TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Komisi B DPRD DKI Jakarta mendorong Perumda Dharma Jaya memperluas lini usaha sebagai tindak lanjut hasil audit kinerja (Diagnostic Performance Review) BUMD.
Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kinerja perusahaan di tengah berbagai tantangan operasional yang dihadapi.
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh mengatakan pihaknya tengah mencermati hasil audit performa yang menjadi dasar evaluasi, khususnya bagi Perumda Dharma Jaya.
“Memang salah satu tujuan ini bagaimana GCG (Good Corporate Governance) kita jaga, atau tata kelola yang bagus,” kata Nova, Selasa (7/4/2026).
Menurut dia, evaluasi tersebut menitikberatkan pada perbaikan tata kelola serta upaya peningkatan kinerja usaha melalui strategi yang lebih adaptif.
DPRD menilai, selama ini Dharma Jaya memiliki keterbatasan karena hanya berfokus pada skema Public Service Obligation (PSO), yakni penyediaan pangan bersubsidi dengan margin keuntungan yang relatif kecil.
“Dharma Jaya ini kan memang secara kekhususan dia hanya menjadi lini usaha yang bergerak dari PSO kita berdasarkan dari makanan bersubsidi yang nilai keuntungannya mencapai 10 sampai 15 persen (saja),” ungkapnya.
Selain itu, beban usaha di sejumlah sektor, seperti cold storage, juga dinilai cukup tinggi sehingga membebani kinerja perusahaan.
“Kalau kita lihat tadi secara overall, memang ada beban di beberapa BUMD kita. Ini sangat berat sekali ya,” jelas Nova.
Sebagai tindak lanjut, DPRD mendorong Dharma Jaya melakukan diversifikasi usaha dengan memperluas pasar, termasuk masuk ke pasar modern dan mengembangkan produk bernilai tambah.
“Masuk ke pasar-pasar modern,” katanya.
Nova menambahkan, inovasi juga perlu dilakukan, seperti pembaruan kemasan (packaging) hingga pengolahan bahan baku daging sapi agar memiliki nilai jual lebih tinggi.
Dengan perluasan lini usaha tersebut, Dharma Jaya diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan publik, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing dan berkontribusi terhadap pendapatan daerah secara berkelanjutan.
“Misalnya (perbaharui) packaging, seperti itu ya, atau melakukan pengolahan bahan baku sapi dan lain-lain,” pungkasnya.