Potret Susilo Bambang Yudhoyono Kunjungi Laweyan Solo, Borong Batik Tulis, Lestarikan Budaya
Ika Putri Bramasti April 09, 2026 09:44 AM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Kunjungan Susilo Bambang Yudhoyono ke Kota Solo kembali menjadi sorotan publik.

Dalam agenda santainya, SBY menyempatkan diri mendatangi sentra batik legendaris di kawasan Laweyan, tepatnya di Batik Sudagaran Laweyan yang dikenal sebagai salah satu pusat batik tulis berkualitas tinggi.

Momen tersebut mencuri perhatian karena berlangsung hangat dan sederhana.

Tanpa pengawalan yang mencolok, SBY tampak duduk santai di dalam toko, berbincang dengan pemilik sekaligus pengrajin batik.

SBY menyempatkan diri mendatangi sentra batik legendaris di kawasan Laweyan Solo, tepatnya di Batik Sudagaran Laweyan.
SBY menyempatkan diri mendatangi sentra batik legendaris di kawasan Laweyan Solo, tepatnya di Batik Sudagaran Laweyan. (Instagram @jelajahsolo)

Baca juga: Tempat Nongkrong Hidden Gem di Solo, Kedai Kopi Nyak Cut, Aroma Khas Aceh, Harga Mulai Rp 12 Ribu

Ia terlihat memperhatikan detail motif kain yang disuguhkan, mulai dari corak klasik hingga motif kontemporer khas Solo.

Dalam kunjungan tersebut, SBY tidak hanya melihat-lihat. Ia juga diketahui membeli sejumlah kain batik tulis.

Aksi “nglarisi” atau memborong dagangan ini pun langsung menuai pujian dari masyarakat.

Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), khususnya di sektor kerajinan batik.

Terlebih, batik tulis dikenal memiliki proses produksi yang panjang dan rumit, sehingga setiap pembelian memiliki dampak langsung bagi para pengrajin.

Batik Sudagaran Laweyan sendiri terkenal dengan kualitas premium serta pengerjaan yang masih mempertahankan teknik tradisional.

Proses pembuatan satu kain batik tulis bahkan bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, tergantung tingkat kerumitan motif.

Meski pernah menjabat sebagai Presiden RI selama dua periode, SBY tetap menunjukkan sikap rendah hati.

Dalam kunjungan tersebut, ia terlihat santai mengenakan pakaian batik, duduk tanpa jarak dengan tuan rumah dan berbincang ringan layaknya pelanggan biasa.

Sikap ini kembali menguatkan citra SBY sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat.

Tidak sedikit warga yang merasa bangga sekaligus terharu melihat figur nasional tetap menghargai pelaku usaha lokal secara langsung.

Laweyan, Ikon Batik Bersejarah

Kawasan Laweyan merupakan salah satu sentra batik tertua di Indonesia.

Sejak masa Kerajaan Pajang hingga berkembang di era Kesultanan Surakarta, Laweyan dikenal sebagai pusat produksi batik yang memiliki nilai historis tinggi.

Hingga kini, kawasan tersebut masih mempertahankan nuansa klasik dengan bangunan-bangunan tua bergaya Jawa dan kolonial.

Selain sebagai pusat produksi, Laweyan juga menjadi destinasi wisata budaya yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dorongan untuk Pelestarian Budaya

Kunjungan SBY ini dinilai membawa dampak positif, tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi juga dalam upaya pelestarian budaya.

Batik sebagai warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia membutuhkan perhatian dan dukungan berkelanjutan.

Dengan hadirnya tokoh nasional seperti SBY, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mencintai produk lokal semakin meningkat.

Selain itu, langkah tersebut juga bisa memotivasi generasi muda untuk terus melestarikan batik sebagai identitas budaya bangsa.

Kehadiran SBY di Batik Sudagaran Laweyan pun menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap budaya Indonesia tidak lekang oleh waktu.

Di tengah kesibukan dan perjalanan hidupnya, ia tetap menyempatkan diri untuk mendukung karya anak bangsa secara langsung.

(TribunStyle.com/Ika Bramasti).

Ikuti dan Bergabung di Saluran Threads TribunStyle.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.