TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltara dari Fraksi PKS, Syamsuddin Arfah, menegaskan sektor ekonomi kreatif memiliki peran strategis sebagai penopang masa depan daerah.
Menurut Syamsuddin Arfah, ketergantungan terhadap sumber daya alam (SDA) yang terbatas harus mulai dikurangi dengan mendorong sektor berbasis ide, inovasi, dan kreativitas sumber daya manusia.
“Ekonomi kreatif adalah pilar masa depan Kaltara yang tidak bergantung pada sumber daya alam yang terbatas, melainkan pada ide dan kreativitas manusia,” ujarnya belum lama ini.
Ia menjelaskan bahwa ekonomi kreatif dinilai lebih berkelanjutan karena bertumpu pada kemampuan masyarakat dalam menciptakan nilai tambah melalui berbagai inovasi.
Baca juga: Tiga Ranperda Strategis Disepakati DPRD Kaltara: Ekonomi Kreatif, Investasi, dan APBD 2026
Lebih lanjut, Syamsuddin Arfah juga menyoroti lahirnya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2025 tentang Ekonomi Kreatif sebagai langkah konkret pemerintah daerah bersama DPRD dalam memperkuat sektor tersebut.
Ia mengatakan, regulasi tersebut memberikan kepastian hukum sekaligus ruang yang jelas bagi generasi muda dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kaltara untuk berkembang.
“Lahirnya Perda Nomor 5 Tahun 2025 tentang ekonomi kreatif adalah bentuk komitmen pemerintah dan DPRD untuk memastikan anak muda serta pelaku UMKM memiliki wadah yang jelas,” katanya.
Ia berharap, melalui kebijakan tersebut, produk-produk lokal Kaltara, baik berupa barang maupun jasa, mampu meningkatkan daya saing hingga menembus pasar nasional bahkan internasional.
“Kita ingin produk lokal, baik barang maupun jasa, bisa bersaing di kancah nasional maupun internasional,” tutupnya
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu