Perempuan Beradu Kecepatan di Lintasan Balap Mandalika Kartini Race 2026
Wahyu Widiyantoro April 08, 2026 09:05 PM

TRIBUNLOMBOK - Gelaran Mandalika Festival of Speed 2026 pada 1-3 Mei 2026 mendatang di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat tidak hanya menghadirkan adrenalin balap kelas dunia melalui GT World Challenge Asia tetapi juga menorehkan sejarah penting bagi perkembangan motorsport nasional lewat Mandalika Kartini Race 2026.

Sejumlah pembalap akan berpartisipasi mengikuti Mandalika Kartini Race, diantaranya pembalap senior Alexandra Asmasoebrata, Alinka Hardianti, Belove Athaya, Clio Clarissa Tjonnadi, Audey, Vivit, Oatricia Revalina dan Ine Rosdiana.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria menyatakan bahwa Mandalika Kartini Race 2026 adalah sebuah upaya dari MGPA sebagai pengelola Pertamina Manfalika International Circuit, untuk turut serta mendukung semangat emansipasi perempuan Indonesia melalui ajang balapan di sirkuit.”

“Kami melihat potensi besar dari para  pembalap perempuan Indonesia, baik yang sudah berpengalaman maupun generasi muda. Melalui ajang ini, sesuai dengan visi dan program dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) tentang Women in Motorsport, kami ingin menciptakan ruang kolaborasi, pembinaan, dan inspirasi agar semakin banyak talenta perempuan yang lahir dan mampu bersaing dalam dunia balap dari level nasional hingga internasional. Pada saat yang sama, kami juga ingin memperkenalkan berbagai destinasi wisata Indonesia melalui branding pada kendaraan,” kata Priandhi. 

Apa itu Mandalika Kartini Race 2026?

Mandalika Kartini Race 2026 adalah event balap khusus perempuan yang diselenggarakan bersamaan dengan GT WORLD CHALLENGE ASIA pada 1–3 Mei 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat. 

Event ini diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat emansipasi perempuan yang diperjuangkan oleh pahlawan nasional Raden Ajeng Kartini. 

Event ini dihadirkan sebagai semangat baru untuk memperingati Hari Kartini dan Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day).

Mandalika Kartini Race 2026 diharapkan menjadi salah satu simbol kebangkitan peran perempuan Indonesia di dunia balap, sekaligus sebagai momentum inspiratif yang menggabungkan olahraga, emansipasi perempuan di dunia motorsport, dan promosi pariwisata dalam satu kemasan event motorsport yang utuh.

Format Balapan

Balapan ini merupakan balap khusus yang melibatkan pembalap perempuan sebagai bagian dari rangkaian event Mandalika Festival of Speed (MFoS) bersamaan dengan event internasional GT World Challenge Asia. 

Kehadiran ajang ini bukan sekadar pelengkap, melainkan memiliki makna strategis dalam mendorong kesetaraan gender di dunia otomotif. 

Dengan format one-make race menggunakan Krida Toyota Agya, seluruh peserta akan berlaga dengan spesifikasi kendaraan yang sama, sehingga faktor utama penentu kemenangan benar-benar bertumpu pada kemampuan, strategi, dan konsistensi pembalap di lintasan.

Mandalika Kartini Race 2026 dirancang untuk memberikan ruang bagi perempuan Indonesia agar dapat berkiprah dan berkembang di dunia motorsport, sektor yang selama ini masih didominasi oleh laki-laki. 

Perempuan Dalam Olahraga Balap

Mandalika Kartini Race 2026 tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari upaya besar dalam membangun ekosistem motorsport. 

Ajang ini ikut mendukung program Women in Motorsport yang diinisiasi oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI), dengan tujuan meningkatkan partisipasi perempuan sekaligus menciptakan regenerasi pembalap di masa depan.

Di organisasi Ikatan Motor Indonesia (IMI) terdapat Komisi Women in Motorsport (WIM), sebagai wadah resmi di bawah Ikatan Motor Indonesia (IMI) untuk memberdayakan, mempromosikan, dan meningkatkan partisipasi perempuan dalam dunia otomotif. 

Komisi ini dipimpin oleh Alexandra Asmasoebrata (periode 2025-2030). Komisi ini memiliki agenda pada regenerasi pembalap perempuan, memberikan apresiasi, serta menyelenggarakan kegiatan seperti Girls on Track untuk mengenalkan dunia balap kepada perempuan sejak dini.

Alexandra Asmasoebrata (Ketua Komisi Women in Motorsport IMI) senang bisa kembali ke lintasan dan berpartisipasi di Mandalika Kartini Race 2026 bersama para pembalap perempuan lainnya. 

"Ajang ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga upaya kami untuk mendorong lahirnya generasi baru pembalap wanita di Indonesia. Kami berharap kehadiran kami di sini bisa menjadi pemicu dan inspirasi bagi talenta-talenta muda untuk berani terjun ke dunia motorsport," ujarnya.

Mandalika Kartini Race 2026 membawa pesan Women in Motorsport bahwa perempuan Indonesia memiliki kemampuan, keberanian, dan peluang yang sama untuk bersaing di level tertinggi. 

Lebih dari itu, kehadiran event Mandalika Kartini Race 2026 ini diharapkan mampu menginspirasi generasi muda perempuan untuk terjun ke dunia motorsport, mendorong kesetaraan gender dalam industri otomotif, memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang mendukung kesetaraan gender dan keberagaman serta mengembangkan talenta lokal hingga ke level internasional.

Livery Mobil Balap

Keunikan lain dari Mandalika Kartini Race 2026 terletak pada konsep livery mobil yang mengangkat berbagai destinasi wisata unggulan Indonesia. 

Setiap kendaraan akan merepresentasikan ikon pariwisata dalam ekosistem InJourney, seperti Candi Borobudur (jawa tengah), Candi Prambanan (Yogyakarta), Taman Mini Indonesia Indah (Jakarta), The Nusa Dua (Bali), The Mandalika (NTB), dan Golo Mori (NTT).

Konsep ini menjadikan lintasan balap sebagai media promosi bergerak yang efektif, memperkenalkan kekayaan destinasi Indonesia kepada audiens nasional maupun internasional.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.