Kronologi Tewasnya Siswa SMPN 2 Sumberlawang Sragen, Terjadi saat Kelas Kosong Tanpa Pengawasan Guru
Vincentius Jyestha Candraditya April 09, 2026 01:27 PM

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN – Peristiwa tragis yang menewaskan pelajar SMPN 2 Sumberlawang terjadi di momen yang tak terduga, yakni saat transisi pergantian mata pelajaran ketika dua kelas belum diisi guru.

Celah tanpa pengawasan ini dimanfaatkan oleh dua siswa yang berujung pada perkelahian fatal.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari mengungkapkan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 11.10 WIB di depan kelas 7C.

TKP - Kamar mandi SMPN 2 Sumberlawang yang menjadi lokasi ditemukan pelajar tewas, Selasa (7/4/2026). Diduga, peristiwa tragis ini dipicu oleh perkelahian antara korban dan seorang teman sekelasnya.
TKP - Kamar mandi SMPN 2 Sumberlawang yang menjadi lokasi ditemukan pelajar tewas, Selasa (7/4/2026). Diduga, peristiwa tragis ini dipicu oleh perkelahian antara korban dan seorang teman sekelasnya. (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Saat itu, suasana sekolah tengah berada di masa pergantian pelajaran, sehingga kelas korban dan pelaku sama-sama belum mendapat pengawasan langsung dari guru.

"Saat itu di kedua kelas masih dalam transisi pergantian Mapel, kelas korban IPS dan pelaku Matematika, dan saat itu kedua kelas belum ada guru yang masuk, sehingga korban dan pelaku bisa keluar kelas dan mereka bertemu," ujar Dewiana, dalam konferensi pers di Mapolres Sragen, Kamis (9/4/2026).

"Saat ketemu terjadi guyonan yang berbuah saling ejek antara pelaku anak dan korban dan terjadilah perkelahian tersebut," imbuhnya.

Tetapkan Satu Orang sebagai Pelaku Anak

Polisi menetapkan DTP (14) sebagai pelaku anak dalam kasus ini.

Ia disebut melakukan kekerasan seorang diri menggunakan tangan kosong, dengan kombinasi pukulan dan tendangan terhadap korban WAP (14).

Baca juga: Tewas di Kamar Mandi Sekolah, Luka di Wajah Siswa SMPN 2 Sumberlawang Sragen Bikin Keluarga Curiga!

"Pelaku anak melakukan kekerasan kepada korban dengan tangan kosong dengan interaksi dengan tangan dan kaki dan perbuatannya dilakukan sendirian," kata Dewiana.

Perkelahian tersebut menyebabkan korban jatuh hingga tak sadarkan diri. Korban sempat dibawa ke UKS sebelum akhirnya dilarikan ke puskesmas.

"Korban sempat dibawa ke UKS dan kemudian dilarikan ke Puskemas, terkait waktu korban meninggal dunia masih di dalam Lidik," kata dia.

Tewas Akibat Luka Berat di Kepala

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menyebut korban meninggal akibat luka berat di bagian kepala.

"Korban mati lemas akibat kekerasan tumpul yang mengakibatkan patah tulang pada dasar tengkorak," kata dia.

Baca juga: Kasus Siswa SMPN 2 Sumberlawang Sragen Tewas di Sekolah, Keluarga Tagih Penjelasan Polisi

Dalam penanganan kasus ini, polisi telah memeriksa 10 saksi, terdiri dari enam saksi dewasa dan empat saksi anak.

Selain itu, pemeriksaan terhadap pelaku, visum, hingga autopsi juga telah dilakukan untuk mengungkap secara lengkap penyebab kematian korban.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.