TRIBUN-TIMUR.COM, PALOPO - Pengurus inti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) road show musyawarah cabang (Muscab) di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan demi menentukan ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang baru.
Ini cara Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Sulawesi Selatan menata mesin politiknya jauh sebelum menghadapi Pemilu 2029 mendatang.
Muscab PKB se-Luwu Raya dilangsungkan di Hotel Banua Wisata, Kota Palopo, Rabu (8/4/2026).
Pesertanya adalah pengurus DPC Kabupaten Luwu, Luwu Tengah, dan Luwu Timur.
Minus Kota Palopo, karena pada Pemilu 2024 lalu, partai berlambang bulan dunia dan peta Indonesia ini nihil kursi di parlemen.
Dari pantauan Tribun-Timur.com, Muscab ini dihadiri pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB.
Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar mengutus Daniel Johan.
Baca juga: Daftar 12 Calon Ketua DPC PKB Se-Luwu Raya, Muscab Serentak Digelar di Palopo
Ia merupakan anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB.
Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad juga terlihat di arena Muscab.
Ia dikawal Sekretarisnya, Muhammad Haikal.
Anggota DPRD Sulsel, Zulfikar Limolang mewakili Tim 5 bentukan partai.
Tim 5 inilah yang dipercayakan untuk menjalankan mekanisme pemilihan sesuai aturan PKB.
Wali Kota Palopo, Naili Trisal datang bersama suaminya Trisal Tahir.
Ia kompak mengenakan kemeja berwarna putih.
Semasa mencalonkan menjadi orang nomor satu di Kota Palopo, Partai PKB juga mengusung paket Naili Trisal-Akhmad Syarifuddin.
Azhar Arsyad membuka sambutannya dengan kelakar.
Sebab PKB Luwu tak memiliki kursi di DPRD Kota Palopo.
"Meskipun PKB tidak ada kursinya di Palopo, semoga setelah ini bisa ada karena kehadiran Bu Wali Kota Palopo," jelasnya dihadapan peserta Muscab.
Kendati demikian, doktor Ilmu Hukum, Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar itu kembali menargetkan fraksi PKB bisa kembali di parlemen.
"Karena dulu PKB pernah satu fraksi di Palopo, kemudian turun dan sampai sekarang nol," ujarnya.
Azhar memuji kedatangan Naili dan Trisal dalam acara Muscab tersebut.
Trisal datang dengan baju kemeja berwarna putih berlambang Partai Gerindra.
Menurut Azhar, PKB dan Gerindra hingga kini berhubungan baik.
Ia mengibaratkannya sebagai adik dan kakak.
"Kita ini (PKB) dengan Gerindra saudara baik. Tidak mungkin juga kami melampaui. Layaknya sebagai adik," katanya.
Ia menambahkan, lewat Muscab ini PKB ingin bertransformasi dari partai tradisional menuju modern.
Makanya figur calon ketua Ketua DPC akan mengikuti Uji Kepatutan dan Kelayakan (UKK).
UKK ini akan dilakukan sebanyak dua kali.
"Transformasi partai tradisional menuju modern. Sehingga segala evaluasi partai menggunakan sistem digital," ujarnya.
"Jadi yang mau jadi ketua DPC, jangan lagi lobi-lobi lagi saya. Mohon maaf ketua DPC yang sering kirim durian, jadi mohon maaf," tambah Azhar.
Kata Azhar, wajah partai tergambar pada pengurus DPC dan ranting di level kecamatan.
Merekalah yang terus berhadapan dengan konstituen PKB.
Maka proses kaderisasi harus diperkuat.
"Mudah-mudahan di Luwu Raya tidak melupakan PAC atau rantingnya. Karena sejatilah mereka yang berhadapan dengan konstituen," katanya.
Pengurus DPP PKB, Daniel Johan sekaligus anggota DPR RI, Komisi IV mengaku kader PKB harus menjadi gudang solusi di masyarakat.
Sebab hari ini kondisi dunia tidak baik-baik saja.
Kondisi ini tentu akan dirasakan hingga ke Kota Palopo.
Ia mencontohkan harga plastik naik.
Termasuk harga bahan bakar non subsidi juga naik.
"Maka kader PKB harus menjadi solusi dalam setiap masalah yang ada. Kader PKB harus memahami ekonomi rakyat. Harus berani mengambil bertanggung jawab dan memberikan solusi," terangnya.
Ia berpesan agar Muscab melahirkan pemimpin yang mampu membawa tujuan partai dengan baik.
"Meskipun ada perbedaan ada Muscab, itu adalah kondisi yang biasa. Sehingga pasca Muscab tidak ada lagi ketua versi pusat dan daerah," katanya.(*)
Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana