TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kreativitas dan semangat inovasi ditunjukkan oleh SMK Muhammadiyah Kota Magelang dengan menyulap suasana sekolah menyerupai stadion minisoccer.
Halaman tengah sekolah yang biasanya beralas lantai, kini dipenuhi dengan rumput sintetis berwarna hijau dengan dikelilingi landasan lari.
“Dulu halaman sekolah ini terlihat gersang, sebagian ada yang untuk arena basket sebagian ada yang masih tanah, sebagian lagi lantai plester, terus kita mencoba untuk berinovasi dengan mencoba merubah supaya lebih menarik,” jelas Kepala SMK Muhammadiyah 1 Alternatif Kota Magelang, Wasiun, saat dijumpai di sekolahnya Rabu (08/04/2026) siang.
Menurutnya Langkah ini diambil sebagai upaya menjawab keterbatasan sarana olahraga yang sebelumnya dirasakan.
Dulu, halaman sekolah terlihat gersang dan kurang terawat. Kini, area tersebut disulap menjadi lapangan hijau menyerupai stadion mini yang tampak asri, sejuk, dan nyaman digunakan dalam berbagai kondisi cuaca.
Menariknya, lanjut Wasiun, fasilitas ini menjadi yang pertama di Kota Magelang.
Selain minim perawatan dibandingkan rumput alami, lapangan ini tetap bisa digunakan baik saat panas maupun hujan, didukung dengan sistem biopori yang mampu menyerap air dengan baik.
“Tak hanya menjadi fasilitas olahraga, lapangan ini juga dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sekolah. Setiap pagi, siswa rutin berolahraga sebagai bagian dari penerapan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”. Bahkan, setiap Sabtu siswa ditargetkan mencapai minimal 5.000 langkah sebagai bentuk pembiasaan hidup sehat,” imbuhnya.
Selain itu, kegiatan pembentukan karakter dan kedisiplinan dilaksanakan setiap Selasa dan Rabu. Sore harinya, lapangan digunakan untuk aktivitas futsal yang semakin menambah semangat siswa dalam bersekolah.
“lapangan ini juga digunakan untuk upacara, menunjukkan fleksibilitas fungsi yang dimiliki. Lingkungan sekolah pun kini menerapkan konsep “Indonesia Asri, Aman, Sehat, Resik, dan Indah” yang terasa nyata dalam keseharian siswa,” tuturnya.
Saat ini, jumlah siswa mencapai sekitar 300 orang yang terbagi dalam tiga angkatan, masing-masing terdiri dari empat kelas. Terobosan ini mendapat dukungan penuh dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), yang melihat langkah tersebut sebagai strategi tepat dalam meningkatkan kualitas sekaligus daya saing sekolah.
Dengan berbagai perubahan ini, lanjutnya, sekolah tidak hanya meningkatkan kualitas fasilitas, tetapi juga berhasil membangun citra positif di tengah masyarakat. Lapangan rumput sintetis pun kini bukan sekadar sarana olahraga, melainkan simbol kemajuan dan semangat baru dunia pendidikan di Kota Magelang.
Wasiun juga mengungkapkan adanya lapangan tersebut, antusiasme masyarakat pun semakin meningkat. Bahkan, lapangan ini mulai dimanfaatkan oleh masyarakat umum sebagai arena mini soccer, khususnya setiap Rabu sore. Hal ini turut memperkuat hubungan sosial dan solidaritas antara sekolah dan lingkungan sekitar.