SURYA.co.id, Surabaya - Pertemuan klasik Persija Jakarta kontra Persebaya Surabaya pada pekan ke-27 Super League 2025/2026 akan menjadi panggung penting.
Salah satu sosok yang patut diwaspadai Bajol Ijo adalah Fabio Calonego, gelandang kreatif yang tengah jadi sorotan berkat gol jarak jauhnya.
Fabio Calonego mencuri perhatian publik dalam empat pekan terakhir dengan torehan tiga gol spektakuler. Gol pertama lahir saat menghadapi Malut United (24/2/2026) melalui sepakan keras dari luar kotak penalti.
Momen serupa kembali terjadi kala Persija bersua Borneo FC (3/3/2026). Fabio memanfaatkan ruang di lini pertahanan lawan untuk melepaskan tembakan jarak jauh yang tak mampu diantisipasi kiper.
Terbaru, ia menunjukkan ketenangan sebagai eksekutor tendangan bebas melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC (5/4/2026). Bola meluncur mulus, melengkung indah, dan bersarang di jala lawan.
Baca juga: Duel Klasik Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya, Sama-Sama Pincang
Menurut Fabio, kemampuan menembak jarak jauh sudah ia asah sejak lama. “Saya selalu memiliki kemampuan menembak jarak jauh sebagai salah satu kekuatan saya. Kapan pun memungkinkan saya akan lakukan. Saya selalu berlatih untuk terus meningkatkan kemampuan itu,” ucapnya dikutip SURYA.co.id dari laman Persija.
Meski demikian, Fabio menegaskan kemenangan tim lebih penting dibanding gol indah. “Mencetak gol selalu sangat penting untuk membantu tim. Akan tetapi, tanpa ragu saya akan menukar gol-gol itu dengan kemenangan,” ujarnya.
Selain mencetak gol, Fabio juga konsisten memberi kontribusi lain. Ia tercatat sudah menorehkan tiga assist sepanjang musim ini.
Assist pertama lahir saat melawan Malut United (23/8/2025), kemudian berlanjut ketika menghadapi Persebaya (18/10/2025).
Assist ketiga dicatatkan Fabio saat Persija melawan Bhayangkara FC (29/12/2025). Ketiga momen itu menunjukkan perannya sebagai pengatur serangan.
Baca juga: Daftar Pemain Persebaya Surabaya Cedera, Persija Siap Manfaatkan Momentum
Mauricio Souza menilai Fabio sebagai pemain yang mampu memberi solusi ketika tim kesulitan menembus pertahanan lawan. Kreativitasnya membuka ruang bagi rekan-rekan setim.
Dengan performa konsisten, Fabio kini menjadi salah satu pemain yang paling diandalkan Persija. Keberanian menembak jarak jauh menjadi senjata tambahan Macan Kemayoran.
Persebaya Surabaya menghadapi laga ini dengan kondisi pincang. Sejumlah pemain inti masih diragukan tampil karena cedera.
Ernando Ari dan Bruno Moreira sudah absen saat melawan Persita dan belum bisa dipastikan turun.
Arief Catur dan Francisco Rivera juga belum pulih sepenuhnya setelah mengalami cedera.
Gali Freitas, Malik Risaldi, dan Bruno Paraiba yang sempat dimainkan di menit akhir kontra Persita belum sepenuhnya pulih.
Pelatih Bernardo Tavares mengakui kondisi timnya tidak ideal. “Kami perlu melihat siapa yang kondisinya lebih baik. Banyak pemain datang dan tidak tahu apakah mereka bisa pulih atau tidak,” katanya.
“Beberapa pemain tidak dalam kondisi 100 persen. Jadi kami perlu menganalisis siapa saja pemain di tim dalam kondisi lebih baik,” tambahnya.
Badai cedera ini membuat Persebaya sempat bermain tanpa striker murni dalam empat laga terakhir. Tavares harus memutar strategi agar tim tetap kompetitif.
Meski demikian, kemenangan tipis atas Persita memberi kepercayaan diri baru bagi skuad Bajol Ijo. Francisco Rivera tampil sebagai kapten sekaligus pencetak gol penentu.
Bek Risto Mitrevski menilai kemenangan itu menjadi respons positif setelah kekalahan telak dari Borneo FC. “Kuncinya adalah kerja sama tim dan sikap semua pemain. Setelah ini kami akan fokus menghadapi laga selanjutnya,” ujarnya.
Dukungan Bonek dan Bonita di Stadion Utama Gelora Bung Karno juga diharapkan memberi energi tambahan. Atmosfer laga klasik ini selalu menjadi magnet bagi suporter.
Persebaya kini menempati posisi keenam klasemen dengan 42 poin, hanya tertinggal dua poin dari Bhayangkara FC di posisi kelima. Ambisi menembus lima besar menjadi motivasi tambahan.