasanya 14–28 hari.
Dengan gejala bervariasi, dari ringan hingga berat dan meliputi demam, tidak enak badan, kehilangan nafsu makan, diare, mual, rasa tidak nyaman di perut, urin berwarna gelap, dan penyakit kuning (mata dan kulit menguning).
Tidak semua orang yang terinfeksi akan mengalami semua gejala tersebut.
Sumber: Kompas.com