200 Contoh Peribahasa dan Artinya, Pengertian Peribahasa, Ciri-ciri Peribahasa, Fungsi Peribahasa
Baca juga: 100 Contoh Kalimat Majemuk Setara, Arti Kalimat Majemuk Setara dan Pengertian serta Ciri-ciri
A. Pengertian Peribahasa
Pengertian peribahasa adalah ungkapan atau kalimat pendek yang memiliki makna kiasan atau konotatif, yang biasanya mengandung nasihat, sindiran, perbandingan, atau pandangan tentang suatu hal.
Peribahasa bersifat ringkas, padat, dan seringkali menggunakan bahasa yang indah atau puitis.
Berikut ciri-ciri peribahasa :
1. Makna Kiasan (Konotatif): Makna peribahasa tidak terletak pada arti harfiah kata-katanya, melainkan pada makna tersirat yang disampaikannya. Peribahasa menggunakan metafora, simile, atau perbandingan untuk menyampaikan pesannya.
Contoh: "Air beriak tanda tak dalam." Makna harfiahnya tentang air, namun makna kiasannya adalah orang yang banyak bicara biasanya tidak berilmu atau pengetahuannya dangkal.
2. Ringkas dan Padat: Peribahasa biasanya terdiri dari beberapa kata atau satu kalimat pendek, namun mampu menyampaikan pesan yang mendalam.
3. Mengandung Nasihat atau Kebijaksanaan: Banyak peribahasa berisi ajaran moral, nasihat bijak, atau pelajaran hidup yang telah diwariskan turun-temurun.
Contoh: "Belajar di waktu kecil ibarat mengukir di atas batu, belajar di waktu tua ibarat mengukir di atas air." (Menekankan pentingnya belajar sejak dini).
4. Menggambarkan Perbandingan atau Keadaan: Peribahasa seringkali digunakan untuk membandingkan suatu keadaan dengan hal lain yang lebih mudah dipahami, atau untuk menggambarkan situasi tertentu secara tepat.
Contoh: "Seperti katak dalam tempurung." (Menggambarkan orang yang pengetahuannya sempit atau wawasannya terbatas).
5. Bahasa Indah dan Berirama: Banyak peribahasa menggunakan rima, irama, atau pilihan kata yang menarik, sehingga mudah diingat dan enak didengar.
6. Bersifat Umum dan Universal: Makna peribahasa seringkali berlaku umum dan dapat dipahami dalam berbagai konteks kehidupan, meskipun berasal dari budaya tertentu.
Berikut fungsi peribahasa :
- Memperindah Bahasa: Memberikan warna dan kekayaan pada percakapan atau tulisan.
- Menyampaikan Pesan Secara Halus: Terutama untuk kritik atau sindiran, peribahasa bisa digunakan agar tidak terlalu menyinggung.
- Memberikan Nasihat atau Pengajaran: Sebagai sarana untuk mendidik dan memberikan petuah.
- Meringkas Ide Kompleks: Mengubah ide yang panjang menjadi ungkapan yang singkat dan mudah diingat.
- Menunjukkan Kebijaksanaan: Penggunaan peribahasa yang tepat dapat menunjukkan kedalaman pemahaman dan kebijaksanaan seseorang.
B. 100 Contoh Peribahasa dan Artinya
Berikut 100 contoh peribahasa dan artinya :
- Ada usaha, ada hasil.
Artinya: Jika berusaha pasti akan mendapatkan hasil.
- Air beriak tanda tak dalam.
Artinya: Orang yang banyak bicara biasanya tidak berilmu atau pengetahuannya dangkal.
- Bagai air mendidih.
Artinya: Sangat marah.
- Biar lambat asal selamat.
Artinya: Lebih baik berhati-hati dan lambat asal pekerjaan selesai dengan baik dan aman.
- Biar putih tulang jangan putih mata.
Artinya: Lebih baik mati daripada menanggung malu atau kehilangan kehormatan.
- Bulat air kerana penakung, bulat kata kerana muafakat.
Artinya: Keputusan bulat dapat dicapai jika ada kesepakatan bersama.
- Cahaya mata.
Artinya: Anak.
- Diam-diam menghanyutkan.
Artinya: Orang yang pendiam tetapi memiliki ilmu atau kemampuan yang hebat.
- Harapkan pagar, pagar makan padi.
Artinya: Orang yang dipercaya malah berkhianat.
- Hendak seribu daya, tak hendak seribu dalih.
Artinya: Jika ada kemauan pasti ada cara, jika tidak mau pasti ada alasan.
- Jika ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi; jika ada umur yang panjang, boleh kita bertemu lagi.
Artinya: Jika ada kesempatan, kita bisa bertemu lagi.
- Infaq.
Artinya: Memberi sedekah.
- Jauh berjalan banyak yang dilihat, luas memandang banyak yang diketahui.
Artinya: Semakin banyak pengalaman, semakin luas pengetahuan.
- Kail sebatang berumpankan ikan.
Artinya: Dengan modal kecil, mendapatkan keuntungan besar.
- Kecil tapak tangan, nyiru kami tadahkan.
Artinya: Menerima dengan senang hati pemberian sekecil apapun.
- Kecil-kecil cili padi.
Artinya: Kecil-kecil tapi berani, pintar, atau berdaya guna.
- Lain di mulut, lain di hati.
Artinya: Tidak tulus, munafik.
- Lain padang lain belalang, lain orang lain padang.
Artinya: Setiap tempat atau orang punya adat dan cara sendiri.
- Lain seruling, lain pula gendangnya.
Artinya: Tidak sesuai antara perkataan dan perbuatan.
- Laksana bulan jatuh ke riba.
Artinya: Mendapat keuntungan atau rezeki yang besar.
- Laksana menatang minyak yang penuh.
Artinya: Menjaga sesuatu dengan sangat hati-hati.
- Laksana garam jatuh ke air.
Artinya: Sesuatu yang cepat larut atau diterima.
- Laut ditimba timba tiada akan habis.
Artinya: Pekerjaan yang mustahil dilakukan.
- Lekat seperti pelekat.
Artinya: Sangat akrab atau setia.
- Lidi sebatang sukar dipatahkan, tetapi lidi serumpun mudah dipatahkan.
Artinya: Persatuan membuat kekuatan.
- Malang tidak berbau.
Artinya: Bahaya atau kecelakaan bisa datang tiba-tiba.
- Malu berdayung perahu hanyut.
Artinya: Menyesal kemudian tiada berguna.
- Mati gajah beralih kapaknya, mati harimau mengaum.
Artinya: Orang besar yang meninggal akan meninggalkan pengaruh.
- Mencencang air.
Artinya: Pekerjaan yang sia-sia.
- Mencari jarum dalam jerami.
Artinya: Mencari sesuatu yang sangat sulit ditemukan.
- Mendayung perahu sampai ke pulau.
Artinya: Berusaha hingga tercapai cita-cita.
- Menjaga tepi kain orang.
Artinya: Mencampuri urusan orang lain.
- Menjenguk bangkai, bernanang air mata.
Artinya: Menangisi orang yang sudah meninggal.
- Menumbuk padi dengan lesung.
Artinya: Pekerjaan yang sudah pasti berhasil.
- Nasi sudah menjadi bubur.
Artinya: Penyesalan kemudian tiada berguna karena sudah terlanjur terjadi.
- Patah tumbuh hilang berganti.
Artinya: Sesuatu yang hilang akan tergantikan.
- Pelanduk melupakan jerat, jerat melupakan pelanduk.
Artinya: Orang yang sudah lupa akan bahaya yang pernah menimpanya.
- Pucuk dicita ulam mendatang.
Artinya: Mendapat keuntungan yang tidak disangka-sangka.
- Puas hati.
Artinya: Merasa senang atau lega.
- Seperti api dalam sekam.
Artinya: Kemarahan yang terpendam.
- Seperti kera mendapat bunga.
Artinya: Orang yang tidak bisa menghargai pemberian.
- Seperti menatang minyak yang penuh.
Artinya: Menjaga sesuatu dengan sangat hati-hati.
- Seperti rusa masuk kampung.
Artinya: Terperanjat atau kebingungan karena baru pertama kali melihat keramaian.
- Seperti silap mata.
Artinya: Sangat cepat dan sulit dipercaya.
- Seperti udang direbus.
Artinya: Mukanya merah karena malu atau marah.
- Seperti urat dengan daging.
Artinya: Sangat akrab atau setia.
- Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu jatuh juga.
Artinya: Sepandai-pandai orang, pasti pernah melakukan kesalahan.
- Sudah terhantuk baru tengadah.
Artinya: Menyesal kemudian tiada berguna.
- Takutkan bayang-bayang sendiri.
Artinya: Sangat penakut.
- Terbang tinggi di awan-awan.
Artinya: Mengkhayal atau berangan-angan.
- Tepuk sebelah tangan tidak akan berbunyi.
Artinya: Suatu perbuatan tidak akan berhasil jika hanya dilakukan oleh satu pihak.
- Tua-tua kelapa, semakin tua semakin berminyak.
Artinya: Semakin tua usia, semakin bijaksana.
- Untung sabut timbul, untung batu tenggelam.
Artinya: Nasib baik akan beruntung, nasib buruk akan celaka.
- Air tenang jangan diInjak.
Artinya: Orang yang pendiam jangan diganggu.
- Akal kera.
Artinya: Curang atau licik.
- Anak di pangkuan, paman di seberang.
Artinya: Mengurus keluarga sendiri saja sulit, apalagi membantu orang lain.
- Asam di gunung, garam di laut, bertemu dalam satu pinggan.
Artinya: Jika berjodoh pasti akan bersatu.
- Ayam berkokok di siang hari.
Artinya: Perbuatan yang memalukan.
- Ayam tambatan.
Artinya: Orang yang menjadi andalan.
- Bagaikan pinang dibelah dua.
Artinya: Pasangan yang sangat serasi.
- Bagai bulan kesiangan.
Artinya: Wajah yang pucat karena sakit atau sedih.
- Bagai menepuk air di dulang, terciduk muka sendiri.
Artinya: Menyakiti hati sendiri atau keluarganya sendiri.
- Batu busuk.
Artinya: Orang yang jahat tetapi pura-pura baik.
- Batu di timba tiada akan habis.
Artinya: Pekerjaan yang mustahil dilakukan.
- Bawa resmi padi, makin berisi makin tunduk.
Artinya: Semakin berilmu atau kaya, semakin rendah hati.
- Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian; bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.
Artinya: Berusahalah dengan keras terlebih dahulu agar mendapatkan kesenangan kemudian.
- Berjagung-jagung dahulu sementara padi belum masak.
Artinya: Melakukan pekerjaan lain sementara menunggu pekerjaan utama selesai.
- Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.
Artinya: Persatuan membuat kekuatan.
- Biar jatuh air muka, jangan jatuh bangsa.
Artinya: Lebih baik menanggung malu perorangan daripada mencemarkan nama baik bangsa.
- Biar menangis di permai, jangan menangis di padang.
Artinya: Lebih baik susah di rumah sendiri daripada susah di rumah orang lain.
- Buah jatuh tak jauh dari pokoknya.
Artinya: Sifat anak biasanya menurun dari orang tuanya.
- Bumi mana yang tidak dipijak, langit mana yang tidak dijunjung.
Artinya: Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan.
- Bunga bukan sekuntum, kembang sekعبang.
Artinya: Jangan terlalu terpaku pada satu pilihan, masih banyak pilihan lain.
- Cakar ayam.
Artinya: Tulisan yang sangat jelek.
- Cari penyakit.
Artinya: Sengaja mencari gara-gara atau masalah.
- Cinta itu buta.
Artinya: Orang yang sedang jatuh cinta seringkali tidak melihat kekurangan pasangannya.
- Datuk nenek.
Artinya: Leluhur.
- Dendam tak sudah.
Artinya: Kemarahan yang tidak pernah padam.
- Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.
Artinya: Harus patuh dan menghormati adat istiadat di tempat orang lain.
- Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi.
Artinya: Setara atau sama derajatnya.
- Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama.
Artinya: Perbuatan baik atau buruk manusia akan dikenang setelah ia meninggal.
- Genggam besi, bajai berkarat.
Artinya: Jika tidak digunakan, ilmu akan hilang.
- Harimau menyembunyikan cakarnya.
Artinya: Orang yang berhati licik atau jahat tetapi pura-pura baik.
- Hati gajah sama dilapah, hati kuman sama dicecah.
Artinya: Pembagian yang adil.
- Hati batu.
Artinya: Keras hati, tidak mau mendengar nasihat.
- Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, lebih baik di negeri sendiri.
Artinya: Walaupun negeri orang lebih kaya atau makmur, lebih baik negerinya sendiri.
- Ikan tercicir di laut, siapa yang tahu.
Artinya: Rahasia yang tidak diketahui orang.
- Indah kabar dari rupa.
Artinya: Berita yang terdengar lebih hebat daripada kenyataannya.
- Itik berenang kerana air.
Artinya: Melakukan sesuatu karena terpaksa.
- Itik mencari induknya.
Artinya: Mencari orang tua atau keluarga.
- Jatuh air mukanya.
Artinya: Malu.
- Jual mahal.
Artinya: Sengaja bersikap pura-pura tidak mau agar harganya menjadi tinggi.
- Kambing hitam.
Artinya: Orang yang disalahkan dalam suatu perkara.
- Kapur bersendi, pereca berintikan.
Artinya: Pasangan yang sangat serasi.
- Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah.
Artinya: Kasih ibu tak terhingga, kasih anak terbatas.
- Kenaikan pangkat.
Artinya: Mendapat promosi jabatan.
- Kera dihutan disusui, anak dirumah mati kelaparan.
Artinya: Menyayangi orang asing lebih daripada keluarga sendiri.
- Kesiangan.
Artinya: Wajah yang pucat karena sakit atau sedih.
- Kisah benar.
Artinya: Cerita yang benar-benar terjadi.
- Korek api.
Artinya: Sesuatu yang sangat kecil.
- Alah bisa karena biasa.
Artinya: Sesuatu yang sulit akan menjadi mudah jika sudah terbiasa.
- Ada gula ada semut.
Artinya: Di mana ada kesenangan atau keuntungan, di situ banyak orang berkumpul.
- Anak buah.
Artinya: Orang suruhan atau bawahan.
- Api kecil baik padam.
Artinya: Masalah kecil lebih baik segera diselesaikan sebelum membesar.
- Asal ada.
Artinya: Yang penting ada, meskipun tidak sempurna.
- Ayam hitam tak bisa mengeram.
Artinya: Orang yang berbuat jahat tidak akan pernah berhasil.
- Badai pasti berlalu.
Artinya: Kesulitan atau musibah pasti akan berakhir.
- Bagai air di daun talas.
Artinya: Orang yang plin-plan, tidak teguh pendiriannya.
- Bagai bulan kesiangan.
Artinya: Wajah yang pucat karena sakit atau sedih.
- Bagai menepuk air di dulang, terciduk muka sendiri.
Artinya: Menyakiti diri sendiri atau keluarganya sendiri.
- Banting tulang.
Artinya: Bekerja keras.
- Belakang parang kalau diasah, niscaya tajam.
Artinya: Orang yang bodoh pun, jika diajar dengan sungguh-sungguh, lama-lama menjadi pandai.
- Benang basah.
Artinya: Orang yang mengeluh.
- Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian; bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.
Artinya: Berusahalah dengan keras terlebih dahulu agar mendapatkan kesenangan kemudian.
- Berjalan pelan-pelan asal selamat.
Artinya: Lebih baik berhati-hati dan lambat asal pekerjaan selesai dengan baik dan aman.
- Berputus asa.
Artinya: Kehilangan harapan.
- Biar lambat asal selamat.
Artinya: Lebih baik berhati-hati dan lambat asal pekerjaan selesai dengan baik dan aman.
- Biar putih tulang jangan putih mata.
Artinya: Lebih baik mati daripada menanggung malu atau kehilangan kehormatan.
- Biji sesawi.
Artinya: Sesuatu yang sangat kecil.
- Bongkok dipelihara, urat tumbuh melintang.
Artinya: Melakukan pekerjaan yang sia-sia.
- Buang karan.
Artinya: Melakukan pekerjaan yang sia-sia.
- Bujang lapuk.
Artinya: Laki-laki yang sudah tua tetapi belum menikah.
- Buluh perindu.
Artinya: Suara yang merdu.
- Bumi mana yang tidak dipijak, langit mana yang tidak dijunjung.
Artinya: Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan.
- Bungkam.
Artinya: Diam tidak berkata-kata.
- Buruk rupa, jangan ditolak kalau sudah mendapat.
Artinya: Jika sudah mendapat jodoh, jangan ditolak walaupun rupa tidak menarik.
- Cakar ayam.
Artinya: Tulisan yang sangat jelek.
- Cari penyakit.
Artinya: Sengaja mencari gara-gara atau masalah.
- Cekak pinggang.
Artinya: Berdiri dengan kedua tangan di pinggang (biasanya karena marah atau kesal).
- Cempedak di luar pagar, diambil orang.
Artinya: Berbuat baik kepada orang lain, tetapi malah orang lain yang mendapat manfaat.
- Cepat kaki ringan tangan.
Artinya: Suka menolong dan sigap dalam bekerja.
- Cincin pertunangan.
Artinya: Tanda pertunangan.
- Cinta itu buta.
Artinya: Orang yang sedang jatuh cinta seringkali tidak melihat kekurangan pasangannya.
- Dahulu parang, sekarang besi.
Artinya: Keadaan yang sudah berubah.
- Datuk nenek.
Artinya: Leluhur.
- Dendam tak sudah.
Artinya: Kemarahan yang tidak pernah padam.
- Di mana ada kemahuan, di situ ada jalan.
Artinya: Jika bertekad pasti ada cara.
- Di mana ada gula, di situ ada semut.
Artinya: Di mana ada kesenangan atau keuntungan, di situ banyak orang berkumpul.
- Diam-diam menghanyutkan.
Artinya: Orang yang pendiam tetapi memiliki ilmu atau kemampuan yang hebat.
- Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi.
Artinya: Setara atau sama derajatnya.
- Gajah berbaring.
Artinya: Orang besar yang sedang beristirahat.
- Gajah mencari kancil.
Artinya: Mencari musuh.
- Gali tapak.
Artinya: Memulai pekerjaan dari awal.
- Garam sebuku, asam sebuku, bertemu dalam satu acuan.
Artinya: Pasangan yang sangat serasi.
- Genggam besi, bajai berkarat.
Artinya: Jika tidak digunakan, ilmu akan hilang.
- Gigi tampak belang.
Artinya: Kejahatan yang terlihat jelas.
- Gua batu.
Artinya: Tempat persembunyian.
- Gugur gunung.
Artinya: Pertolongan bersama-sama.
- Habis manis sepah dibuang.
Artinya: Setelah berguna lalu dilupakan.
- Hancur lebur.
Artinya: Hancur sama sekali.
- Harapkan guruh di langit, air di tempayan dicurahkan.
Artinya: Mengharapkan sesuatu yang belum pasti, padahal yang sudah ada diabaikan.
- Harapkan pagar, pagar makan padi.
Artinya: Orang yang dipercaya malah berkhianat.
- Hati batu.
Artinya: Keras hati, tidak mau mendengar nasihat.
- Hati emas.
Artinya: Berhati mulia atau baik hati.
- Hati tungau.
Artinya: Berhati kecil atau penakut.
- Hendak kaya, berkerja; hendak miskin, berangan.
Artinya: Untuk menjadi kaya harus bekerja, untuk menjadi miskin cukup berangan-angan.
- Hendak seribu daya, tak hendak seribu dalih.
Artinya: Jika ada kemauan pasti ada cara, jika tidak mau pasti ada alasan.
- Hidup dikandung adat, mati dikandung tanah.
Artinya: Selama hidup harus menuruti adat, setelah mati kembali ke tanah.
- Hilang di mata, hilang di hati.
Artinya: Lupa karena tidak terlihat lagi.
- Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, lebih baik di negeri sendiri.
Artinya: Walaupun negeri orang lebih kaya atau makmur, lebih baik negerinya sendiri.
- Hutan menjadi rimba.
Artinya: Keadaan menjadi semakin buruk.
- Ikan di air, kita di darat; sepandai-pandai orang mengira, akhirnya kita juga yang tahu.
Artinya: Walaupun orang lain pandai merencanakan, akhirnya kita yang tahu kebenarannya.
- Ilmu padi, makin berisi makin tunduk.
Artinya: Semakin berilmu atau kaya, semakin rendah hati.
- Indah kabar dari rupa.
Artinya: Berita yang terdengar lebih hebat daripada kenyataannya.
- Itik berenang kerana air.
Artinya: Melakukan sesuatu karena terpaksa.
- Itik mencari induknya.
Artinya: Mencari orang tua atau keluarga.
- Jaga tepi kain orang.
Artinya: Mencampuri urusan orang lain.
- Janda berhias.
Artinya: Janda yang bersolek.
- Jangankan seribu, sepuluh pun tiada.
Artinya: Tidak ada sama sekali.
- Jarit.
Artinya: Sarung.
- Jatuh air mukanya.
Artinya: Malu.
- Jauh di mata, dekat di hati.
Artinya: Walaupun berjauhan, tetap dekat di hati.
- Jauhari mengenal manikam.
Artinya: Orang yang bijaksana akan mengenal baik buruknya sesuatu.
- Jemput tak dijemput, suruh tak disuruh.
Artinya: Melakukan sesuatu yang tidak diminta.
- Jika ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi; jika ada umur yang panjang, boleh kita bertemu lagi.
Artinya: Jika ada kesempatan, kita bisa bertemu lagi.
- Jongkong.
Artinya: Perahu kecil.
- Jual mahal.
Artinya: Sengaja bersikap pura-pura tidak mau agar harganya menjadi tinggi.
- Kacang lupakan kulitnya.
Artinya: Orang yang melupakan asal-usulnya atau orang yang pernah membantunya.
- Kain basahan.
Artinya: Pakaian untuk dipakai sehari-hari.
- Kail sebatang berumpankan ikan.
Artinya: Dengan modal kecil, mendapatkan keuntungan besar.
- Kambing hitam.
Artinya: Orang yang disalahkan dalam suatu perkara.
- Kapur bersendi, pereca berintikan.
Artinya: Pasangan yang sangat serasi.
- Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah.
Artinya: Kasih ibu tak terhingga, kasih anak terbatas.
- Kasihnya tiada bertepi.
Artinya: Cintanya sangat besar.
- Kaya kerana undang-undang, miskin kerana tak undang-undang.
Artinya: Kaya karena mengikuti aturan, miskin karena tidak mengikuti aturan.
- Kecil tapak tangan, nyiru kami tadahkan.
Artinya: Menerima dengan senang hati pemberian sekecil apapun.
- Kecil-kecil cili padi.
Artinya: Kecil-kecil tapi berani, pintar, atau berdaya guna.
- Kenaikan pangkat.
Artinya: Mendapat promosi jabatan.
- Kenaikan muhrim.
Artinya: Naik haji.
- Kenaikan pangkat.
Artinya: Mendapat promosi jabatan.
- Kenaikan muhrim.
Artinya: Naik haji.
- Kenaikan pangkat.
Artinya: Mendapat promosi jabatan.
- Kepala dingin.
Artinya: Tenang atau sabar.
- Kepala batu.
Artinya: Keras kepala.
- Kepala surat.
Artinya: Bagian atas surat.
- Kepala udang.
Artinya: Orang yang bodoh.
- Keras kepala.
Artinya: Tidak mau menuruti nasihat.
- Kera dihutan disusui, anak dirumah mati kelaparan.
Artinya: Menyayangi orang asing lebih daripada keluarga sendiri.
- Kesiangan.
Artinya: Wajah yang pucat karena sakit atau sedih.
- Kisah benar.
Artinya: Cerita yang benar-benar terjadi.
Sumber: tribunpekabaru.com, kbbi.web.id, kbbi.co.id
Demikian penjelasan tentang pengertian peribahasa dan ciri-ciri peribahasa hingga fungsi peribahasa serta 200 contoh peribahasa dan artinya .
( Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi )