Breaking News: 3 Tahanan Polres Bangka Berhasil Ditangkap, Tersisa 3 Orang Kabur
Fitriadi April 09, 2026 12:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA — Polres Bangka kembali berhasil mengamankan tiga orang tahanan yang kabur.

Dari total 8 orang yang kabur dari sel tahanan Polres Bangka pada Rabu (8/4/2026) subuh, sudah lima orang diamankan.

Seorang tahanan menyerahkan diri beberapa jam setelah kabur.

Sedangkan seorang tahanan lainnya ditangkap pada sore harinya.

Terbaru, tiga tahanan juga telah berhasil ditangkap.

Mereka adalah tahanan kasus narkoba atas nama Andi Darmawan, Yogi Triliando dan Supriyadi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Bangkapos.com, penangkapan tiga orang tahanan  tersebut dilakukan pada rentan waktu Rabu (8/4/2026) tadi malam hingga pagi hari ini, Kamis (9/4/2026).

Andi Darmawan ditangkap di sekitaran daerah Desa Air Ruay-Desa Karya Makmur, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka.

Yogi Triliando ditangkap di sekitar hutan di kawasan Jalan Imam Bonjol, Sungailiat, Kabupaten Bangka. Lalu Supriyadi ditangkap di Belinyu, Kabupaten Bangka.

“Supriyadi barusan pagi (ditangkap-red), yang lain tadi malam sampai subuh,” kata anggota polisi kepada Bangkapos.com, Kamis (9/4/2026).
 
Dengan ini, masih ada tiga tahanan lagi yang masih kabur dan terus diburu oleh pihak kepolisian.

Konferensi pers yang dilaksanakan pada sore hari di Aula Tribrata Polres Bangka itu dipimpin langsung oleh Kapolres Bangka, AKBP Deddy Dwitiya.
 
Dalam konferensi pers itu, terungkap sejumlah fakta dari kejadian kaburnya 8 orang tahanan Mapolres Bangka tersangka melarikan pada saat subuh hari tadi. 

“Jumlah (tahanan yang melarikan diri-red) yang kita monitor ada delapan orang. Satu sebelumnya menyerahkan diri. Dan satu lagi baru ditangkap di Mentok,” kata Deddy Dwitiya.

Deddy Dwitiya menyebut bahwa yang hendak melarikan tersebut memang terindikasi akan menyebrang lewat Pelabuhan Tanjung Kalian Mentok.

“Tapi Alhamdulillah kami dari teman-teman jajaran Polres, Polda dan teman-teman di lapangan bisa mengamankan yang bersangkutan,” jelasnya.

Adapun kronologi kaburnya para tahanan tersebut dengan cara merusak batang besi sel menggunakan gergaji.

“Kita cek TKP, ada satu batang teralis yang digergaji oleh tahanan yang kabur tersebut,” kata Deddy Dwitiya.

Deddy Dwitiya menyebut, gergaji yang digunakan oleh tahanan tersebut diduga didapatkan dari para penjenguk tahanan, khususnya yang memiliki keterkaitan dengan para tahanan yang kabur tersebut. 

Namun ketika ditanyai bagaimana pengawasan dan pemeriksaan terhadap barang bawaan penjenguk tahanan, Kapolres menyebut bahwa kemungkinan ada kelengahan dari petugas kepolisian yang menjaga.

“Memang selalu diperiksa terhadap pembesuk, mungkin disini juga ada kelalaian, petugas piket khususnya pada saat jam besuk sehingga ada beberapa alat yang tidak sengaja masuk ke dalam sel tahanan,” kata Deddy Dwitiya.

Pihaknya masih mendalami dugaan keteledoran anggota piket yang menjaga ruang tahanan atas kasus kaburnya sejumlah tahanan ini.

Kata Kapolres, anggota kepolisian yang piket tersebut sedang menjalani pemeriksaan oleh Propam Polres Bangka dan Propam Polda Babel.

Kemudian, disinggung soal cara para tahanan melarikan diri, padahal ada beberapa lapis pintu di gedung tahanan, AKBP Deddy menyebut bahwa pihaknya masih mendalami hal itu.

“Tapi memang ada satu sel yang tidak ada lapisannya sehingga mereka bisa atau berupaya menggergaji batang sel tersebut,” kata Deddy Dwitiya.

Namun saat disinggung lebih lanjut soal adanya kabar salah seorang pentolan tahanan yang punya akses untuk memegang kunci sel, Kapolres mengakui bahwa memang ada informasi demikian.

“Memang ada informasi seperti itu, ini masih kita dalami apakah ada keterkaitan salah satu yang memegang kunci. Ini masih kita dalami dan juga kita lakukan pemeriksaan-pemeriksaan secara intensif,” kata Deddy Dwitiya.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.