Bupati Kediri Tinjau Museum Sri Aji Joyoboyo, Beri Catatan Layanan Edukasi Hingga Penataan Artefak 
Sri Wahyuni April 09, 2026 11:50 AM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito meninjau Museum Sri Aji Joyoboyo di Desa Menang Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Rabu (8/4/2026).

Area tersebut masih dalam satu kawasan kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri yang baru. 

Kawasan Disparbud dan museum tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengelolaan sekaligus pengawasan terhadap destinasi wisata edukasi tersebut.

Dalam kunjungannya, Mas Dhito menekankan pentingnya peran Disparbud dalam memastikan museum dapat dikelola secara optimal, baik dari sisi fasilitas maupun pelayanan kepada pengunjung.

"Nanti secara berkala saya akan cek museum ini seperti apa kekurangan dan sebagainya," kata Mas Dhito.

Selain melihat kondisi kantor, Mas Dhito juga menyempatkan berinteraksi langsung dengan petugas edukator museum.

Ia bahkan menguji kemampuan mereka dalam menyampaikan informasi terkait koleksi artefak kepada pengunjung.

Baca juga: Pria di Menganti Gresik Dibacok Brutal, Pelaku Kejar Korban hingga Terkapar Bersimbah Darah

Menurutnya, keberadaan edukator memiliki peran penting sebagai jembatan antara koleksi sejarah dengan masyarakat yang datang berkunjung.

Mas Dhito berharap para edukator dapat lebih interaktif dalam menyampaikan cerita sejarah, sehingga pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga memahami nilai dari setiap koleksi yang dipamerkan.

"Petugas yang menceritakan itu (edukator-red) diharapkan bisa lebih interaktif lagi, supaya orang datang ke museum itu tidak kapok dan itu menjadikan sebuah hal yang menyenangkan datang ke museum," pinta Mas Dhito.

Selain menyoroti aspek pelayanan, Mas Dhito juga memberikan perhatian pada penataan koleksi artefak di dalam museum.

Mas Dhito menyarankan agar artefak asli ditempatkan dalam lemari kaca untuk menjaga keaslian dan mencegah kerusakan akibat sentuhan langsung maupun faktor lingkungan.

Tak hanya itu, ia juga menilai deskripsi informasi pada artefak masih perlu diperbaiki, terutama dari segi ukuran tulisan yang dinilai terlalu kecil.

Menurutnya, hal-hal sederhana seperti ukuran font memiliki dampak besar terhadap kenyamanan pengunjung dalam memahami informasi yang disajikan.

"Hal seperti ini mungkin sepele tapi manfaatnya besar bagi masyarakat," pungkasnya.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.