Pemkab Kulon Progo Naikkan Anggaran Infrastruktur 2026 hingga 14,79 Persen, Jadi Rp102,16 Miliar
Yoseph Hary W April 08, 2026 08:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo memastikan pembangunan infrastruktur akan jadi prioritas di tahun 2026 ini. Prioritas tersebut sesuai dengan visi dari Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan.

Agung menyampaikan bahwa anggaran pembangunan infrastruktur dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2025.

Siapkan anggaran Rp102,16 miliar 

"Kenaikannya sebesar 14,79 persen, dari Rp 89 miliar di 2025 menjadi Rp 102,16 miliar di 2026 ini," katanya pada Rabu (08/04/2026).

Naiknya anggaran infrastruktur merupakan hasil pergeseran anggaran yang dilakukan secara besar-besaran. Agung mengatakan pergeseran ini dilakukan dalam rangka efisiensi program pembangunan daerah.

Pihaknya memilih memangkas belanja program yang sifatnya non-prioritas. Terutama untuk program dan kegiatan yang sekiranya belum mendesak dan bisa ditunda, termasuk menghilangkan seluruh anggaran untuk jamuan makan dan minum rapat di lingkup Pemkab.

"Efisiensi kami lakukan agar manfaat dari APBD bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Agung.

Prioritas perbaikan jalan dan jembatan

Tambahan anggaran infrastruktur nantinya akan digunakan untuk perbaikan jalan hingga jembatan. Selain itu juga dimanfaatkan untuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), irigasi, Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), hingga sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan.

Agung mengatakan pihaknya akan menggenjot skema padat karya di 2026 ini. Anggarannya disiapkan sebesar Rp 8,7 miliar dari APBD Kulon Progo dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) DIY, naik 61,1 persen dari tahun lalu.

"Padat Karya diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan kesejahteraan warga," jelasnya.

Respons atas keluhan warga

Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko menyampaikan bahwa kenaikan anggaran infrastruktur menjadi respons dari keluhan warga. Sebab banyak jalan kabupaten yang rusak dan belum tersentuh perbaikan selama bertahun-tahun.

Keseriusan ditunjukkan dengan besarnya alokasi anggaran untuk perbaikan jalan kabupaten menjadi sebesar Rp 39,1 miliar di 2026. Nilainya naik hingga 88,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Ini menjadi komitmen yang harus diupayakan sungguh-sungguh karena infrastruktur yang lancar akan berdampak pada sektor ekonomi lainnya," kata Ambar.(alx)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.