TRIBUNNEWS.COM, GORONTALO - Riuh tepuk tangan dan senyum ceria dari wajah siswa-siswi SDN 10 Pulubala, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, saat rombongan Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, memasuki halaman sekolah mereka, Rabu (8/4/2026).
Kedatangan Viva Yoga yang didampingi Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus disambut hangat oleh para siswa.
Baca juga: Pesan Wamen Viva Yoga di Penyerahan 109 Sertifikat Lahan Transmigran di Gorontalo
Para siswa tampak antusias, saling berebut melempar senyum ke arah rombongan.
Viva Yoga pun tak bisa menyembunyikan rasa antusiasnya melihat keceriaan anak-anak di kawasan transmigrasi tersebut.
Ia tampak beberapa kali berhenti sejenak untuk berbincang ringan dengan sejumlah siswa, menanyakan kabar hingga cita-cita mereka.
Momen puncak kunjungan ini ditandai dengan prosesi pengguntingan pita.
Viva Yoga meresmikan langsung pembangunan fasilitas toilet sekolah, sebuah program perbaikan fasilitas pendidikan yang diinisiasi oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Usai peresmian, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tak langsung beranjak.
Ia memilih berkeliling meninjau ruang kelas untuk melihat langsung proses belajar mengajar.
Di sana, Viva Yoga membagikan buku tentang pembangunan transmigrasi di era Presiden Prabowo kepada para siswa sebagai motivasi belajar.
Setelah berkeliling kelas dan berfoto bersama para guru yang tampak sumringah, Viva Yoga menegaskan bahwa perbaikan fasilitas sekolah ini merupakan mandat besar dari pemerintah pusat.
"Jadi program transmigrasi itu adalah bagian dari Asta Cita Presiden. Melalui Kementerian Transmigrasi kita bisa melakukan program-program pemberdayaan rakyat untuk peningkatan fasilitas umum, pendidikan, kesehatan, renovasi sekolah, hingga renovasi toilet," ujar Viva Yoga di SDN 10 Pulubala.
Baca juga: Mandat Prabowo, Wamen Viva Yoga Targetkan Kawasan Transmigrasi Gorontalo Sentra Swasembada Pangan
Ia menjelaskan, kementeriannya tidak hanya fokus pada pemukiman, tetapi juga infrastruktur yang kerap luput dari perhatian instansi lain.
"Pembangunan infrastruktur jalan non-status yang tidak dibangun oleh kementerian lain kita bangun. Kami juga memberikan bantuan irigasi pertanian dan pembangunan tanggul di sungai agar ada jaringan tersier bagi petani di kawasan transmigrasi," tambahnya.
Viva Yoga menegaskan bahwa negara hadir di pelosok untuk memastikan kesejahteraan merata bagi seluruh penduduk, baik bagi warga transmigran maupun masyarakat lokal.
"Intinya bahwa Kementerian Transmigrasi hadir di sini untuk dapat meningkatkan kesejahteraan bukan hanya masyarakat trans tapi juga warga setempat. Karena tanggung jawab kami sesuai dengan UU Transmigrasi Nomor 29 Tahun 2009 adalah menyejahterakan semuanya, baik warga trans di satuan pemukiman maupun warga setempat di kawasan transmigrasi," tandasnya.