TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Di tengah fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM) dan memanasnya ketegangan geopolitik global, masyarakat mulai melirik kendaraan listrik sebagai alternatif mobilitas harian lebih hemat dan efisien.
Fenomena ini juga terlihat di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah.
Dalam beberapa waktu terakhir, minat masyarakat terhadap motor dan sepeda listrik dilaporkan mengalami peningkatan.
Tjoa Lovely Allin, salah satu admin penjualan kendaraan listrik dari Toko E Nain Sampit, mengungkapkan bahwa tren kenaikan pembelian mulai terasa sejak bulan Ramadan lalu, bertepatan dengan mencuatnya isu kenaikan harga BBM akibat situasi global.
“Yang jelas pasti ada peningkatan, karena ini kan kendaraan berteknologi listrik. Ditambah lagi ada isu BBM mau naik, masyarakat jadi mulai berpikir untuk beralih ke kendaraan listrik,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Ia menambahkan, peningkatan tersebut tidak hanya terlihat dari jumlah pembelian, tetapi juga dari banyaknya masyarakat yang datang untuk sekadar bertanya atau mencari informasi.
“Untuk pembelian juga lumayan meningkat. Biasanya sekitar 20 unit per bulan, kemarin bisa sampai 30 unit. Naik 10 unit itu sudah lumayan,” katanya.
Menariknya, di tengah meningkatnya minat tersebut, harga kendaraan listrik justru sedang mengalami promo potongan harga.
“Kalau sekarang lagi ada diskon. Untuk motor listrik potongannya bisa sampai Rp5 juta. Kalau sepeda listrik ada potongan Rp500 ribu sampai Rp1 juta, tergantung tipe,” jelasnya.
Ia menyebut, harga sepeda listrik saat ini berkisar mulai Rp3,5 juta hingga Rp9 jutaan, sementara motor listrik dibanderol mulai Rp 12 juta hingga Rp 15 juta, belum termasuk biaya surat-surat sekitar Rp3 jutajuta
Dirinya berharap, masyarakat mulai mempertimbangkan penggunaan kendaraan listrik sebagai solusi jangka panjang, terutama di tengah potensi kenaikan BBM.
“Coba dipertimbangkan lagi untuk beralih ke kendaraan listrik. Selain hemat, ke depan pasti akan semakin banyak digunakan. Jangan sampai kita ketinggalan,” bebernya.
Di sisi lain, Mas’ut, warga Sampit yang telah menggunakan motor listrik selama dua tahun, turut membagikan pengalamannya.
Ia mengakui ada sejumlah keunggulan yang dirasakan dibandingkan motor konvensional.
“Kalau dihitung-hitung memang lebih hemat. Tidak perlu beli bensin, tidak perlu antre, dan perawatannya juga simpel, tidak perlu ganti oli,” ujarnya.
Baca juga: Mantap! 18 Unit SPKLU PLN Siap Layani Kendaraan Listrik HUT RI ke 79 di IKN
Baca juga: Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik Tumbuh, PLN Kolaborasi Periklindo Gelar Pameran PEVS 2023
Selain itu, ia menyebut motor listrik lebih ramah lingkungan, tidak bising, serta memiliki akselerasi yang responsif.
Namun demikian, Mas’ut juga mengungkapkan beberapa kekurangan yang perlu menjadi pertimbangan.
“Jarak tempuhnya terbatas, terus tempat pengisian juga belum banyak. Baterai juga ada umur pakainya, motor saya kemarin sekitar satu tahun sudah harus ganti,” katanya.
Meski begitu, ia tetap menilai kendaraan listrik sebagai pilihan yang layak, terutama untuk penggunaan dalam kota.