TRIBUNKALTIM.CO - Wacana perubahan besar kembali muncul di ajang MotoGP, bukan soal regulasi teknis atau mesin, melainkan peran baru dalam struktur tim, pembalap cadangan yang wajib hadir di setiap seri balapan.
Gagasan ini mencuat setelah akuisisi Dorna Sports oleh Liberty Media, yang terus mendorong transformasi di berbagai aspek kompetisi.
Salah satu ide yang kini digodok adalah menghadirkan sosok “reserve rider” layaknya di Formula 1.
Baca juga: Kisah Marc Marquez Kelola Kekayaannya Selama Berkarier di MotoGP, Utamakan Prestasi, Bukan Uang
Berbeda dengan test rider atau pembalap penguji yang hanya turun saat dibutuhkan, pembalap cadangan nantinya diwajibkan hadir di seluruh seri, yang saat ini mencapai 22 balapan dalam satu musim.
Mereka harus selalu siap menggantikan pembalap utama kapan pun diperlukan.
Kebutuhan ini semakin terasa sejak format sprint race diperkenalkan pada 2023, yang membuat intensitas balapan meningkat dan risiko cedera makin tinggi.
Musim lalu bahkan hanya dua seri yang diikuti oleh seluruh pembalap reguler secara lengkap.
Baca juga: Aprilia Menggila di MotoGP 2026: Bezzecchi-Martin Kuasai Klasemen, Rekor Demi Rekor Tercipta
Contoh konkret terjadi pada kasus Maverick Vinales yang mundur setelah sesi latihan MotoGP Amerika.
Tim Red Bull KTM Tech3 sebenarnya memiliki opsi untuk menurunkan Pol Espargaro sebagai pengganti.
Namun, hal itu tak bisa dilakukan karena Espargaro tidak membawa perlengkapan balap, mengingat ia hadir hanya sebagai komentator.
Jika aturan pembalap cadangan sudah diterapkan, situasi seperti itu tidak akan terjadi.
Baca juga: Demi Selamatkan Marwah Honda di MotoGP 2026, Luca Marini Minta Semua Perangkat Aerodinamika Dicoba
Pembalap cadangan dipastikan selalu siap tempur dengan perlengkapan lengkap.
Selain memastikan tidak ada motor “menganggur” di lintasan, kebijakan ini juga bisa membuka peluang baru bagi pembalap muda untuk merasakan atmosfer kelas utama.
Beberapa pabrikan seperti KTM, Yamaha, dan Honda bahkan dinilai memiliki ekosistem pembinaan yang siap menyuplai talenta untuk peran tersebut.
Namun, tidak semua pihak sepakat.
Baca juga: Starting Grid MotoGP Amerika 2026 dan Jam Tayang Live Streaming Trans7-SPOTV
Manajer Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, menilai ide ini sulit direalisasikan.
Ia menyoroti beban finansial tambahan, mulai dari gaji hingga akomodasi, serta sulitnya mencari pembalap yang cukup kompetitif untuk mengisi peran tersebut di semua tim.
Pandangan serupa juga datang dari pembalap Alex Rins.
Ia menilai peran sebagai pembalap cadangan tidak selalu menarik, karena harus hadir di setiap seri tanpa jaminan akan balapan.
Di sisi lain, konsep ini tetap dinilai punya potensi besar untuk meningkatkan kualitas kompetisi dan kesiapan tim menghadapi situasi darurat. (*)