BGN Dapat Harga Murah Motor MBG, Sebut Cuma Rp42 Juta Per Unit
Kiki Novilia April 08, 2026 08:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut pihaknya membeli 21.800 motor listrik untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) seharga Rp42 juta per unit. 

Dadan Hindayana mengatakan, pihaknya mendapatkan harganya yang lebih murah dibanding harga pasaran yang menembus Rp50 jutaan. 

"Harga pasaran Rp52 juta, tapi kita beli kalau enggak salah Rp42 juta di bawah harga pasaran," kata Dadan ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari Tribunnews Rabu (8/4/2026).

Dalam kesempatan yang sama, dia menyebut pengadaan kendaraan operasional ini merupakan bagian dari anggaran tahun 2025 yang telah direncanakan sebelumnya.

Dari target awal sebanyak 24.400 unit, pemerintah merealisasikan pengadaan sekitar 21.800 unit motor listrik.

Baca juga: Purbaya Kecolongan 21.800 Motor Listrik MBG, Terlanjur Bayar Triliunan

"Ya motor listrik kan sudah ada dalam perencanaan 2025, masuk dalam anggaran 2025. Dan realisasinya dari target 24.400 itu hanya bisa kita realisasikan 21.800-an dan sudah masuk ke dalam anggaran 2025," jelasnya.

Dadan menjelaskan bahwa puluhan ribu motor listrik ini tidak diperuntukkan bagi pejabat, melainkan sebagai kendaraan operasional di lapangan.

Distribusi akan difokuskan untuk personel di SPPG yang bertugas di wilayah terpencil.

"Iya akan kita distribusikan nanti untuk operasional seluruh orang yang ada di SPPG terutama untuk di daerah daerah yang sulit," tuturnya.

Urgensi pembelian motor listrik ini, menurut Dadan, berkaitan langsung dengan jangkauan pelayanan distribusi gizi ke pelosok desa.

Banyak wilayah target program yang hanya bisa diakses menggunakan kendaraan roda dua untuk menunjang operasional harian.

 "Ya program ini kan menjangkau daerah daerah yang nanti akan sangat sulit. Menjangkau desa-desa, daerah daerah yang hanya bisa dengan motor. Itu untuk menunjang operasional," jelasnya.

Dadan memastikan bahwa pengadaan ini hanya dilakukan untuk tahun anggaran 2025. Pemerintah tidak merencanakan adanya pembelian tambahan unit kendaraan pada tahun mendatang.

"Untuk sementara kita cukupkan dulu sekian karena ini kan anggaran 2025 ya, 2026 tidak ada perencanaan lagi untuk pembelian," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.