Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Universitas Bengkulu mulai pekan ini menerapkan sistem kuliah jarak jauh (PJJ) bagi mahasiswa semester 5 ke atas, menyesuaikan kebijakan pemerintah pusat.
Kebijakan ini diberlakukan sebagai respons atas kondisi geopolitik global yang berdampak pada suplai energi, sehingga mendorong penerapan sistem pembelajaran daring dan hybrid di lingkungan kampus.
Seperti diketahui, Pemerintah Pusat melalui Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto telah resmi memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Hal itu dilakukan sebagai bentuk respons atas situasi geopolitik global yang tegang akibat perang di Timur Tengah.
Kondisi itu mengganggu suplai energi dunia, termasuk Indonesia.
Dalam rangka untuk melakukan penghematan energi, pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan PJJ.
Terkait hal itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Kamaludin, S.E., M.M., mengungkapkan rencana penyesuaian sistem perkuliahan PJJ atau hybrid ini yang akan diterapkan dalam waktu dekat.
Hal itu disampaikannya saat ditemui TribunBengkulu.com di Gedung Magister Manajemen Universitas Bengkulu, Rabu (8/4/2026).
Kamaludin menjelaskan, pihak kampus tengah merancang skema perkuliahan campuran (hybrid), baik untuk kegiatan akademik maupun nonakademik.
“Untuk program S1, khususnya mahasiswa semester 6 dan 8 (sekarang semeter genap, red), kami mengusulkan perkuliahan daring hingga 50 persen,” ungkap Kamaludin saat ditanya TribunBengkulu, Rabu (8/4/2026) 09.15 WIB.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut mempertimbangkan tingkat kemandirian mahasiswa tingkat akhir yang dinilai lebih siap dibandingkan mahasiswa baru.
Sementara itu, mahasiswa semester 2 dan 4 tetap menjalani perkuliahan secara tatap muka di kelas.
“Mahasiswa di semester awal masih membutuhkan pembelajaran konvensional karena tingkat kemandirian mereka berbeda,” jelas Kamaludin.
Untuk jenjang pascasarjana, Universitas Bengkulu memberikan fleksibilitas yang lebih besar.
Perkuliahan daring di program S2 dan S3 direncanakan dapat mencapai 60 persen.
Menurut Kamaludin, hal ini sejalan dengan karakter mahasiswa pascasarjana yang umumnya sudah bekerja dan memiliki tingkat kemandirian lebih tinggi.
Selain itu, pihak kampus juga berencana meminimalkan aktivitas perkuliahan pada hari Jumat.
“Kalaupun ada perkuliahan di hari Jumat, diupayakan dilakukan secara daring untuk efisiensi energi,” kata Kamaludin.
Tak hanya mahasiswa, kebijakan efisiensi juga akan menyasar tenaga kependidikan (tendik).
Skema kerja dari rumah (work from home/WFH) direncanakan diterapkan secara bergilir.
“Dari lima hari kerja, kemungkinan menjadi empat hari kerja secara bergiliran bagi tenaga kependidikan,” jelas Kamaludin.
Namun demikian, pejabat struktural di lingkungan kampus tetap diwajibkan menjalankan aktivitas kerja seperti biasa selama lima hari kerja.
Khusus untuk program pascasarjana, aktivitas akademik masih dimungkinkan berlangsung pada Jumat dan Sabtu, mengingat sebagian besar mahasiswa merupakan pekerja.
Di sisi lain, Universitas Bengkulu juga mendorong optimalisasi layanan digital bagi mahasiswa.
Layanan seperti pengajuan judul skripsi, izin penelitian, hingga administrasi lainnya diupayakan dapat dilakukan secara daring.
“Kami mendorong agar layanan yang bisa didigitalisasi tidak lagi mengharuskan mahasiswa datang ke kampus,” papar Kamaludin.
Meski demikian, ia mengakui bahwa kesiapan sistem digital di lingkungan kampus masih dalam tahap pengembangan.
“Kami akui belum sepenuhnya siap berbasis digital, sehingga tetap ada layanan yang harus dilakukan secara langsung di kampus,” tutup Kamaludin.
Mahasiswa Semester Awal Tetap Tatap Muka
Sebelumnya, Pemerintah resmi memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi mahasiswa perguruan tinggi semester 5 ke atas mulai pekan ini.
Kebijakan ini disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/4/2026).
“Jadi siswa setiap prodi itu mencermati lagi mana mata kuliah-mata kuliah yang memungkinkan untuk diselenggarakan secara hybrid atau kuliah PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) gitu ya,” kata Brian.
Penerapan PJJ dilakukan pemerintah sebagai respons atas situasi geopolitik global yang tegang akibat perang di Timur Tengah.
Kondisi tersebut mengganggu suplai energi dunia, termasuk Indonesia.
Untuk menghemat energi, pemerintah juga mewajibkan ASN bekerja dari rumah satu hari dalam sepekan serta menghimbau sektor swasta melakukan penghematan energi.
Brian menegaskan, sistem PJJ hanya berlaku bagi mahasiswa semester 5 ke atas.
Mahasiswa semester awal tetap diwajibkan kuliah tatap muka agar atmosfer akademik dapat terbangun.
“Tetapi kita meminta jangan yang tingkat dasar, tingkat 1, tingkat 2, supaya atmosfer akademik itu terbangun dulu,” ujarnya.
Mata Kuliah Praktik Tetap Tatap Muka
Selain itu, sistem PJJ tidak berlaku untuk semua mata kuliah.
Perkuliahan yang bersifat praktik tetap harus dilakukan secara tatap muka.
Nantinya kampus yang akan menentukan mata kuliah mana yang bisa dilakukan PJJ.
“Jadi mata kuliah yang sifatnya wawasan, tapi tetap kita menyerahkan kepada setiap perguruan tinggi. Perguruan tinggi, prodi-prodi akan melihat mana yang bisa dimungkinkan untuk dilakukan secara online,” kata Brian.
Kualitas Pembelajaran Dijamin
Brian memastikan penerapan sistem PJJ tidak akan mengurangi kualitas pembelajaran.
“PJJ tidak akan mengganggu capaian atau kualitas pembelajaran,” tegasnya.
Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menghadapi krisis energi global sekaligus mendorong adaptasi pendidikan tinggi menuju sistem hybrid.
Mahasiswa senior diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan pola kuliah jarak jauh tanpa mengurangi kualitas akademik.
“PJJ tidak akan mengganggu capaian atau kualitas pembelajaran,” tegasnya.
Penghematan Energi dan Adaptasi Pendidikan
Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menghadapi krisis energi global sekaligus mendorong adaptasi pendidikan tinggi menuju sistem hybrid.
Mahasiswa senior diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan pola kuliah jarak jauh tanpa mengurangi kualitas akademik.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini