Pinggang Sakit Badan Kena debu, Pengakuan Warga yang Lintasi Jl Pattimura Lampung Tengah
soni yuntavia April 08, 2026 08:19 PM

Tribunlampung.co.id, LAMPUNG TENGAH - Di tengah dimulainya perbaikan sejumlah ruas jalan oleh Pemprov Lampung sejak awal April 2026, keluhan warga justru menguat dari wilayah yang belum tersentuh perbaikan.

Jalan Pattimura yang menghubungkan Kabupaten Lampung Tengah dengan Kota Metro yang rusak parah, berlubang, berdebu saat kemarau, dan berlumpur ketika hujan, masih menjadi “langganan” penderitaan para pengendara setiap hari.

Wardoyo, salah satu warga yang rutin melintasi jalan tersebut, mengaku harus menghadapi berbagai risiko setiap harinya.

“Setiap hari saya lewat jalan ini untuk bekerja dan berbelanja, pinggang saya sakit, shock breaker motor bocor, badan kotor kena debu, bahkan sering hampir jatuh karena licin setelah hujan,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, kecelakaan di ruas Jalan Pattimura bukan lagi hal baru. Ia menyebut dalam satu bulan terakhir sudah banyak insiden terjadi, mulai dari pengendara tergelincir hingga kendaraan besar yang terguling.

“Sudah puluhan motor jatuh, ada juga tabrakan sampai luka berat. Mobil dan truk juga sering terjebak di lubang,” tambahnya.

Ironisnya, di saat kondisi tersebut belum tertangani maksimal, pemerintah justru mulai mengerjakan perbaikan di ruas lain, seperti Kalirejo–Bangunrejo yang telah memasuki tahap pengerjaan awal.

Di lokasi tersebut, aktivitas alat berat dan pekerja sudah terlihat, dengan proses pengupasan aspal lama sebagai persiapan pembangunan jalan rigid beton sepanjang 6 kilometer.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, bahkan telah melakukan groundbreaking proyek tersebut pada awal April 2026 dan menargetkan penyelesaian pada September mendatang.

Namun, bagi warga pengguna Jalan Pattimura, kepastian perbaikan masih belum jelas.

“Katanya habis Lebaran, ada juga yang bilang bulan lima atau enam. Tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda. Mau bagaimana lagi, cuma bisa sabar,” kata Wardoyo.

Padahal, ruas Jalan Pattimura dikenal sebagai jalur padat yang dilalui berbagai jenis kendaraan, mulai dari pelajar hingga truk bertonase besar yang menghubungkan Lampung Tengah dan Kota Metro.

Sebelumnya, pemerintah sempat melakukan penanganan sementara dengan menimbun lubang menggunakan batu pada akhir Maret hingga awal April 2026. Namun, upaya tersebut dinilai belum efektif karena kondisi jalan kembali rusak.

Pemerintah Provinsi Lampung sendiri diketahui tengah menjalankan program perbaikan jalan di 29 titik di 12 kabupaten/kota dengan total panjang hampir 100 kilometer, termasuk lima titik di Lampung Tengah.

Meski demikian, warga berharap perbaikan tidak hanya terfokus pada ruas tertentu, tetapi juga segera menyentuh jalan-jalan dengan tingkat kerusakan parah dan risiko kecelakaan tinggi seperti Jalan Pattimura.

“Yang penting itu jalan yang paling parah dulu diperbaiki. Jangan sampai nunggu korban terus bertambah,” tutupnya.

( Tribunlampung.co.id / Fajar Ihwani Sidiq ) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.