Laporan Zaki Mubarak
PROHABA.CO,MEUREUDU - Banjir kembali melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Selasa (8/4/2026) malam.
Sebanyak 13 desa di dua kecamatan terendam dengan ketinggian air berkisar antara 40 hingga 70 sentimeter.
Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, langsung mengerahkan personel TNI dari Kodim 0102/Pidie dan Yon TP 857/GS ke lokasi terdampak untuk membantu penanganan banjir.
Banjir mulai menggenangi permukiman warga sekitar pukul 20.00 WIB akibat tingginya curah hujan yang menyebabkan debit air sungai meluap.
Selain merendam rumah warga di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua, air juga menggenangi jalan lintas nasional Medan–Banda Aceh.
Akses Jalan Terganggu
Danrem Brigjen TNI Ali Imran mengatakan, titik banjir terparah berada di Desa Meunasah Krueng, Kecamatan Meureudu.
“Jalan lintas Medan–Banda Aceh di lokasi tersebut belum bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.
Namun, kendaraan besar seperti truk masih dapat melintas,” ujarnya.
Ia menambahkan, personel TNI saat ini bersiaga di lapangan untuk mengatur arus lalu lintas, membersihkan material banjir, serta memantau debit air guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem susulan.
Normalisasi Sungai Mendesak
Sementara itu, Dandim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera mengungsi ke tempat aman jika debit air kembali meningkat.
Meski tidak ada korban jiwa, tim gabungan TNI, Polri, dan SAR terus disiagakan di titik-titik rawan.
Menurut Abdul Hadi, banjir dipicu oleh pendangkalan sungai akibat sedimentasi pascabanjir bandang sebelumnya, sehingga Krueng Meureudu tidak mampu menampung volume air dari wilayah hulu.
“Pemerintah perlu segera melakukan normalisasi sungai, menutup aliran sungai baru, serta membersihkan saluran air dan sisa lumpur di permukiman warga,” tegasnya.
Gampong Terdampak
Di Kecamatan Meurah Dua, banjir merendam Gampong Pante Beurne (70 cm), Dayah Husen (50 cm), Meunasah Mancang (50 cm), Meunasah Raya (70 cm), Meunasah Bie (50 cm), Beuringin (60 cm), dan Geunteng (60 cm).
Sementara di Kecamatan Meureudu, terdampak Gampong Meunasah Lhok (70 cm), Beurawang (60 cm), Mayang Cut (50 cm), Meunasah Krueng (70 cm), Manyang Lancok (50 cm), dan Masjid Tuha (40 cm).